Surah Al-Fil : Ayat 1
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَٰبِ ٱلْفِيلِ

"Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?"

Tafsir Ringkas Kemenag
Wahai nabi Muhammad atau siapa saja, tidakkah engkau perhatikan bagaimana tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah dengan menghancurkan mereka, yaitu tentara abrahah dari ethiopia yang hendak menghancurkan kakbah'2. Bukankah dia telah menjadikan tipu daya dan usaha mereka menghancurkan kakbah itu sia-sia, meski mereka datang dengan pasukan yang kuat dan persenjataan yang lengkap'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Ini merupakan nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada kaum Quraisy, karena Allah telah menyelamatkan mereka dari tentara bergajah, yang telah bertekad merobohkan Ka'bah dan menghapus bekasnya sehingga tidak ada lagi. Maka Allah memusnahkan mereka, menjadikan mereka kalah, menyia-nyiakan usaha mereka, dan meniadakan hasil kerja mereka, serta mengusir mereka dengan cara yang buruk dan mengecewakan. Mereka adalah kaum Nasrani, dan agama mereka saat itu lebih mirip keadaannya dengan apa yang dilakukan orang-orang Quraisy, yaitu menyembah berhala. Tetapi ini sebagai pendahuluan bagi pengutusan Rasulullah SAW, karena sesungguhnya di tahun itu Nabi Muhammad SAW berdasarkan pendapat yang terkenal dilahirkan. Dan seakan-akan takdir telah menetapkan bahwa (wahai orang-orang Quraisy) Kami menolong kalian bukan karena kalian lebih baik daripada orang-orang Habsyah, tetapi karena memelihara Baitul 'Atiq yang akan Kami muliakan, agungkan, dan hormati dengan diutusnya seorang nabi yang ummi, yaitu nabi Muhammad SAW penutup para nabi. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud tentang firmanNya: (burung yang berbondong-bondong) yaitu, yang bergelombang-gelombang. Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud adalah sebagian darinya mengiringi sebagian lainnya. Diriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, (dengan batu dari tanah liat yang dibakar) dia berkata yaitu tanah liat yang menjadi batu yang keras dan kokoh. Firman Allah: (Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat) (5)) yaitu rumput kering Makna yang dimaksud adalah bahwa Allah SWT membinasakan, dan menghancurkan mereka serta membalas tipu muslihat mereka dan membuat mereka marah sehingga tidak ada suatu kebaikan pun yang mereka dapatkan, dan sebagian besar dari mereka binasa, serta tidak ada yang pulang melainkan dalam keadaan terluka, sebagaimana yang dialami raja mereka, Abrahah. Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda di hari penaklukkan Makkah,”Sesungguhnya Allah telah menahan pasukan bergajah dari Makkah, dan menguasakannya kepada RasulNya dan orang-orang mukmin, dan sesungguhnya kini telah kembali kesuciannya pada hari ini juga, sebagaimana kesuciannya kemarin. Ingatlah, hendaklah orang yang hadir menyampaikannya kepada orang yang tidak hadir”
Tafsir As-Sa'di
1-5. Maksudnya, apakah kau tidak melihat Kuasa dan keagungan Allah, serta rahmatNya pada hamba-hambaNYa? Dan bukti-bukti atas keesaanNya dan kebenaran RasulNya, Muhammad, adalah apa yang dilakukan Allah terhadap para tentara bergajah yang berniat jahat terhadap Baitullah (Ka’bah) dan ingin menghancurkannya. Mereka mempersiapkan tentara untuk tujuan itu dan menyertakan gajah untuk menghancurkan Ka’bah. Mereka datang dengan rombongan yang tidak ada tandingannya bagi bangsa Arab kala itu, dari kalangan Habasyah dan Yaman. Ketika mereka sampai di dekat Makkah –kala itu bangsa Arab tidak memiliki pertahanan- para penduduk Makkah keluar meninggalkan Makkah karena takut terhadap mereka. Kemudian Allah mengirim burung yang berbondong-bondong pada mereka dengan membawa bebatuan membara yang berasal dari tanah yang terbakar. Burung-burung itu melemparkan bebatuan itu pada mereka. Bebatuan itu mengincar mereka, baik yang jauh maupun yang dekat hingga mereka semua binasa dan mereka pun seperti dedaunan yang dimakan ulat. Allah menjaga dari keburukan mereka dan membalas tipudaya mereka dalam pasukan mereka, Kisah mereka masyhur, dan itulah tahun saat dilahirkannya Rasulullah. Dan hal itu menjadi salah satu penguat dakwah dan sebagai bukti risalah beliau. Segala puji syukur hanya bagi Allah semata.
