Surah Al-Adiyat : Ayat 10
وَحُصِّلَ مَا فِى ٱلصُّدُورِ

"dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan tidakkah mereka mengetahui nasibnya bila apa yang tersimpan di dalam dada dilahirkan, baik itu keimanan maupun kekafiran' kelakuan seseorang adalah cerminan isi hatinya. Buruknya perilaku seseorang merupakan pertanda buruknya hati orang tersebut, demikian sebaliknya. 11. Sungguh, tuhan mereka pada hari itu mahateliti terhadap keadaan mereka. Allah mencatat dengan rinci dan detail apa yang dilakukan manusia. Dengan bukti itu Allah akan menghisab dan memberi balasan yang sesuai kepada mereka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-11 Allah SWT bersumpah dengan menyebut kuda apabila dilarikan di jalan Allah, maka ia lari dengan kencangnya dan suara napasnya yang keras saat lari (dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya) (2)) yaitu suara detak teracaknya ketika menginjak batu-batuan, lalu keluarlah percikan api darinya. (dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi (3)) yaitu mengadakan serangan di waktu pagi, sebagaimana Rasulullah SAW mengadakan serangan di waktu subuh, maka apabila beliau mendengar suara azan di kabilah yang akan diperangi, beliau mengurungkan. Dan apabila tidak, maka menyerangnya. Firman Allah: (maka ia menerbangkan debu (4)) yaitu debu di tempat kuda-kuda mereka sedang bertempur. (dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh (5)) yaitu kuda-kuda tersebut berada di tengah-tengah peperangan. (dan kuda yang mencetuskan bunga api dengan pukulan (kuku kakinya) (2)) yaitu dengan teracaknya. Dikatakan bahwa kuda-kuda itu menyalakan peperangan di antara para penunggangnya. Pendapat itu dikatakan Qatadah. Diriwayatkan dari Mujahid tentang firmanNya: (dan kuda yang mencetuskan bunga api dengan pukulan (kuku kakinya) (2)) yaitu tipu muslihat peperangan. Ibnu Jarir berkata bahwa pendapat yang benar adalah yang pertama. yaitu bahwa makna yang dimaksud adalah kuda ketika memercikkan api dari kaki teracaknya. Firman Allah: (dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi (3)) Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah berkata bahwa makna yang dimaksud adalah pasukan berkuda yang menyerang di pagi hari di jalan Allah. (maka ia menerbangkan debu (4)) yaitu tempat yang kuda-kuda dan unta-unta itu, baik dalam ibadah haji atau peperangan. Firman Allah: (dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh (5)) Ikrimah, Qatadah, dan Adh-Dhahhak berkata bahwa makna yang dimaksud adalah kumpulan musuh yang kafir. Bisa ditafsirkan bahwa kuda-kuda itu berkumpul di tengah-tengah tempat pertempuran. Jadi kata (jam'a) dimanshub menjadi hal yang menegaskan. Firman Allah: (sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya (6)) Ini adalah subjek sumpah, bahwa sesungguhnya manusia itu benar-benar mengingkari nikmat-nikmat Tuhannya. Ibnu Abbas, Mujahid, Al-Hasan, Qatadah, dan Ibnu Zaid berkata bahwa kata “al-kanud” adalah orang yang ingkar. Al-Hasan berkata bahwa itu adalah orang yang mengingat musibah dan melupakan nikmat-nikmat Tuhannya. Firman Allah: (dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya (7)) Qatadah berkata bahwa sesungguhnya Allah menyaksikan hal itu. Bisa ditafsirkan bahwa dhamir itu merujuk kepada manusia, jadi bentuknya adalah sesungguhnya manusia itu benar-benar menyaksikan keingkaran dirinya, yaitu dengan ucapan dan keadaannya, yaitu hal itu tampak baginya dalam ucapan dan perbuatannya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedangkan mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir) (Surah At-Taubah: 17) Firman Allah: (dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta (8)) yaitu sesungguhnya kecintaannya kebaikan, yaitu kepada harta itu sangat besar. Tentang ini ada dua pendapat; pendapat pertama adalah bahwa sesungguhnya manusia itu sangat mencintai harta. Pendapat kedua bahwa sesungguhnya karena kecintaannya kepada harta, dia menjadi orang yang serakah dan kikir. Keduanya benar. Kemudian Allah SWT berfirman agar berzuhud terhadap dunia dan menganjurkan untuk menyukai akhirat, dan memperingatkan tentang apa yang akan terjadi setelah kehidupan ini, yaitu kengerian yang akan dihadapi manusia (Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur? (9)) yaitu, Dia mengeluarkan orang-orang yang telah mati dari dalamnya (dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada (10)) Ibnu Abbas dan lainnya berkata bahwa maknanya adalah apabila ditampakkan apa yang selama itu mereka sembunyikan dalam diri mereka (sesungguhnya Tuhan mereka pada hari ini Maha Mengetahui keadaan mereka (11)) yaitu benar-benar mengetahui semua yang mereka lakukan dan kerjakan, dan Dia akan membalaskan mereka dengan balasan yang sempurna; Dia tidak akan berbuat zalim bahkan seberat dzarrah pun.
