Surah Al-Alaq : Ayat 1
ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Wahai nabi, bacalah apa yang Allah wahyukan kepadamu dengan terlebih dahulu menyebut nama tuhanmu yang menciptakan segala sesuatu dengan keesaan-Nya. 2. Dia telah menciptakan manusia yang sempurna bentuk dan pengetahuannya dari segumpal darah, sebagai kelanjutan dari fase nutfah. Setelah itu berturut-turut akan terbentuk sekepal daging, tulang, pelapisan tulang dengan daging, dan peniupan roh.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Diriwayatkan dari Aisyah, dia berkata,”Permulaan wahyu yang disampaikan kepada Rasulullah SAW berupa mimpi yang benar dalam tidur, dan beliau tidak sekali-kali melihat suatu mimpi, melainkan datangnya mimpi itu bagaikan sinar pagi hari. Kemudian dijadikan bagi beliau menyendiri, dan beliau datang ke gua Hira, lalu melakukan ibadah di dalamnya selama beberapa malam yang berbilang dan untuk itu beliau membawa bekal. Kemudian beliau pulang ke rumah Khadijah dan mengambil bekal lagi untuk melakukan hal yang sama, sampai beliau dikejutkan dengan datangnya wahyu saat di gua Hira. Malaikat yang membawanya masuk ke dalamnya menemui beliau, lalu berkata, "Bacalah!" Rasulullah SAW melanjutkan kisahnya, aku menjawabnya, "Aku bukanlah orang yang pandai membaca" Maka malaikat itu memegangku dan mendekapku sehingga aku kelelahan olehnya, setelah itu dia melepaskanku dan berkata lagi, "Bacalah!" lalu aku menjawab, "Aku bukanlah orang yang pandai membaca" Malaikat itu kembali mendekapku untuk kedua kalinya sehingga aku kelelahan, lalu melepaskan aku dan berkata, "Bacalah!" Aku menjawab, "Aku bukanlah orang yang pandai membaca" Malaikat itu kembali mendekapku untuk ketiga kalinya sehingga aku kelelahan, lalu dia melepaskan aku dan berkata: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan (1)) sampai dengan firmanNya: (apa yang tidak diketahuinya) Wahyu Al-Qur'an pertama yang diturunkan adalah ayat-ayat yang mulia dan diberkahi ini. Ayat-ayat ini merupakan permulaan rahmat Allah yang dia berikan kepada para hambaNya, dan merupakan nikmat yang pertama diberikan Allah kepada mereka. Di dalamnya terkandung peringatan atas asal mula penciptaan manusia, yaitu dari darah yang menempel. Dan bahwa di antara kemurahan Allah SWT adalah Dia telah mengajarkan kepada manusia apa yang tidak dia ketahui. Jadi Allah memuliakan dan menghormati manusia dengan ilmu. Dan itulah yang merupakah takaran yang membedakan antara nabi Adam dengan malaikat. Ilmu itu terkadang berada di hati, di lisan, dan terkadang di dalam tulisan tangan. Berarti ilmu itu mencakup tiga aspek, yaitu di hati, lisan, dan tulisan. Sedangkan yang di tulisan menunjukkan adanya penguasaan pada kedua aspek lainnya, tetapi tidak sebaliknya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah (3) Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam (4) Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (5))
Tafsir As-Sa'di
1. Ini adalah surat pertama yang turun kepada Rasulullah sebagai prinsip-prinsip kenabian pada saat beliau belum mengetahui apa itu al-Quran dan apa itu iman. Jibril mendatangi beliau dengan membawa risalah dan memerintahkan beliau untuk membaca. Lalu Allah menurunkan padanya, “Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan,” yakni menciptakan makhluk secara umum.
