Tafsir Ringkas Kemenag
Wahai nabi Muhammad, sungguh kami telah memberimu nikmat yang banyak dan langgeng, meliputi kenikmatan duniawi maupun ukhrawi, seperti kenabian, Al-Qur'an, syafaat, telaga di surga, dan sebagainya. 2. Karena itu, sebagai rasa syukurmu kepada tuhanmu, maka laksanakanlah salat dengan ikhlas semata-mata karena tuhanmu, bukan dengan tujuan ria; dan berkurbanlah demi Allah dengan menyembelih hewan sebagai ibadah dan sarana mendekatkan diri kepada Allah.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah SAW menundukkan kepala sejenak, lalu beliau mengangkat kepala seraya tersenyum. Beliau bersabda kepada mereka, atau mereka bertanya kepada beliau SAW, "Mengapa engkau tersenyum?" Maka Rasulullah SAW menjawab, "Sesungguhnya barusan diturunkan kepadaku suatu surah" Lalu beliau membaca firmanNya: (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) (Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar (l)), sampai akhir. Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Apakah kalian tahu, apakah Al-Kautsar itu?" Mereka menjawab, "Allah dan RasulNya lebih mengetahui" Rasulullah bersabda,”Al-Kautsar adalah sebuah sungai yang diberikan kepadaku oleh Tuhanku SWT di dalam surga, padanya terdapat kebaikan yang banyak, umatku akan mendatanginya pada hari kiamat, jumlah bejana-bejananya sama dengan jumlah bintang-bintang. Sebagian besar ulama qiraat menggunakan ayat ini sebagai dalil bahwa surah ini adalah Madaniyah. Dan kebanyakan ulama fiqih berkata bahwa Basmalahnya merupakan bagian dari surah dan diturunkan bersama-sama dengannya. Adapun terkait firmanNya: (Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar (1)) Telah disebutkan dalam hadits ini bahwa Al-Kautsar adalah nama sebuah sungai di dalam surga. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Al-Kautsar adalah kebaikan yang banyak. Dan tafsir ini mencakup sungai dan nikmat lainnya. karena Al-Kautsar berasal dari “Al-Katsrah yaitu kebaikan yang banyak, dan di antaranya adalah sungai itu. Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas, Ikrimah, Sa'id bin Jubair dan Mujahid. Firman Allah: (Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah (2)) yaitu sebagaimana Kami memberimu kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat, antara lain adalah sebuah sungai yang sifatnya telah disebutkan; maka kerjakanlah shalat yang diwajibkan dan shalat sunah serta kurbanmu. Maka sembahlah Dia semata, tidak ada sekutu bagiNya; dan sembelihlah kurbanmu dengan menyebut namaNya, tidak ada sekutu bagiNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Katakanlah, "Sesungguhnya shalatku, ibadahku. hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan alam semesta (162) tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)” (163)) (Surah Al-An'am) Ibnu Abbas, ‘Ahta’, Mujahid, Ikrimah, dan Al-Hasan berkata bahwa yang dimaksud adalah menyembelih unta dan hewan lain semacamnya. Demikian juga dikatakan Qatadah dan beberapa ulama dari kalangan ulama salaf. Hal ini berbeda keadaannya dengan orang-orang musyrik yang bersujud kepada selain Allah dan menyembelih dengan menyebut nama selain Dia. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan) (Surah Al-An'am: 121). Pendapat yang benar adalah yang mengatakan, bahwa makna yang dimaksud dengan “an-nahr” adalah menyembelih hewan kurban Abu Ja'far bin Jarir berkata bahwa pendapat yang benar adalah pendapat yang mengatakan bahwa maknanya adalah,”Jadikanlah shalatmu semuanya ikhlas hanya untuk Tuhanmu, bukan untuk berhala atau tandingan selain Dia. Demikian pula kurbanmu, jadikanlah hanya untuk Dia, bukan untuk berhala-berhala. sebagai syukurmu kepadaNya atas kemuliaan dan kebaikan yang Dia khususkan untukmu yang tidak ada tandingannya dan khusus untukmu. Pendapat yang dikatakan ini amat baik Firman Allah: (Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus (3)) yaitu sesungguhnya orang yang membencimu, wahai Muhammad, dan membenci kepada petunjuk, kebenaran, bukti yang jelas, dan cahaya terang yang kamu sampaikan; dialah yang terputus, terhina, direndahkan dan terputus sebutannya. Mujahid, Sa'id bin Jubair, dan Qatadah berkata bahwa ayat ini diturunkan tentang dengan Al-’Ash bin Wa’il. Pendapat ini serupa dengan apa yang telah kami sebutkan bahwa “Al-abtar adalah orang yang mati dan terputus sebutannya. Maka orang-orang kafir Quraisy itu mengira bahwa seseorang itu apabila anak-anak lelakinya mati, maka terputuslah sebutannya. Tidaklah demikian, bahkan sebenarnya Allah mengekalkan sebutan Nabi SAW di hadapan para saksi dan mewajibkan syariatnya di atas pundak para hamba, yang akan terus berlangsung selamanya sampai hari mereka dihimpunkan dan hari kebangkitan. Semoga shalawat dan salamNya dilimpahkan kepadanya selama-lamanya sampai hari kiamat.