Tafsir Al-Wajiz
1-2. Bukankah kamu mengetahui wahai Nabi bagaimana Tuhanmu memperlakukan pasukan gajah yang besar itu, yaitu kaum Nasrani dari Habsyah yang sedang memimpin negeri Yaman. Mereka datang dengan dipimpin oleh Abrahah untuk menghancurkan Ka’bah yang mulia itu. Agar bangsa Arab beralih untuk mengagungkan gereja yang mereka bangun di Sana (Ibukota Negeri Yaman). Peristiwa itu terjadi 40 tahun sebelum Nabi SAW diutus. Istifham pada kalimat itu sebagai pemberitahuan. Bukankah Allah membuat tindakan buruk mereka dan pemikiran mereka yang busuk untuk menghancurkan Ka’bah itu sia-sia. Kata Adh-Dhalal asalnya bermakna menjadikan suatu perbuatan menjadi sia-sia.
Tafsir Al-Muyassar
Tidak kamu mengatahui (wahai rosul) apa yang telah dilakukan Tuhanmu terhadap pasukan gajah, yaitu Abrahah Al-habsyi bersama bala tentaranya yang hendak menghancurkan ka’bah yang diberkahi?
Tafsir Al-Madinah
1. Allah mengingatkan Rasulullah dan umatnya tentang kisah pasukan bergajah yang dipimpin oleh Abrahah al-Habasyi, yaitu bala tentara yang disokong oleh pasukan-pasukan yang mengendarai gajah. Mereka berangkat dari Yaman menuju kota Makkah dengan tujuan meruntuhkan Ka’bah. Hai Rasulullah, kamu telah mengetahui kebinasaan yang akhirnya didapat oleh pasukan itu.
Tafsir Al-Mukhtashar
1. Tidakkah engkau -wahai Rasul- mengetahui bagaimana Rabbmu bertindak terhadap Abrahah dan kawanannya, pasukan gajah ketika mereka hendak menghancurkan ka'bah?
Tafsir Zubdatut
1. ‏ (Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah) Tentara bergajah adalah kaum Nasrani yang berasal dari Habasyah yang mengusai negeri Yaman. Mereka berjalan dari Yaman untuk menghancurkan Ka’bah, ketika mereka akan memasuki kota Makkah, Allah mengirim kepada mereka burung-burung yang disebutkan pada surat ini untuk membinasakan mereka. Dan ini adalah suatu mukjizat, terjadi 40 tahun sebelum Nabi Muhammad diutus sebagai Rasul, dan sebagian orang yang menyaksikan kejadian ini masih hidup ketika Rasulullah diutus.
Tafsir Li Yaddabbaru
1 ). Jika anda memperhatikan secara teliti konteks kisah tentara gajah dalam surah ini, anda akan memahami bahwasanya hikmah terbesar dari diutusnya burung ababil untuk perlindungan ka'bah, adalah agar tidak ada tempat bagi bagi kaum musyrikin dalam penguasaan rumah Allah ini, dan pada hakikatnya mereka sebelumnya tidak pernah ada peran dalam perlindungan ka'bah, yakni dengan cara mereka melindungi ka'bah dengan kejahilan pun tidak ada, bahkan jika Nabi tidak mengajak mereka kedalam islam pun mereka tidak akan berasalan untuk melindungi ka'bah. 2 ). Penyebutan kisah kehancuran tentara gajah tidak berulang dalam al-Qur'an, dengan dua aspek : ..... 1. Bahwasanya kehancuran tentara gajah belum masuk pada pembahasan penentangan dan pendustaan mereka terhadap Rasulullah -shallahu 'alaihi wasallam-. ..... 2. Agar orang-orang musyrik tidak berbuat tipu daya dengan kedudukan mereka disisi Allah sebagaimana mereka berbuat tipu daya dengan perkataan mereka yang dijelaskan dalam ayat berikut : { } " Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian" [ at-Taubah : 19 ] . 3 ). Apakah hikmah dari pembinasaan ashabul fil ( tentara gajah ), dan minimnya pembinasaan terhadap orang-orang yang bermaksud menghancurkan ka'bah dizaman-zaman terakhir ini ? perlu diketahui bahwasanya kisah tentara gajah adalah merupakan awal dari diutusnya Rasulullah sebagai pembawa risalah Allah yang dengannya rumah Allah ini diagungkan, adapun peristiwa usaha pengrusakan ka'bah diakhir zaman ini; sesungguhnya orang-orang kafir yang menginginkan kehancuran ka'bah dan kehancuran islam dengan kezholiman dan kekufuran, sampai titik akhir mereka tidak sadar dengan perbuatan mereka, maka pada saat itulah Allah akan menjatuhkan dan membinasakan mereka, hingga akhirnya tidak tersisa satupun dari orang-orang kafir itu.
