Surah Al-Jinn : Ayat 10
وَأَنَّا لَا نَدْرِىٓ أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَن فِى ٱلْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا
"Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka."
Tafsir Ringkas Kemenag
Perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah diutusnya nabi Muhammad itu, tidak diketahui persis oleh para jin, maka mereka pun menegas'kan, "dan sesungguhnya kami jin tidak mengetahui adanya penjagaan yang ketat itu apakah keburukan yang dikehendaki orang yang di bumi ataukah tuhan mereka menghendaki kebaikan baginya. "11. Lebih jauh para jin itu menguraikan keadaan anggota masyarakat mereka dengan mengatakan, "dan sesungguhnya di antara kami, kaum jin ada yang saleh yang bertakwa lagi mantap kesalehannya, dan ada pula kebalikannya yang tidak saleh bahkan durhaka dan mengajak kepada kedurhakaan. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda akibat perbedaan pandangan dan kecenderungan kami.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 8-10 Allah SWT memberitahukan tentang keadaan jin ketika Dia SWT mengutus RasulNya, nabi Muhammad SAW dan menurunkan Al-Qur'an kepadanya. Di antara pemeliharaan Allah kepada Al-Qur'an adalah Dia memenuhi langit dengan penjagaan yang ketat di semua penjuru dan kawasannya, dan semua setan diusir dari tempat-tempat pengintaiannya yang sebelumnya mereka selalu menduduki tempat-tempatnya di langit. Agar setan-setan itu tidak mencuri-curi dengar dari Al-Qur'an, sehingga mereka akan menyampaikannya kepada para dukun yang menjadi teman-teman mereka, sehingga perkara Al-Qur'an menjadi samar dan campur aduk dengan yang lainnya, serta tidak diketahui mana yang benar. Ini merupakan kelembutan Allah SWT kepada makhlukNya, dan rahmat dariNya kepada para hambaNya, dan sebagai pemeliharaanNya terhadap KitabNya yang mulia. Oleh karena itu jin berkata (dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api (8) dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu), tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) (9)) yaitu barangsiapa yang berani mencoba mencuri-curi dengar sekarang, maka dia akan mendapati panah berapi yang mengintainya yang tidak akan Iuput dan meleset darinya, bahkan pasti akan membinasakannya (Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka (10)) yaitu kami tidak mengetahui apa yang terjadi di langit, apakah keburukan yang dikehendaki bagi penduduk bumi, atau Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka? Ini merupakan adab mereka dalam ungkapan mereka dimana menyandarkan keburukan kepada yang tidak melakukannya, sedangkan kebaikan mereka sandarkan kepada pelakunya, yaitu Allah SWT.
Tafsir As-Sa'di
10. Maksudnya, pasti ini atau itu yang akan terjadi karena mereka melihat adanya perubahan besar. Mereka mengetahui bahwa hal ini dikehendaki dan akan diberlakukan Allah di atas muka bumi dengan kepintaran mereka. Dalam ayat ini terdapat penjelasan tentang etika sopan santun mereka ketika menyandarkan kebaikan kepada Allah, sedangkan mereka tidak menyebutkan subyek keburukan sebagai wujud etika terhadap Allah.
Tafsir Al-Wajiz
10.Kami para jin juga tidak mengetahui, apakah dengan adanya penjagaan semacam itu di langit Allah menginginkan keburukan bagi penduduk dunia, ataukah memang Dia menghendaki kebaikan dan kemaslahatan untuk penduduk bumi
Tafsir Al-Muyassar
10. Kami (para jin) tidak tahu apakah Allah hendak menurunkan keburukan kepada penduduk bumi atau Allah hendak menurunkan hidayah dan kebaikan kepada mereka?
Tafsir Al-Madinah
10. Sebelum kami mendengarkan bacaan al-Qur’an ini, kami tidak mengetahui apa yang menjadi sebab yang menjadi penghalang kami untuk mencuri kabar berita dari langit, sehingga kami menerka-nerka akan terjadinya keburukan bagi penduduk bumi atau terjadinya kebaikan yang Allah kehendaki bagi mereka; oleh sebab itu Allah menyiapkan berbagai sebab yang di antaranya adalah penjagaan ini.
Tafsir Al-Mukhtashar
10. Dan sesungguhnya kami tidak mengerti sebab penjagaan yang ketat ini, apakah keburukan yang dikehendaki bagi penduduk bumi ataukah Allah menghendaki kebaikan bagi mereka, kabar langit telah terputus dari kami.
Tafsir Zubdatut
10. (Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi) Akibat penjagaan di langit ini. (ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka) Ibnu Zaid mengatakan, yakni Iblis berkata: “kami tidak mengetahui tujuan penjagaan ini apakah Allah akan menurunkan azab bagi penduduk bumi atau akan mengutus seorang rasul.
Tafsir Ash-Shaghir
{Sesungguhnya kami tidak mengetahui apakah keburukan yang dikehendaki terhadap siapa saja yang ada di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan terhadap mereka} kebaikan
Tafsir Hidayatul
Yakni ini (keburukan) atau itu (kebaikan) yang akan terjadi. Hal itu, karena mereka melihat keadaan yang telah berubah yang mereka ingkari, maka mereka mengetahui dengan kecerdasan mereka bahwa perkara ini (kebaikan) adalah yang Allah inginkan untuk penduduk bumi. Dalam ayat ini terdapat penjelasan tentang adab mereka, karena mereka sandarkan kebaikan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala dan terhadap keburukan, mereka hilangkan fa’ilnya/pelakunya karena beradab terhadap Allah Subhaanahu wa Ta'aala.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Jin ayat 10: Berkata para jin yang mendengar Al Qur’an : Sesungguhnya kami tidaklah mengetahui apakah penjaga yang tegas dan panah ini (yaitu bagi siapa yang mencoba mendengar berita dari langit), apakah ia adalah adzab yang Allah ingin timpakan kepada penghuni bumi ataukah sebagai tanda diutusnya utusan (Rasul) kepada mereka yang akan memberikan petunjuk dan menunjukkan kebenaran kepada mereka.