Tafsir As-Sa'di
1. Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad, seraya menganugerahkan karunia kepada beliau, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak,” yakni kebaikan dan karunia yang banyak, yang di antaranya adalah sungai al-Kautsar yang diberikan Allah kepadanya pada Hari Kiamat. Dan juga telaga yang panjangnya selama perjalanan sebulan dan luasnya selama perjalanan sebulan. Airnya lebih putih dari susu, dan lebih manis dari madu, jumlah gelasnya sejumlah bintang-bintang di langit dari segi banyak dan gemerlapnya. Siapapun yang meminum satu kali tegukan dari air telaga ini, maka tidak akan haus setelahnya selamanya.”
Tafsir Al-Wajiz
Keutamaan surah: Imam Ahmad mengatakan dari Anas bin Malik bahwa sesungguhnya Nabi SAW tidur sejenak kemudian tersenyum karena turunnya surah ini kepada beliau. Beliau menafsiri Al-Kautsar dengan sabdanya yaitu “Telaga yang diberikan oleh Tuhanku yang Maha Agung dan Maha Tinggi kepadaku di surga. Di dalamnya ada banyak kebaikan. Umatku akan dikembalikan kepadanya pada hari kiamat, sehingga disebut dengan telaga maurud (tempat kembali)” 1-2. Sesungguhnya kami memberimu wahai Rasulallah telaga Kautsar, yaitu kebaikan yang diberikan dalam jumlah banyak di akhir nanti, di antaranya adalah telaga di surga sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Muslim dan lainnya. Maka langgengkanlah shalat yang diwajibkan dengan ikhlas hanya karena Allah dan juga shalat hari raya sebagai rasa syukur atas nikmatNya; dan kurbankanlah hewan kurbanmu untuk Allah dengan hanya menyebut namaNya sebagai pembeda dari apa yang dilakukan bangsa Arab Jahiliyyah yang shalat dan berkurban untuk selain Allah.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami memberimu (wahai nabi), kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat, diantaranya adalah sungai al kautsar di surga yang kedua sisinya adalah tenda mutiara yang berongga dan tanah nya adalah kasturi.
Tafsir Al-Madinah
1-3. Kami -dengan keagungan dan kekuasaan Kami- telah memberikan kepadamu hai Rasulullah kebaikan yang banyak di dunia dan di akhirat, dan sungai di surga yang ada di tenda yang terbuat dari mutiara yang dipahat, dan pada dua tepi sungai itu terdapat aroma misk. Maka senantiasalah mendirikan shalat dan beribadahlah hanya kepada-Nya, dan sembelihlah hewan ternak dengan menyebut nama Allah semata sebagai bentuk rasa syukur bagi-Nya. Sungguh musuhmu yang murka terhadapmu itu telah terputus dari segala kebaikan.
Tafsir Al-Mukhtashar
1. Sesungguhnya Kami telah memberimu -wahai Rasul- kebaikan yang banyak, di antaranya sungai Al-Kauṡar di Surga.
Tafsir Zubdatut
1. (Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak) Makna () yakni sungai di surga yang Allah ciptakan untuk memuliakan Rasulullah dan umatnya.