Tafsir Ash-Shaghir
Tidakkah kamu memperhatikan} tidakkah kamu mengetahui {bagaimana Tuhanmu telah melakukan sesuatu terhadap pasukan bergajah} terhadap Abrahah Al-Habsy dan pasukannya yang hendak merobohkan Ka'bah
Tafsir Hidayatul
Kekuasaan Allah Subhaanahu wa Ta'aala, keagungan-Nya, rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya, dalil-dalil terhadap keesaan-Nya, dan benarnya Rasul-Nya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pada peristiwa tentara bergajah; bagaimana tindakan Allah Subhaanahu wa Ta'aala terhadap mereka yang hendak menghancurkan rumah-Nya itu ketika penduduk di sekitar rumah-Nya itu tidak sanggup menghadapi tentara itu. Yang dimaksud dengan tentara bergajah ialah tentara yang dipimpin oleh Abrahah Gubernur Yaman yang hendak menghancurkan Ka'bah. Sebelum masuk ke kota Mekah tentara tersebut diserang burung-burung yang melemparinya dengan batu-batu sehingga mereka musnah. Disebutkan dalam riwayat, bahwa Abrahah Al Asyram membangun gereja yang megah, mewah, indah dan tinggi di Shan’a (ibukota Yaman). Orang-orang Arab menamainya dengan Al Qulayyas karena bangunannya yang tinggi, dimana orang yang melihatnya bisa membuat pecinya jatuh. Abrahah bermaksud mengalihkan hajinya orang-orang Arab dari ke Ka’bah di Mekah menuju ke gereja itu, bahkan ia umumkan hal itu di kerajaannya, namun orang-orang Arab tidak suka hal itu, bahkan orang-orang Quraisy marah karenanya, sehingga di antara mereka ada yang pergi mendatangi gereja itu dan masuk ke dalamnya lalu meletakkan kotoran di dalamnya. Ketika para juru kuncinya melihat hal itu, maka mereka melaporkan kejadikan itu kepada raja mereka, yaitu Abrahah dan mereka memberitahukan, bahwa yang melakukannya adalah sebagian orang Quraisy karena marah demi membela rumah mereka yang hendak disaingi. Maka Abrahah bersumpah akan berangkat menuju Ka’bah dan merobohkan batu-batunya satu persatu, ia pun mempersiapkan pasukannya yang terdiri dari tentara bergajah dengan maksud menghancurkan Ka’bah kemudian berangkat menuju Mekah, hingga ketika ia hampir tiba di kota Makkah, gajah-gajah malah diam dan tidak mau beranjak maju ke Ka’bah. Tetapi ketika gajah tersebut diarahkan ke arah lain, gajah-gajah tersebut bangkit dan bergegas melangkah. Saat diarahkan lagi ke Ka’bah, gajah-gajah tersebut diam. Ketika itulah, Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengirimkan burung yang berbondong-bondong untuk melempari mereka dengan batu yang berasal dari tanah yang terbakar, dan membuat mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat. Pada tahun terjadinya penyerangan tentara bergajah itu, lahir pula Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sehingga yang demikian merupakan permulaan risalah Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka segala puji bagi Allah.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Fil ayat 1: Surat ini dimulai dengan ditujukan kepada Nabi ﷺ, Allah berkata : Apakah engkau tahu wahai Nabi Allah apa yang Tuhanmu perbuat terhadap tentara bergajah ? Dan kisah dari tentara bergajah ini adalah, Abraham pada waktu itu membangung gereja besar di Shan’a (Yaman); Tujuannya agar manusia berpindah haji mereka dari Ka’bah menuju ke gereja, dimana hal tersebut membuat manusia yang berhaji ke Mekkah marah. Kemudian Abraham dengan mudahnya mengutus pasukan besar menuju Mekkah, maka ketika pasukan telah sampai di lembah Muhassir yang terletak antara Muzdalifah dan Mina, maka Allah utus bagi mereka adzab yang disebutkan dalam surat ini, dan binasalah mereka semua.