Surah Al-Ma'arij : Ayat 10
وَلَا يَسْـَٔلُ حَمِيمٌ حَمِيمًا
"dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya,"
Tafsir Ringkas Kemenag
10-13. Dan ketika itu tidak ada seorang teman karib pun menanyakan keadaan temannya, karena mencekamnya situasi dan kesibukan masing-masing dengan urusannya. Sedang mereka saling melihat, mereka semua sadar bahwa ketika itu, tidak berguna lagi bantuan teman dan kerabat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus dirinya dari azab dengan menyerahkan anak-anaknya, dan istri yang selalu menemaninya dan saudaranya yang merupakan darah dagingnya, dan bukan hanya itu bahkan keluarga seperti ayah ibu yang selalu melindunginya di dunia
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 8-18 Allah SWT berfirman bahwa azab itu pasti akan menimpa orang-orang kafir (Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak (8)) Ibnu Abbas, Mujahid, ‘Atha’, Sa'id bin Jubair, Ikrimah, dan As-Suddi dan lainnya yaitu seperti minyak yang mendidih (Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu (yang beterbangan) (9)) yaitu seperti bulu yang beterbangan. Pendapat ini dikatakan Mujahid dan Qatadah. Ayat ini sebagaimana firman Allah SWT: (dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan (5)) (Surah Al-Qari'ah) Firman Allah SWT: (Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya (10) sedangkan mereka saling melihat) yaitu, tidak ada seorangpun yang menanyai kerabatnya tentang keadaannya, padahal dia melihatnya dalam keadaan yang paling buruk karena dia sendiri disibukkan dengan keadaan dirinya. Ayat yang mulia ini seperti firman Allah SWT: (Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar) (Surah Luqman: 33) Firman Allah SWT: (Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya (11) istri, dan saudaranya (12) Dan keluarganya yang melindunginya (di dunia) (13) Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya (14) Sekali-kali tidak dapat) yaitu tidak dapat diterima darinya tebusan apa pun, sekalipun dia datang dengan membawa semua penduduk bumi dan semua harta benda yang paling mulia yang dapati, walaupun jumlahnya mencapai sepenuh bumi dalam bentuk emas, atau anaknya yang di dunia yang merupakan belahan hatinya. Pada hari kiamat saat dia melihat kengerian, maka timbullah keinginan dirinya untuk menebus dirinya dari azab Allah yang pasti menimpa dirinya itu. Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan keluarganya) yaitu kabilah dan keluarganya. Firman Allah SWT: (Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak) yaitu neraka dan panasnya yang sangat dahsyat (Yang mengelupaskan kulit kepala (16)) Mujahid berkata yaitu kulit kepala. Qatadah berkata tentang firmanNya: (Yang mengelupaskan kulit kepala (16)) yaitu, mengelupaskan kulit kepalanya dan bagian wajahnya yang terhormat serta tubuh dan semua jari jemarinya. Firman Allah SWT: (Yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama) (17) serta mengumpulkan (harta benda), lalu menyimpannya (18)) yaitu neraka memanggil anak-anaknya yang diciptakan Allah untuk menjadi isinya, dan telah ditakdirkan bagi mereka bahwa selama di dunia mereka mengerjakan sesuatu untuk neraka, maka pada hari kiamat neraka memanggil mereka. Demikian itu karena mereka sebagaimana yang disebutkan firman Allah SWT berfirman bahwa mereka termasuk (orang yang membelakang dan yang berpaling) yaitu hatinya mendustakan dan anggota tubuhnya tidak mau beramal (serta mengumpulkan (harta benda), lalu menyimpannya (18)) yaitu mengumpulkan harta sebagian darinya dengan sebagian lain, lalu dia menyimpannya dan tidak mau menunaikan hak Allah yang ada pada hartanya, baik nafkah maupun mengeluarkan zakat.
Tafsir As-Sa'di
10-14. Bila huru-hara dan kondisi genting ini dialami oleh makhluk besar dan kuat, lantas bagaimana engkau membayangkannya terhadap manusia lemah yang punggungnya diperberat oleh berbagai kesalahan dan dosa? Bukankah hatinya akan terlepas dan akalnya akan tergoncang dan tidak akan sempat memikirkan orang lain? Karena itu Allah berfirman, “Dan tidak ada seorang teman akrab pun menanyakan temannya, padahal mereka saling melihat,” yakni teman akrab melihat temannya tapi hatinya tidak memungkinkannya untuk bertanya tentang kondisinya dan segala sesuatu yang berkaitan dengan keluarga dan rasa cinta mereka; yang ada dalam benaknya hanyalah diri pribadi. “Orang kafir ingin,” yakni orang kafir yang berhak mendapatkan azab, “kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan istrinya dan saudaranya, dan kaum familinya,” yakni kerabatnya, “yang melindunginya ( di dunia),” yakni seperti biasa terjadi di dunia untuk saling menolong dan membantu satu sama lain. Pada Hari Kiamat, tidak seorang pun yang bisa menolong lainnya dan tidak ada seorang pun yang bisa memberi syafaat kecuali atas izin Allah. Bahkan jika pun orang berdosa yang berhak mendapatkan siksa menebus siksaan dengan seluruh yang ada di bumi agar bisa selamat dari siksaan tersebut, hal itu tidak berguna baginya.
Tafsir Al-Wajiz
9-10. Dan gunung-gunung seperti bulu-bulu wol yang dihambur-hamburkan. Seorang kerabat tidak akan bertanya tentang keadaan temannya karena masing-masing sibuk dengan keadaannya
Tafsir Al-Muyassar
10. Seorang kerabat tidak bertanya kepada kerabatnya tentang keadaannya, karena setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri.
Tafsir Al-Madinah
10. Pada hari itu, setiap orang sibuk dengan dirinya sendiri karena saat itu sangat menakutkan, sehingga seseorang tidak akan mempedulikan teman dekatnya.
Tafsir Al-Mukhtashar
10. Dan seorang teman karib tidak bertanya kepada teman karibnya tentang kondisinya, karena masing-masing sibuk dengan urusan dirinya sendiri.
Tafsir Zubdatut
10. (dan tidak ada seorang teman akrabpun menanyakan temannya) Yakni seseorang tidak akan menanyakan tentang keadaan temannya pada hari itu karena kengerian yang menimpa mereka.
Tafsir Ash-Shaghir
{dan tidak ada seorang pun teman setia yang menanyakan temannya} teman dekat kepada temannya
Tafsir Hidayatul
Karena masing-masing sibuk dengan keadaannya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Ma’arij ayat 10: 8-10. Kemudian Allah mensifatkan hari kiamat dan mengabarkan bahwasanya langit mencair seperti luluhan perak, dan dikatakan seperti minyak mendidih. Dan gunung berterbangan seperti bulu yang berhamburan jika terkena angin. Pada hari itu tidak seorangpun bertanya akan kondisi keluarganya dan kondisi teman dekatnya; Semuanya sibuk dengan dirinya sendiri karena sebab dahsyatnya hari itu.