Tafsir Ringkas Kemenag
Al-qur'an adalah kitab suci yang mulia. Sesungguhnya kami telah menurunkannya untuk pertama kali kepada nabi Muhammad di gua hira, atau menurunkannya secara sekaligus dari lau' ma'f'' ke baitul 'izzah di langit dunia, pada malam qadar, malam kemuliaan dan ke agungan. 2. Dan tahukah kamu, wahai nabi Muhammad, apakah malam kemuliaan dan keagungan itu' ungkapan lailatul qadr baru disebut oleh Al-Qur'an dalam ayat pertama surah ini sehingga Allah perlu menjelaskan artinya dan menggugah perhatian nabi tentangnya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al-Qur'an di malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan, sebagaimana Allah SWT berfirman: (sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkati) (Surah Ad-Dukhan: 3) yaitu Lailatul Qadar yang ada dalam bulan Ramadhan, sebagaimana Allah SWT berfirman: ((Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan)Al-Qur’an) (Surah Al-Baqarah: 185) Ibnu Abbas dan lainnya berkata bahwa Allah SWT menurunkan Al-Qur'an sekaligus dari Lauhil Mahfuz ke Baitul 'Izzah di langit dunia. Kemudian diturunkan secara terpisah-pisah sesuai dengan kejadian-kejadian dalam masa dua puluh tiga tahun kepada Rasulullah SAW. Kemudian Allah SWT berfirman seraya mengagungkan perkara Lailatul Qadar yang dikhususkan dengan diturunkan di dalamnya. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (2) Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan (3)) Karena melakukan ibadah di malam Lailatul Qadar sebanding pahala melakukan ibadah selama seribu bulan, telah disebutkan di dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa yang melakukan shalat di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mengharapkan pahala Allah, maka diampunilah baginya semua dosanya yang terdahulu” Firman Allah: (Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan (4)) yaitu banyak malaikat yang turun di malam kemuliaan ini karena banyaknya keberkahannya. Dan para malaikat turun bersamaan dengan turunnya keberkahan dan rahmat, sebagaimana mereka turun ketika Al-Qur'an dibacakan dan mengelilingi perkumpulan yang melakukan dzikir dan meletakkan sayap mereka menaungi orang yang menuntut ilmu dengan benar karena menghormatinya. Adapun tentang kata “ar-ruh” di sini, dikatakan bahwa yang dimaksud adalah malaikat Jibril yang hal ini termasuk “athaf khas ‘alal ‘am”. Dikatakan juga bahwa “ar-ruh” adalah malaikat tertentu, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam surah An-Naba’. Hanya Allah yang lebih Mengetahui. Diriwayatkan dari Mujahid tentang firmanNya: (Malam itu (penuh) kesejahteraan) dia berkata, yaitu penuh keselamatan, setan tidak mampu berbuat keburukan atau melakukan gangguan padanya. Qatadah dan lainnya berkata yaitu semua urusan ditetapkan di dalamnya dan semua ajal serta rezeki ditakdirkan, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (4)) (Surah Ad-Dukhan) Firman Allah: (Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (5)) diriwayatkan dari Asy-Sya'bi tentang firmanNya: (untuk mengatur segala urusan (4) Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (5)) dia berkata yaitu salamnya para malaikat di malam Lailatul Qadar kepada orang-orang yang ada di dalam masjid sampai fajar terbit. Qatadah dan Ibnu Zaid berkata tentang firmanNya: (malam itu (penuh) kesejahteraan) yaitu semuanya baik, tidak ada suatu keburukan pada malam itu sampai matahari terbit
Tafsir As-Sa'di
1. Allah berfirman menjelaskan keutamaan al-Quran dan tingginya derajat al-Quran. “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan.” Hal itu karena Allah mulai menurunkan al-Quran di bulan Ramadhan pada malam qadar, dengannya Allah merahmati seluruh hamba secara umum yang tidak mampu dihargai oleh manusia. Disebut malam qadar karena agungnya kemuliaan malam itu dan keutamaannya di sisi Allah, karena pada malam itu Allah menentukan ajal, rizki, dan ketentuan-ketentuan takdir selama satu tahun.
Tafsir Al-Wajiz
1. Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Qur’an. Awal turunnya Al-qur’an adalah di malam yang agung dan penuh kemuliaan di antara malam-malam bulan Ramadhan
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya Kami menurunkan al-qu’an dimalam yang mulia dan utama, yaitu salah satu malam dibulan Ramadhan.
