Tafsir Ringkas Kemenag
Demi masa, waktu sore, atau salat asar. Allah bersumpah dengan masa agar manusia memperhatikan masa dan memanfaatkannya dengan baik; bersumpah dengan waktu sore, sebagaimana dengan waktu duha, sebagai salah satu bukti kuasa Allah; dan bersumpah dengan salat asar karena keutamaanya atas salat-salat yang lain. 2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, baik di dunia maupun akhirat, akibat hawa nafsu yang menyelubungi dirinya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Al-Ashr adalah masa yang padanya anak cucu Adam bergerak melakukan perbuatan baik dan buruk. Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam bahwa makna yang dimaksud adalah waktu sore. Tetapi pendapat yang terkenal adalah yang pertama. Allah SWT bersumpah dengan itu bahwa manusia benar-benar berada dalam kerugian, yaitu rugi dan binasa (kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih) Maka dikecualikan dari jenis manusia itu dari kerugian, yaitu orang-orang yang beriman hatinya dan anggota tubuhnya mengerjakan amal yang shalih (dan nasihat-menasihati dengan kebenaran) yaitu menunaikan ketaatan dan meninggalkan semua yang diharamkan (dan nasihat-menasihati dengan kesabaran) yaitu menghadapi musibah, malapetaka, dan gangguan yang menyakitkan dari orang-orang yang diperintah melakukan kebaikan dan dilarang melakukan kemungkaran.
Tafsir As-Sa'di
1-3. Allah bersumpah dengan masa, yaitu malam dan siang sehingga tempat terjadinya perbuatan-perbuatan manusia, bahwa manusia itu rugi. Orang yang rugi adalah kebalikan orang yang beruntung. Tingkatan orang yang rugi bermacam-macam; ada yang rugi secara mutlak seperti kondisi orang yang rugi di dunia dan akhirat. Ia tidak mendapatkan kenikmatan dan berhak mendapatkan Neraka Jahim. Ada yang rugi di sebagian sisi saja. Karena itu Allah menyebutkan kerugian untuk setiap manusia secara umum kecuali orang yang memiliki empat sifat: ~ Iman terhadap apa yang diperintahkan Allah dengan beriman kepadaNya. Dan iman tidak ada tanpa adanya ilmu. Ilmu adalah bagian dari iman yang tanpanya keimanan menjadi tidak sempurna. ~ Amal shalih. Dan ini mencakup seluruh perbuatan baik, zahir maupun batin, yang berkaitan dengan hak-hak Allah dan hak-hak hambaNya, yang wajib dan yang dianjurkan. ~ saling menasehati dengan kebenaran yang merupakan iman dan amal shalih, yakni sebagian orang menasihati sebagian yang lain dengan kebenaran, mendorong, dan menganjurkannya. ~ Saling menasihati dengan kesabaran adalah dalam ketaatan terhadap Allah, bersabar menjauhi maksiat, dan bersabar atas ketentuan-ketentuan Allah yang menyakitkan. Dengan dua hal pertama, seseorang menyempurnakan dirinya sendiri dan dengan dua hal kedua, seseorang menyempurnakan orang lain dan dengan melengkapi keempat hal tersebut, seseorang terhindar dari kerugian dan mendapatkan keuntungan besar.
Tafsir Al-Wajiz
Keutamaan surah: Ath-Thabrani dari Ubaidillah bin Hafsh berkata: “Ada dua laki-laki dari sahabat Rasulallah SAW, ketika keduanya bertemu maka mereka tidak akan berpisah kecuali salah satunya membaca surah Al-Ashr sampai ayat terakhir, lalu yang satunya memberikan salam kepada yang lain.” Ini juga diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Abu Khudzaifah. 1-2. Aku bersumpah demi masa, yaitu waktu yang mengandung persimpangan dan perputaran. Sesungguhnya manusia (manusia yang terbebani) berada dalam kerugian yang besar dalam perniagaannya dengan setan untuk mendapatkan hasil dunia. Jika saja dia melakukan perniagaan dengan Allah SWT, maka sungguh baginya keuntungan abadi. Jika dia menaati Allah maka dia akan mendapatkan hasil akhirat. Ini adalah jawaban dari sumpah
Tafsir Al-Muyassar
1-2. Allah bersumpah dengan masa, karena ia mengandung keajaiban kuasa Allah yang menunjukan keagungan NYA, Bahwa manusia benar-benar berada dalam kebinasaan, dan kerugian. Hamba tidak boleh bersumpah kecuali dengan nama Allah karena bersumpah dengan selain Allah adalah syirik.
