Tafsir Ringkas Kemenag
Wahai manusia, bermegah-megahan dalam hal harta, keturunan, dan pengikut telah melalaikan kamu dari ketaatan kepada Allah dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari akhir. 2. Kamu tidak akan berhenti bermegah-megahan seperti itu sampai kamu mati dan masuk ke dalam kubur.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-8 Allah SWT berfirman, bahwa kesibukan kalian terhadap kecintaan, kenikmatan dan perhiasan dunia sehingga melupakan upaya untuk mencari akhirat. Dan kalian terus-menerus sibuk dengan itu hingga kematian datang kepada kalian dan kalian dimasukkan ke dalam kubur dan kalian menjadi penghuninya. Makna firmanNya (sampai kalian masuk ke dalam kubur) yaitu kalian masuk ke dalamnya dan kalian dikuubur di dalamnya Firman Allah SWT: (Janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian itu) (3) dan janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui (4)) Hasan Al-Bashri berkata bahwa ini merupakan ancaman setelah ancaman lainnya. Firman Allah: (Janganlah begitu, jika kalian mengetahui dengan pengetahuan 'ainul yaqin (5)) yaitu seandainya kalian mengetahui dengan sebenarnya, sungguh kalian tidak akan terlena dengan memperbanyak harta sehingga lupa dari mencari akhirat, sampai kalian masuk ke dalam kubur. Kemudian Allah berfirman: (niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim (6) dan sesungguhnya kalian benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin (7)) Dia mengancam mereka dengan keadaan ini, yaitu saat melihat neraka yang ketika neraka bergolak dengan sekali golak. Maka menyungkurlah semua malaikat yang didekatkan dan nabi yang diutus dengan di atas kedua lututnya karena takut dan menyaksikan hal yang sangat mengerikan, sebagaimana yang akan disebutkan dalam atsar yang diriwayatkan tentang keadaan tersebut. Firman Allah SWT: (kemudian kalian pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kalian megahkan di dunia itu) (8)) yaitu kemudian pada hari itu kalian benar-benar akan dimintai pertanggungjawaban tentang mensyukuri nikmat-nikmat yang telah diberikan Allah kepada kalian, berupa kesehatan, keamanan, rezeki, dan hal lainnya. Apakah kalian memabas nikmatNya dengan bersyukur dan beribadah kepadaNya? Diriwayatkan dari Abdullah bin Az-Zubair, dia berkata bahwa Az-Zubair pernah berkata bahwa ketika firmanNya: (kemudian kalian pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kalian megahkan di dunia itu) turun, mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, nikmat apakah yang ditakanyan kepada kami, padahal sesungguhnya makanan kami hanyalah kurma dan air saja?" Rasulullah SAW menjawab,”Sesungguhnya pertanyaan itu akan ada” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (kemudian kalian pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (8)) dia berkata bahwa kenikmatan itu adalah kesehatan tubuh, pendengaran, dan penglihatan. Allah akan bertanya kepada para hamba untuk apakah mereka menggunakannya, sedangkan Dia Maha Mengetahui hal itu daripada mereka. Hal ini disebutkan firmanNya: (Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya) (Surah Al-Isra: 36)
Tafsir As-Sa'di
2. Kelalaian, bermain-main, dan mempersibuk dirimu terus berlangsung, “sampai kamu masuk ke dalam kubur.” Pada saat itu terbukalah penutup bagimu, hanya saja setelah kalian tidak bisa memulainya. Firman Allah, “Sampai kamu masuk ke dalam kubur,” menunjukkan bahwa alam barzakh sebagai para pengunjung, tidak menyebut mereka sebagai para penghuni. Hal itu menunjukkan bahwa kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan di akhirat yang kekal, bukan di tempat fana.
Tafsir Al-Wajiz
1. Kesibukanmu wahai manusia, hanya berlomba-lomba untuk mengumpulkan harta dan merasa bangga dengan harta dan anak yang banyak. Imam Ahmad, Imam Muslim, Tirmidzi dan An-Nasa’I dari Abdullah bin Syikhir berkata: “Aku berhenti saat bertemu Rasulallah SAW yang sedang bersabda “{Alhaakumut takaatsur}, dan anak Adam menyebut-nyebut: “hartaku hartaku”, (beliau bertanya) “Tidaklah kamu memiliki hartamu kecuali kamu memakannya lalu menghancurkannya atau kamu memakainya lalu membuatnya lusuh atau kamu menyedekahkannya, maka kamu membuatnya tetap abadi”
Tafsir Al-Muyassar
Saling berbangga dengan banyaknya harta dan anak anak telah melenakan kalian dari ketaatan kepada Allah.