Tafsir Al-Wajiz
1-2. Mulailah wahai Muhammad bacaan Al-Qur’anmu dengan menyebut nama Tuhanmu, atau meminta pertolongan kepadaNya, yaitu Dzat yang Maha menciptakan segala sesuatu. Penciptaan adalah nikmat yang paling awal. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah, yaitu gumpalan darah yang memadat
Tafsir Al-Muyassar
1-5. Bacalah (wahai nabi), apa yang diturunkan kepadamu, dengan mengawalinya dengan menyebut nama tuhanmu yang esa dalam penciptaan. Yang menciptakan manusia dari segumpal daging kental yang merah. Bacalah (wahai nabi) apa yang diturunkan kepadamu, sesungguhnya kebaikan tuhanmu banyak,kemurahan NYA melimpah, Yang mengajari makhluk Nya menulis dengan pena, Mengajari manusia apa yang belum diketahuinya, dan memindahkannya dari kegelapan kebodohan menuju cahaya ilmu.
Tafsir Al-Madinah
1-2. Ini merupakan wahyu yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad ketika beliau beribadah di gua Hira. Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Nabi yang ‘ummi’ ini akan menjadi orang yang membacakan kitab Allah, meski sebelumnya beliau tidak dapat melakukannya. Allah berfirman: Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun… (al-Ankabut: 48). Yakni sebelum al-Qur’an diturunkan. Dan yang dimaksud dengan perintah membaca ini adalah membaca al-Qur’an yang diwahyukan kepadanya dan memulainya dengan menyebut nama Allah Sang Pencipta; karena menyebutkan selain-Nya adalah hal yang batil. Karena ini merupakan saat dimulainya dakwah menuju tauhid, maka penting untuk disebutkan sifat yang paling kuat dalam menunjukkan ketauhidan Allah (yaitu Yang Maha Menciptakan). Dalam kata ( ) menunjukkan awal penciptaan manusia dan tahapan-tahapannya; dan () adalah segumpal darah kental, yang sebelumnya berasal dari air mani laki-laki dan perempuan; kemudian melalui tahap-tahap penciptaan selanjutnya sesuai dengan yang Allah tetapkan.
Tafsir Al-Mukhtashar
1. Bacalah -wahai Rasul- apa yang diwahyukan Allah kepadamu, dimulai dengan membaca nama Rabbmu yang telah menciptakan seluruh makhluk.
Tafsir Zubdatut
1-2. (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu) Hai Muhammad, awalilah bacaanmu dengan nama Tuhanmu. Pendapat lain mengatakan: yakni bacalah dengan meminta pertolongan dengan nama-Nya. (Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah) Berawal dari air mani, kemudian dengan kuasa Allah menjadi segumpal darah yang membeku.
Tafsir Li Yaddabbaru
1 ) . Jika hati telah lalai dan jahil akan keagungan Rabbnya, dia akan berani melakukan segala yang ia inginkan walau hal itu terlarang, maka bukalah untuk hatimu pintu-pintu pengetahuan tentang tuhanmu dengan cara : memperbanyak mengamati dan mengambil pelajaran dari alam ciptaan Allah ini, dan selalu mentadabburi ayat-ayat yang terkandung dalam kitab-kitab Nya, oleh karena itu Allah memulai kitab-Nya ( al-Qur'an ) pada surah al-'Alaq dengan ( ) bacalah yang merupakan pintu segala ilmu. 2 ) . Surah al-'Alaq diawali dengan kata { } yaitu kunci ilmu yang dijelaskan dengan ayat : { } , dan dikhiri dengan ayat : { } dari surah ini dijelaskan bagaimana pedoman kebenaran yang orang-orang yahudi tersesat darinya karena mereka tidak mengetahui kebenaran ini dengan ilmu mereka, dan orang-orang nashrani yang menyembah Allah dengan kebodohan dan kesesatan, maka satu-satunya jalan lurus yang patut bagi setiap orang mengikutinya adalah : menyembah Allah dengan ilmu dan pikiran yang cemerlang. 1-5 1 ) . Pada 5 ayat ini setidaknya ada 9 permasalah yang satu sama lainnya saling berkaitan pada permasalahan sebab-musabab, juga saling berkaitan pada perkara umum dan khusus, serta keterkaitan satu sama lainnya pada pendalilan, pada semuanya adalah merupakan manhaj yang merupaka keistiwaan kita yang mulia ini, dan semua ini juga merupakan perkara yang sangat penting, Ibnu Taimiyah megisyaratkan bahwa surah ini dan surah-surah semisalnya adalah surah-surah yang didalamnya terdapat keajaiban-keajaiban, salah satu pemicunya adalah adanya ayat pertama dalam risalah islam. 