Tafsir Al-Madinah
1-3. Allah bersumpah dengan waktu antara akhir waktu zhuhur hingga ketika matahari mulai memerah; dan yang dimaksud adalah waktu ketika terjadinya berbagai perbedaan keadaan dan fenomena dan waktu hidupnya makhluk. Kemudian disebutkan isi dari sumpah itu: Sungguh manusia dalam kerugian dengan mendapat kesudahan yang buruk di akhirat, kecuali orang yang beriman dan beramal shalih, yaitu amalan yang diperintahkan untuk dilaksanakan. Dan disebutkan perbuatan saling menasehati dalam kebenaran, padahal itu termasuk amal shalih, sebagai penyebutan hal yang khusus setelah hal yang umum agar menjadi perhatian. Maka bagian dari hal yang diperintahkan adalah memberi petunjuk kepada orang lain menuju kebenaran, termasuk mengajarkan hal-hal yang berkenaan dengan hidayah. Dan yang dimaksud dengan sabar adalah menahar diri dari hal yang diinginkan hawa nafsu. Dan ini merupakan bagian dari akhlak yang paling mulia.
Tafsir Al-Mukhtashar
1. Allah Yang Mahasuci bersumpah dengan waktu asar.
Tafsir Zubdatut
1. (Demi masa) Allah bersumpah dengan masa, yakni waktu; karena di dalamnya terdapat banyak ibrah, seperti pergantian siang dan malam dengan penuh perhitungan, pergantian kegelapan dan cahaya, dan keberlangsungan hidup karena hal ini; ini semua adalah bukti jelas atas wujud dan keesaan Sang Pencipta. Muqatil berpendapat: yang dimaksud adalah waktu shalat ashar.
Tafsir Li Yaddabbaru
1-3 1 ). Surah al-'Ashr secara khusus adalah surah yang paling mencakup didalamnya segala kebaikan, dan segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kitab-Nya mencukupi apapun selainnya , sebagai penawar untuk segala penyakit , juga sebagai petunjuk kepada kebenaran. 2 ). Allah telah bersumpah dengan al-'Ashr yaitu masa bahwasanya manusia itu berada dalam kerugian, hal itu menandakan bahwa kerugian yang mereka hadapi datang bersamaan dengan masa, dan bukan kerugian harta yang akan terganti dan tidak pula kerugian hilangnya kekasih yang dilupakan, melainkan kerugian yang akan memusnahkan kebaikan kehidupan seseorang itu sendiri. 3 ). Dua hal yang mesti selalu saling berdampingan : { } yaitu memberi nasehat dengan kebenaran dan kesabaran; maka memberi wasiat atau nasehat kepada kebenaran tanpa adanya kesabaran bagaikan seseorang yang menyembah Allah dengan berada di tepi, dan orang yang memberi nasehat dengan kesabaran tanpa kebenaran seperti orang yang mengatakan : { } “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu" [ Shad : 6 ] , kedua hal ini dapat mencetuskan seseorang kepada kerugian jika keduanya saling berpisah. 4 ). Tadabburilah surah al-'Ashr { , } ketika disampingkan dari golongan orang-orang yang merugi orang-orang yang tergolong dalam empat sifat itu, maka akan jelas bagimu siapa diantara mereka yang beruntung.
Tafsir Ash-Shaghir
Demi masa} Aku bersumpah demi waktu ashar
Tafsir Hidayatul
Kata ‘Ashr’ di ayat bisa juga diartikan waktu ‘Ashr atau shalat Ashar. Allah Subhaanahu wa Ta'aala bersumpah dengan masa yang mencakup malam dan siang; yang merupakan tempat terjadinya perbuatan hamba dan amal mereka, bahwa setiap manusia akan rugi, yakni tidak beruntung sebagaimana diterangkan dalam ayat selanjutnya. Kerugian ada beberapa macam; ada kerugian yang mutlak dan ada kerugian yang hanya sebagiannya saja. Kerugian yang mutlak adalah kerugian di dunia dan akhirat; di dunia mendapatkan kesengsaraan, kebingungan dan tidak mendapatkan petunjuk, sedangkan di akhirat mendapatkan neraka jahannam. Allah Subhaanahu wa Ta'aala meratakan kerugian kepada semua manusia kecuali orang yang memiliki empat sifat; iman, amal saleh, saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-‘Ashr ayat 1: 1-2. Allah bersumpah dengan waktu atau zaman, dikarenakan di dalamnya (zaman) adalah jembatan dari segi berjalannya malam dan siang. Di dalamnya, manusia menjadi orang-orang yang merugi dalam amalan, sepanjang kehidupannya; Karena manusia akan berlalu (kehidupannya) dengan sekejap. Manusia seperti pedagang, kecakapannya dan hartanya jika telah dikuasai, akan dihabiskan untuk berfoya-foya dan bersenang-senang sampai maut mendatanginya; Maka (manusia) seperti ini yang di akhirat menjadi orang-orang yang merugi.