Tafsir As-Sa'di
9-10. karena itu Allah berfirman memberi anjuran bagi manusia agar takut akan hari yang diancamkan tersebut, “Maka apabila dia tidak mengetahui,” yakni apakah manusia yang terpedaya itu tidak mengetahui, “apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,” yakni Allah akan mengeluarkan manusia dari kubur untuk dikumpulkan dan dibangkitkan, “dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,” artinya, apa yang ada di dalam dada akan menjadi nampak nyata berupa simpanan-simpanan kebaikan dan keburukan, sehingga rahasia menjadi nampak terang dan yang batin menjadi nyata, serta nampak di hadapan para manusia sebagai akibat perbuatan-perbuatan mereka.
Tafsir Al-Wajiz
9-11. Apakah dia tidak mengerti jika dihamburkan dan dikeluarkan sesuatu dari bumi yaitu jasad-jasad orang mati. Ketika mereka dibangkitkan kemudian diperlihatkan dan dikumpulkan sesuatu yang tersembunyi dibalik dadanya berupa kebaikan dan keburukan atau niat baik dan niat buruk. Sesungguhnya Tuhan mereka Maha Mengetahui tentang mereka.Tidak ada yang dapat mereka sembunyikan, dan Dia membalas semua amal perbuatan mereka pada hari itu (kiamat)
Tafsir Al-Muyassar
Dan mengeluarkan apa yang tersimpan dalam hati berupa kebaikan atau keburukan.
Tafsir Al-Mukhtashar
10. Dan ditampakkan serta diperjelas segala niat, keyakinan dan lainnya yang ada di dalam hati.
Tafsir Zubdatut
10. (dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada) Yakni dipisahkan antara kebaikan dan keburukan yang ada di dalamnya.
Tafsir Li Yaddabbaru
9-10 Kesesuaian antara dua ayat ini adalah bahwasanya dibangkitkannya apa yang ada didalam kubur dari jasad-jasad manusia dari perut bumi, dan ditampakkannya apa-apa yang ada didalam dada manusia, adalah keduanya bermakna menyembunyikan, dan menutupi atau menyimpan, dikeluarkannya apa yang ada didalam kubur yakni apa yang simpan oleh bumi, dan ditampakkannya apa yang ada didalam dada yakni apa yang disimpan oleh dada manusia.
Tafsir Ash-Shaghir
Dan ditampakkan} ditampakkan {apa yang ada di dalam dada
Tafsir Hidayatul
Seperti kekufuran dan keimanan, niat yang buruk dan niat yang baik.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-‘Adiyat ayat 10: 9-10. Allah menegur mereka manusia yang tidak berterima kasih (kepada Allah) dengan berkata : Tidakkah orang bodoh lagi keras kepala dan ingkar akan nikmat Allah ini mengetahui, bahwa akibat dan adzabnya menunggunya di hari kiamat; Dimana kubur terombang-ambing dan tercerai berai apa yang ada di dalamnya yaitu mayit ? Dan Allah menampakkan apa yang ada dalam dada-dada mereka dan tersingkap apa yang dari kebaikan dan keburukan.