Tafsir Li Yaddabbaru
Muqoddimah surah al-Kautsar : 1 ). Surah al-Kautsar menjelaskan ( dengan keistimewaan yang dimiliki ) tentang hakikat kebaikan yang tidak akan terwujud kecuali dengan dua perkara : -1- Pemberian yang berkesinambungan. -2- Menghindari segala hal-hal yang dapat mencemari kebaikan. Hamba yang berakal sehat tidak seharusnya sibuk dengan agama atau dunianya dengan mengedapankan perkara yang pertama tanpa menyeimbangkannya dengan perkara kedua. 2 ). Prhatikanlah susunan surat al-kautsar, kamu akan menemukan rangkaian yang menakjubkan ! Jika Allah memberikan kepadamu kebaikan yang besar ( dan yang yang paling besar itu adalah agama ini ) dan menggunakanmu untuk mengajak manusia kepadanya dan mengajarkan mereka tentang nya, dan mendedikasikan diri untuk beribadah kepada tuhanmu dengan segala bentuk ibadah yang sempurna, dan janganlah kamu berpaling kepada apa yang menjadi tipu daya musuh-musuhmu kepadamu dari kekejian hissi ataupun maknawi, dan jangan lah kamu gelisah karenya, karena sesungguhnya akibat bagi mereka adalah kerugian yang besar dan kegelisahan { } "Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus" [ al-Kautsar : 3 ]. { } ( 1 ) 1 ). Ayat ini mengisyaratkan bahwa Allah ta'ala menganugerahkan kepada Nabi-Nya segala kebaikan yang utuh, meskipun sebagian dari ummatnya merasakan sedikit dari kebaikan itu maka itu adalah berkah dari ketaatan mereka dalam ittiba' kepada Nabi mereka. 2 ). Tidaklah seseorang merasa cukup dalam segala urusan didunia kecuali berdzikir mengingat nikmat Allah ta'ala, maka kemewahan apa di dunia yang dapat digantikan dengan kautsar ?
Tafsir Ash-Shaghir
Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang banyak} kebaikan yang banyak, di antaramya adalah telaga Kautsar yang ada di surga
Tafsir Hidayatul
Seperti kenabian, Al Qur’an, syafaat, dsb. Al Kautsar juga berarti sungai di surga yang dijanjikan Allah Subhaanahu wa Ta'aala untuk Beliau. Syaikh As Sa’diy berkata, “Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman kepada Nabi-Nya memberikan nikmat kepadanya, “Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.” Yakni kebaikan yang banyak dan karunia yang melimpah yang di antaranya adalah apa yang Allah berikan kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari Kiamat berupa sungai yang disebut dengan Al Kautsar, dan telaga yang panjangnya selama sebulan, lebarnya selama sebulan, airnya lebih putih daripada susu, lebih manis daripada madu, bejananya seperti bintang-bintang di langit karena banyak dan bersinarnya. Barang siapa yang meminumnya, maka dia tidak akan haus setelahnya selama-lamanya.” Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Anas bin Malik ia berkata: « » . « ( * * ) » . « » . . « . » . . “Suatu hari ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berada di antara kami, tiba-tiba Beliau tertidur sejenak, lalu Beliau mengangkat kepalanya sambil tersenyum. Maka kami berkata, “Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Baru saja diturunkan kepadaku satu surah.” Beliau pun membacakan surah itu, “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.-- Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) Al Kautsar-- Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah-- Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).” (Terj. Al Kautsar: 1-3) Kemudian Beliau bersabda, “Tahukah kamu apa Al Kautsar?” Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya ia adalah sungai yang dijanjikan Tuhanku ‘Azza wa Jalla kepadaku, di atasnya terdapat kebaikan yang banyak; yaitu telaga yang akan didatangi umatku pada hari Kiamat, bejananya sejumlah bintang (di langit), lalu ada seorang hamba yang ditarik darinya, maka aku pun berkata, “Yaa Rabbi, sesunggunya ia termasuk umatku.” Allah berfirman, “Engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelahmu.” Ibnu Hujr –salah seorang rawi- menambahkan dalam haditsnya, “(Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) berada di antara kami di masjid.” (Hadits ini diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dan Nasa’i)
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Kautsar ayat 1: Surat ini dimulai (ditujukan) kepada Nabi ﷺ, yaitu bahwasanya Allah memberikan kebaikan yang banyak, yang terus menurus kepada Nabi ﷺ di dunia dan akhirat. Dan diantaranya adalah diberikan telaga Al Kautsar, yang barangsiapa meminumnya sekali tegukan, tidak akan pernah haus selamanya. Ini merupakan penghargaan dan pemulian atas kedudukan tinggi Nabi ﷺ.