Tafsir Al-Madinah
1-3. Kami -dengan keagungan dan kekuasaan Kami yang sempurna-menurunkan al-Qur’an pada malam lailatul qadar. Allah menurunkannya ke langit dunia sekaligus dari lauhul mahfuzh pada malam itu. Malam lailatul qadar merupakan malam dimulainya penurunan al-Qur’an, malam ini memiliki kemuliaan dan keutamaan karena mengandung banyak keberkahan, malam ini terdapat pada bulan Ramadhan, sesuai dengan firman Allah: Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran… (al-Baqarah: 185). Dan apa yang kamu ketahui tentang lailatul qadar? Itu adalah malam yang lebih baik daripada masa seribu bulan, karena pada malam itulah al-Qur’an diturunkan, terdapat berbagai amal shalih, dan pahala yang dilipatgandakan.
Tafsir Al-Mukhtashar
1. Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur`ān sekaligus ke langit dunia sebagaimana kami mulai menurunkannya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan.
Tafsir Zubdatut
1. (Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan) Yakni al-Qur’an diturunkan sekaligus dari lauhul mahfuzh pada malam lailatul qadar ke langit dunia, kemudian diturunkan kepada nabi setahap demi setahap sesuai kebutuhan dalam kurun 23 tahun. Malam lailatul qadar adalah salah satu malam dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, dan terdapat banyak hadits yang berbeda-beda dalam penentuan malam lailatul qadar tersebut.
Tafsir Li Yaddabbaru
1 ) . Diantara tanda keagungan al-Qur'an ada tiga sisi yang disebutkan dalam surah ini : a. Kata kerja yang berarti diturunkan dalam surah ini hanya dinisbatkan kepadanya ( al- Qur'an ) tanpa adanya penisbatan kepada selainnya. b. Bahwasanya penyebutan al-Qur'an dalam surah ini dengan dhomir ( kata ganti ), adalah merupakan bukti akan kepastian makna yang terkandung didalamnya. c. Dan kemuliaan waktu yang didalamnya al-Qur'an ini diturunkan. 2 ) . Betapa banyak nyawa kaum muslimin telah pergi padahal mereka adalah jiwa-jiwa yang rindu akan bertemu dengan malam yang dimuliakan oleh Allah ini ! bukankah didalamnya sebaik-baik ucapan itu diturunkan ? dan bukankah Allah menjadikan malam ini lebih baik dari masa seribu bulan lamanya ? dan tidakkah dalam satu malam ini para Malaikat yang mulia turun dengan membawa rahmat Allah ? sungguh orang-orang yang bertemu dengan malam ini adalah orang-orang yang paling beruntung.
Tafsir Ash-Shaghir
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya} sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an dalam satu jumlah dari Lauhil Mahfudz ke langit bumi {pada Lailatul qadar
Tafsir Hidayatul
Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman menerangkan keutamaan Al Qur’an dan ketinggian kedudukannya. Malam kemuliaan dikenal dengan malam Lailatul Qadr, yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan dan kebesaran, karena pada malam itu permulaan turunnya Al Quran. Menurut Syaikh As Sa’diy, dinamakan Lailatul Qadr karena besarnya kedudukannya dan keutamaannya di sisi Allah, demikian pula karena pada malam itu ditentukan apa yang akan terjadi dalam setahun berupa ajal, rezeki dan ketentuan-ketentuan taqdir. Ibnu Abbas berkata, “Allah menurunkan Al Qur’an secara sekaligus dari Lauh Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia, kemudian turun secara berangsur-angsur sesuai situasi dan kondisi selama 23 tahun kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.” Malam tersebut adalah malam yang penuh berkah. Barang siapa yang melakukan qiyamullail pada malam itu karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu sebagaimana disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Qadr ayat 1: 1-2. Allah mengabarkan kepada Nabi-Nya (Muhammad ﷺ) bahwasanya Allah menurunkan Al Qur’an ini pada malam Al Qadar. Kemudian Allah berkata : Apa yang engkau ketahui wahai Nabi Allah tentang malam Al Qadar ? Telah disebutkan bahwa Al Qur’an semuanya diturunkan dari Lauhul Mahfudz kemudian menuju langit dunia pada malam Al Qadar, kemudian turun perlahan-lahan (satu persatu) atas Nabi ﷺ sesuai dengan kejadian-kejadian nyata dan sesuai dengan apa yang Allah kehendaki atas alur kehidupannya (Nabi ﷺ) dari awal tahun pembebanan kerisalahan sampai menjelang tahun wafatnya. Dinamakan malam Al Qadar karena Allah mentakdirkan di dalamnya kejadian-kejadian pada keseluruhan tahun.