Tafsir Ringkas Kemenag
H' m'm2. Kitab, yaitu Al-Qur'an ini diturunkan secara berangsur-angsur dari Allah yang mahaperkasa terhadap ketentuan-Nya, lagi mahabijaksana terhadap semua keputusan dan ketentuan-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Allah SWT membimbing makhlukNya untuk memikirkan tanda-tanda kekuasaanNya, nikmat-nikmatNya, dan kekuasaanNya yang besar yang dengan itu Dia menciptakan langit, bumi dan semua makhluk yang ada pada keduanya yang beragam macam dan jenisnya. yaitu para malaikat, jin, manusia, binatang-binatang melata, burung-burung, hewan-hewan pemangsa, hewan-hewan liar, berbagai jenis serangga, dan berbagai macam makhluk di dalam laut, serta pergantian siang dan malam hari yang tanpa henti, yang ini datang dengan membawa kegelapannya, dan yang lainnya dengan sinarnya. dan apa yang diturunkan Allah SWT dari langit melalui awan berupa hujan saat diperlukan, yang hal ini disebut rezeki karena dengan itu rezeki bisa didapatkan (lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya) yaitu sebelumnya bumi kering dan tandus, tidak ada tumbuhan padanya. Firman Allah: (dan pada pergerakan angin) yaitu dari selatan, utara, angin dabur dan shaba, angin darat dan angin laut, angin malam dan siang, yang antara lainnya ada yang membawa air hujan, dan ada yang menyemaikan benih, dan ada yang menjadi penyegar bagi jiwa, ada juga yang mandul tidak menghasilkan apapun, pada mulanya Allah berfirman: (benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman) Kemudian Allah berfirman, (untuk kaum yang meyakini) kemudian (bagi kaum yang berakal) Hal ini merupakan ungkapan yang bertingkat-tingkat dari suatu keadaan yang mulia kepada keadaan yang lebih mulia dan lebih tinggi, ayat ini mirip dengan apa yang disebutkan di dalam surah Al-Baqarah melalui firmanNya SWT (Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan (164)) (Surah Al-Baqarah)
Tafsir As-Sa'di
1-2. Allah mengabarkan suatu kabar yang mengandung perintah untuk mengagungkan dan memperhatikan al-qur’an. Al-qur’an “kitab (ini) diturunkan dari Allah,” yang diibadahi dan disembah karena memiliki sifat-sifat sempurna serta hanya Dia sendiri yang memilki berbagai nikmat, yang bagiNyalah keperkasaan serta hikmah (kebijaksanaan) yang sempurna.
Tafsir Al-Wajiz
Keutamaan dan turunnya surah al-Jatsiyah: dari Ibnu ‘Abbas: “Surah al-Jatsiyah diturunkan di Makkah sebelum Hijrah pada masa Umar Ibn Khattab, ketika itu, Umar dicaci oleh salah seorang laki-laki musyrik, ketika itu, Umar hendak membalasnya, lantas Allah menurunkan ayat (14): 1. Haa, miiim, sebagaimana yang tersebut dalam surah sebelumnya.
Tafsir Al-Muyassar
(Ha Mim). Pembicaraan tentang huruf-huruf terpenggal ( di awal surat seperti ini) telah lewat di awal Surat al-Baqarah.
Tafsir Al-Madinah
1. Pada awal surat al-Baqarah telah dijelaskan tentang huruf muqattha’ah, dan hikmah dari penyebutan huruf muqattha’ah ini adalah untuk menjelaskan sisi mukjizat al-Qur’an.
Tafsir Al-Mukhtashar
1. Ḥā Mīm. Pembahasan tentang huruf-huruf semacam ini sudah ada di awal surah Al-Baqarah.
Tafsir Ash-Shaghir
Ḥā Mīm
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Jatsiyah ayat 1: (Ha Mim) hanya Allah sajalah yang mengetahui arti dan maksudnya.