Tafsir Al-Madinah
1-2. Allah menujukan firman-Nya kepada para pemimpin orang-orang musyrik: Kalian telah dilalaikan dari hal yang wajib kalian kerjakan, yaitu dilalaikan oleh perbuatan berlomba-lomba dan menyombongkan harta, derajat, kabilah, dan banyaknya jabatan. Perilaku ini merupakan sifat orang-orang musyrik, maka hendaklah kaum muslimin mengetahui bahwa sifat ini tercela di hadapan Allah. Kalian melakukan perbuatan ini hingga kalian mendatangi kubur, yakni hingga kalian mati. Dan manusia memiliki tabiat ini hingga kematian datang.
Tafsir Al-Mukhtashar
1. Bersombong-sombong dengan harta dan anak telah melalaikan kalian -wahai manusia- dari ketaatan terhadap Allah.
Tafsir Zubdatut
1. (Bermegah-megahan telah melalaikan kamu) Yakni memperbanyak harta dan keturunan, serta berbangga-bangga dengan itu, dan saling berlomba untuk mengumpulkannya telah melalaikan kalian dari ketaatan kepada Allah dan beramal untuk akhirat.
Tafsir Li Yaddabbaru
1-2 1 ). Hamzah al-Kannany berkata : "Aku telah mengeluarkan sebuah hadits yang diriwayatkan melalui 200 jalan yang berbeda, akhirnya rasa senang yang berlebihan menguasaiku, dan aku juga ditakjubkan olehnya, kemudian aku melihat Yahya bin Ma'in dalam mimpi, lalu aku berkata kepadanya : "wahai abu Zakaria, aku telah mengeluarkan sebuah hadits melalui 200 jalan yang berbeda ! kemudian ia terdiam beberapa saat, lalu berkata : aku hawatir hal itu termasuk dalam ayat yang berbunyi : { } 2 ). Maimun bin mahran berkata : suatu ketika aku duduk disisi Umar bin Abdul Aziz kemudian ia membaca : { , }, tiba-tiba ia menangsis, kemudian berkata : "wahai ma'mun !" aku tidak pernah melihat kuburan kecuali aku mengunjunginya, dan setiap orang yang mengunjunginya pasti akan kembali kerumahnya di surga atau di neraka ! 3 ). { } Jika seandainya keberadaan sesorang didalam kuburnya hanya sekedar ziaroh padahal masa keberadaan mereka ada yang sampai seribu tahun, lalu bagaimana kita menggambarkan dan menjelasakan keberadaan kita didunia yang tidak terikat waktu ? perhatikanlah ayat ini : { } " Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung”. [ al-Mu'minun : 113 ], sungguh merugilah orang-orang yang menyia-nyiakan hidupnya !
Tafsir Ash-Shaghir
Kalian telah dilalaikan} kalian telah disibukkan dari ketaatan kepada Allah {oleh kegiatan bermegahan} bermewah-mewahan dengan harta dan anak
Tafsir Hidayatul
Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman menegur hamba-hamba-Nya yang dibuat lalai oleh bermegah-megahan dari mengerjakan tujuan mereka diciptakan, yaitu beribadah kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala, mengenal-Nya, kembali kepada-Nya dan mengutamakan kecintaan kepada-Nya di atas segala sesuatu. Maksudnya, bermegah-megahan dalam hal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, kedudukan dan semisalnya yang tujuannya bukan untuk mencari keridhaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala.
Tafsir An-Nafahat
Surat At-Takatsur ayat 1: 1-2. Allah mengabarkan bahwa manusia telah disibukkan dari ketaatan kepada Allah dengan berbangga diri dan pamer atas banykanya harta dan anak; Sampai-sampai umurnya berakhir dan mereka binasa (hingga) menuju ke kuburan, dikuburkannya mereka di dalamnya sebelum dirinya (mampu) mendahulukan amalan yang baik (ketika di dunia). Dan ini adalah kondisi kebanyakan manusia. Kami meminta keselamatan kepada Allah.