Surah Al-Hajj : Ayat 10
ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّٰمٍ لِّلْعَبِيدِ

"(Akan dikatakan kepadanya): “Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya”."

Tafsir Ringkas Kemenag
Pada hari kiamat akan dikatakan kepada orang kafir, 'hukuman itu diberikan kepada kamu, karena perbuatan yang dilakukan dahulu oleh kedua tanganmu, menolak agama Allah dan berusaha menyesatkan manusia dari jalan Allah, dan Allah sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya dengan menghukum mereka yang tidak bersalah. 11. Di antara umat islam, ada yang beragama secara total, tetapi ada pula yang beragama di pinggirannya saja. Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi, karena rasa beragamanya tidak meresap ke dalam hati dan tidak mengakar ke dalam jiwa. Maka jika dia memperoleh kebajikan duniawi karena keislamannya, dia merasa puas, dan sebaliknya jika dia ditimpa suatu cobaan, baik dirinya maupun keluarganya, dia segera berbalik ke belakang, kembali kepada agama lama. Dia menjadi orang murtad, rugi di dunia, karena dinilai tidak punya pendirian dan rugi di akhirat, karena kekal di dalam neraka. Kerugian di akhirat dengan dimasukkan ke dalam neraka itulah kerugian yang nyata.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 8-10 Setelah menyebutkan tentang keadaan orang-orang yang tersesat, bodoh dan taqlid dalam firmanNya: (Di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap setan yang sangat jahat (3)) (Surah Al-Hajj) Allah menyebutkan tentang keadaan orang-orang yang menyeru kesesatan dari kalangan pemimpin kekafiran dan ahli bid'ah dengan berfirman: (Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya (8)) yaitu tanpa alasan yang benar, dalil naqli yang jelas, bahkan hanya berdasarkan pendapat dan hawa nafsu. Firman Allah: *dengan memalingkan lambungnya) Ibnu Abbas dan lainnya berkata, yaitu “Ketika diajak menuju kebenaran, maka dia enggan”. Mujahid, Qatadah, dan Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam tentang firmanNya: (dengan memalingkan lambungnya) yaitu memutar lehernya, yaitu berpaling dari kebenaran yang diserukan kepadanya karena kesombongannya. Sebagaimana firmanNya: (Dan juga kepada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir'aun dengan membawa mukjizat yang nyata (38) Maka dia (Fir'aun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya (39)) (Surah Adz-Dzariyat), (Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul, " niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu (61)) (Surah An-Nisa’), (Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah (beriman), agar Rasul memintakan ampunan bagi kalian, " mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling, sedangkan mereka menyombongkan diri (5)) (Surah Al-Munafiqun), dan (Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)) (Surah Luqman: 18) yaitu kamu berpaling dari mereka dengan rasa sombong atas mereka. Allah SWT berfirman (Dan apabila dibacakan kepadanya1 ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih(7)) (Surah Luqman), Firman Allah: (untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah) Sebagian ulama berkata bahwa ini adalah Lam yang menunjukkan akibat, karena terkadang dimaksudkan untuk itu. Bisa juga mengandung lam ta’lil. Kemudian makna yang dimaksud orang-orang yang ingkar, atau bisa juga maknannya bahwa orang yang berwatak demikian tidak lain Kami menjadikan dia memiliki akhlak rendah agar Kami menjadikan dia termasuk orang yang menyesatkan manusia dari jalan Allah. Kemudian Allah SWT berfirman: (Ia mendapat kehinaan di dunia) yaitu kehinaan dan kerendahan, sebagaimana dia angkuh terhadap ayat-ayat Allah. Maka Allah membalasnya dengan kehinaan di dunia dan menghukumnya di dunia sebelum akhirat, karena dunia adalah tujuan hidup dan batas pengetahuannya (dan di hari kiamat Kami merasakan kepadanya azab neraka yang membakar (9) (Akan dikatakan kepadanya), "Yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu") yaitu hal ini dikatakan terhadapnya sebagai kecaman dan celaan (dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hambaNya) sebagaimana firmanNya: (Peganglah dia, kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka (47) Kemudian luangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang amat panas (48) Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia (49) Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kamu meragukannya (50)) (Surah Ad-Dukhan) Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Al-Hasan bahwa telah sampai kepadaku bahwa seseorang dari mereka dibakar sebanyak tujuh puluh ribu kali dalam sehari.
Tafsir As-Sa'di
9-10. Disamping itu, dia “memalingkan lambungnya,” memiringkan badan bagian samping dan lehernya. Ini merupakan sebuah kinayah (kiasan) mengenai keangkuhan mereka terhadap al-haq dan pelecehan mereka terhadap sesame manusia. Sungguh, dia merasa gembira dengan ilmunya yang tidak berguna dan merendahkan para pembela kebenaran dan kebenaran yang mereka sandang “untuk menyesatkan,” orang-orang. Maksudnya, agar dia menjadi bagian orang-orang yang mempropagandakan kesesatan. Termasuk dalam konteks ini, semua tokoh kekkufuran dan kesesatan. Selanjutnya, Allah menerangkan hukuman duniawi dan ukhrawi (yang mesti menimpa mereka). Allah berfirman, “Ia mendapat kehinaan di dunia,” terbukalah kedok buruknya di dunia ini sebelum di akhirat. Peristiwa ini termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat menakjubkan. Engkau tidak akan menjumpai seorang penyeru dari kalangan propagandis kekufuran dan kesesatan melainkan pasti dia menerima kemarahan, kutukan, kebencian dan celaan di tengah kalangan manusia yang pantas dia terima. Masing-masing tergantung dengan keadaannya. “Dan di Hari KIamat, Kami merasakan kepadanya azab neraka
Tafsir Al-Wajiz
10. Penghinaan dan siksa itu disebabkan oleh perbuatan maksiat dan kekufuran kalian. Allah sesungguhnya Allah sekali-kali tidak mendholimi atau menganiaya hamba-hamba-Nya, sehingga menjadikan-Nya mengazab tanpa adanya dosa. Itu semua adalah balasan atas perbuatan mereka
Tafsir Al-Muyassar
Dan dikatakan kepadanya, “Siksaan itu datang disebabkan maksiat yang telah kamu lakukan dan dosa-dosa yang kamu perbuat.” Dan Allah tidak menyiksa seseorang pun tanpa dosa.
Tafsir Al-Madinah
10. Azab yang besar itu disebabkan dosa kekafiran dan kerusakan yang mereka perbuat. Allah Maha Adil, Dia tidak mengazab seseorang tanpa dosa dan tanpa peringatan sebelumnya.
Tafsir Al-Mukhtashar
10. Dan akan dikatakan kepadanya, "Azab yang engkau rasakan itu adalah disebabkan perbuatan kafir dan maksiat yang engkau lakukan dahulu, dan Allah tidak memberikan azab kepada satu makhluk pun kecuali dikarenakan dosa-dosanya."
Tafsir Zubdatut
10. (Yang demikian itu) Yakni azab itu. (disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu) Disebabkan apa yang kamu lakukan sendiri berupa kekafiran dan kemaksiatan. (dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya) Yakni Allah tidak mengazab hamba-Nya yang tidak melakukan dosa.
Tafsir Ash-Shaghir
“Hal itu disebabkan apa yang dahulu kamu lakukan} karena perbuatan yang kamu lakukan berupa kekufuran dan kemaksiatan {dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hambaNya”
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Hajj ayat 10: Disebutkan kedua tangan, karena kebanyakan perbuatan manusia dilakukan dengan tangannya. Seperti menyiksa mereka tanpa dosa.