2 ) . Pada firman Allah : { } adalah isyarat yang mengajarkan bahwa kunci utama dari kemajuan dan perkembangan suatu peradaban ( dalam pandangan islam ) adalah dengan ilmu pengatahuan, bukan pada kemajuan kekayaan dan kekuatan pertahanan. 3 ) . { } "Bacalah" Adalah kata pertama yang di wahyukan kepada Rasulullah muhammad, perhatikan isyarat yang terkandung didalamnya, dan susunan hurufnya : : membaca , : : meninggi , : mengobati, dari tiga kata ini masing-masing memilki sejumlah huruf yang sama, dan maknanya pun saling berkaitan satu sama lainnya, maka mengandung makna : pintu ilmu ( mebaca ), dan itu merupakan sesuatu yang dapat meninggikan derajat seseorang, dalam ayat Allah berfirman : { } : "" juga berarti "" keduanya berarti tinggi, adapun kata "" berarti pengobatan ruqyah dengan bacaan-bacaan yang diajarkan syari'at, sungguh menakjubkan al-Qur'an ini ! 4 huruf yang merupakan kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. 4 ) . Barangsiapa yang mentadabburi al-Qur'an akan jelas baginya bahwa Allah tuhan yang maha agung senantiasa mengingatkan hamba-Nya akan nikmat penciptaan alam semesta, agar mereka senantiasa mengingat dan mensyukuri nikmat yang sangat besar ini, diantara cara mensyukuri nikmat itu adalah : hak Allah atas hamba-Nya dalam penghambaan dan peribadatan hanya kepada-Nya dengan segala macamnya, mengimani adanya hari berbangkit dan hakikat kehidupan akhirat, dan ketetapan hikmah dan keilmuan Allah dalam syari'at-Nya dan kekuasaan-Nya, serta tawadu' yang terus berkelanjutan dan menjauh dari sifat sombong.
Tafsir Ash-Shaghir
Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan
Tafsir Hidayatul
Surah ini adalah surah yang pertama kali turun kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam; turun pada awal-awal kenabian ketika Beliau tidak mengetahui apa itu kitab dan apa itu iman, lalu Jibril ‘alaihis salam datang kepada Beliau membawa wahyu dan menyuruh Beliau membaca, ia berkata, “Bacalah”. Dengan terperanjat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, “Saya tidak dapat membaca.” Beliau lalu direngkuh oleh Malaikat Jibril hingga merasakan kepayahan, lalu dilepaskan sambil disuruh membacanya sekali lagi, “Bacalah.” Tetapi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam masih tetap menjawab, “Aku tidak dapat membaca.” Begitulah keadaan berulang sampai tiga kali, dan pada ketiga kalinya Jibril berkata kepadanya, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan--Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah--Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah--Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam--Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Terj. Al ‘Alaq: 1-5). Yakni yang menciptakan semua makhluk. Pada ayat selanjutnya disebutkan secara khusus manusia di antara sekian ciptaan-Nya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-‘Alaq ayat 1: 1-2. Allah memulai dalam surat ini dengan memerintahkan Nabi-Nya Muhammad ﷺ untuk membaca Al Qur’an awal pertama kali dengan meminta pertolongan dengan nama Allah yang telah menciptakan segala sesuatu. Kemudian Allah menjelaskan dari sisi kekhususan yaitu Ia yang menciptkan manusia (dan ia adalah makhluk termulia dari semua makhluk) yang diciptkan dari Al Alaq. Dan Alaq adalah darah yang beku yang menempel di rahim, dan darah yang beku ini hasil pertemuan mani yang keluar dari laki-laki dengan ovum yang keluar dari perempuan, dan setelah berkumpul maka jadilah segumpal darah dari keduanya secara bersamaan.