Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan dengan menghadapkan mereka pada pilihan mempertahankan keimanan atau disiksa dalam api yang membara, lalu mereka tidak bertobat dari kekejian mereka, kemudian melakukan amal saleh sebagai tanda tobat mereka, maka mereka akan mendapat azab jahanam dan mereka akan mendapat azab neraka yang membakar. Allah menyediakan bagi mereka azab dari jenis yang sama dengan apa yang mereka timpakan kepada kaum beriman, namun kadarnya lebih hebat. 11. Sungguh, orang-orang yang beriman dengan kukuh dan membawanya hingga mati, dan mengerjakan kebajikan baik secara ritual maupun sosial, mereka akan mendapat taman-taman surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang jernih, indah, dan menyejukkan hati. Itulah kemenangan yang agung; anugerah yang Allah khususkan bagi orang yang taat kepada-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-10 Allah SWT bersumpah dengan menyebut langit dan gugusan-gugusannya, yaitu bintang-bintang yang besar. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam firmanNya SWT: (Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya. (Al-Furqan: 61) Mujahid dan Qatadah berkata bahwa Al-Buruj adalah bintang-bintang. Ibnu Jarir memilih pendapat bahwa makna yang dimaksud adalah manzilah-manzilah matahari dan bulan, yaitu dua belas buruj; matahari menempuh setiap manzilah itu selama satu bulan, sedangkan bulan menempuh setiap manzilah selama dua sepertiga hari, yaitu dua puluh delapan malam, sedangkan yang dua malamnya bulan bersembunyi. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata tentang ayat ini (dan yang menyaksikan dan yang disaksikan (3)) dia berkata bahwa yang menyaksikan adalah hari Jumat, dan yang disaksikan adalah hari ‘arafah, hari yang dijanjikan yaitu hari kiamat Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa hari yang dijanjikan itu adalah hari kiamat. Demikian juga dikatakan Qatadah, dan Ibnu Zaid, tetapi aku tidak melihat mereka berbeda pendapat tentangnya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa yang menyaksikan adalah Allah dan yang disaksikan adalah hari kiamat Kebanyakan ulama berkata bahwa yang menyaksikan adalah hari Jumat dan yang disaksikan adalah hari 'Arafah. Firman Allah SWT: (Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit (4)) yaitu terkutuklah para pembuat parit itu. “Ukhdud” bentuk jamaknya adalah “Akhadid”. yaitu galian. Ini adalah pemberitahuan tentang kaum yang kafir yang sengaja menangkap orang-orang yang beriman kepada Allah yang ada di kalangan mereka; mereka memaksa orang-orang mukmin itu untuk murtad dari agama mereka, tetapi orang-orang mukmin menolaknya. Lalu kaum kafir itu membuat suatu galian untuk orang-orang mukmin itu, kemudian mereka menyalakan di dalamnya api yang besar, dan mereka menyediakan kayu bakar yang cukup untuk membuat api itu tetap bergejolak. Kemudian mereka membawa orang-orang mukmin yang mereka itu ke dekat galian, lalu mereka melemparkan orang-orang mukmin itu ke dalamnya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit (4) yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar (5) ketika mereka duduk di sekitarnya (6) sedangkan mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman (7)) yaitu mereka menyaksikan apa yang dilakukan terhadap orang-orang mukmin itu. Allah SWT berfirman: (Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji (8)) yaitu Orang-orang mukmin itu tidak mempunyai salah terhadap mereka kecuali hanya karena keimanan mereka kepada Allah yang Maha Perkasa yang tidak akan tersia-siakan orang yang berlindung di bawah naunganNya yang sangat kokoh, dan Maha Terpuji dalam firman, perbuatan. syariat dan takdirNya. Sekalipun Dia menakdirkan atas hamba-hambaNya yang beriman itu di bawah kekuasaan orang-orang kafir, maka Dia tetap Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, walaupun penyebab hal itu tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Kemudian Allah SWT berfirman: (Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi) Termasuk sifat Allah yang sempurna adalah Maha Merajai semua langit, bumi dan semua yang ada di dalam dan di antara keduanya (dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu) yaitu tidak ada sesuatu pun yang tidak kelihatan bagiNya di langit dan bumi, dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dariNya. Firman Allah SWT: (Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan) yaitu yang membakar mereka, pendapat itu dikatakan Mujahid dan Qatadah (kemudian mereka tidak bertaubat) yaitu tidak mau menghentikan apa yang mereka lakukan dan tidak menyesali apa yang telah mereka lakukan (maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar) Demikian itu karena pembalasan itu sesuai jenis perbuatannya.
Tafsir As-Sa'di
Ayat 10 Kemudian Allah memberi janji serta menawarkan taubat pada mereka seraya berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang Mukmin lakl-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar,” yakni, siksaan dahsyat yang membakar. Al-Hasan berkata, “Perhatikanlah kemuliaan dan kedermawanan ini, meraka membunuh para kekasihNya dan orang-orang yang taat kepadaNya, tapi Allah tetap menyeru mereka untuk bertaubat.”
Tafsir Al-Wajiz
10. Sesungguhnya orang-orang yang menyiksa orang-orang yang beriman dengan siksaan dan membakarnya agar mereka mau meninggalkan agama mereka. Mereka-pun tidak mau bertobat atas kesalahan mereka, akan mendapatkan azab neraka Jahannam atas kekufuran mereka dan perbuatan mereka yang membakar orang-orang mukmin.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang membakar orang-orang yang beriman, laki laki dan perempuan, agar mereka bisa memalingkan orang-orang beriman itu dari agama Allah kemudian mereka tidak bertaubat,bagi mereka diakhirat azab jahanam,bagi mereka azab yang berat dan membakar.
Tafsir Al-Madinah
10. Orang-orang yang menyiksa orang-orang beriman kemudian tidak bertaubat kepada Allah, maka Allah akan mengazab mereka di neraka Jahannam yang membakar mereka.
Tafsir Al-Mukhtashar
10. Sesungguhnya orang-orang yang menyiksa kaum mukminin dan mukminat dengan api untuk memalingkan mereka dari keimanan kepada Allah semata kemudian mereka tidak bertobat kepada Allah atas dosa-dosa mereka, maka bagi mereka pada hari Kiamat siksa Jahanam dan siksa api yang membakar mereka sebagai balasan atas perbuatan mereka membakar kaum mukminin dengan api.
Tafsir Zubdatut
10. (Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan) Yakni mereka membakar orang-orang beriman dengan api dan tidak memberi mereka pilihan kecuali agar mereka kembali kafir kepada Allah, sehingga mereka menyiksa orang-orang beriman itu agar meninggalkan agama mereka. ( kemudian mereka tidak bertaubat) Yakni bertaubat dari perbuatan buruk mereka dan berhenti dari kekafiran dan penyiksaan mereka. (dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar) Akibat mereka membakar orang-orang beriman.
Tafsir Li Yaddabbaru
1) . Salah seorang da'i berkata : "Aku melihat salah seorang penyanyi masyhur yang sangat berpengaruh dikalangan pemuda dan pemudi, aku kemudian memutuskan untuk tidak meninggalkannya kecuali aku telah menasihatinya, maka aku pun memberi salam kepadanya, dan Allah mengilhamkan kepadaku untuk menyampaikan di telinganya ayat : { } , kemudian aku pun beranjak pergi, dan Demi Allah setelah beberapa berlalu tidak begitu lama aku membaca saru berita tentang taubatnya sang penyanyi pada sebuah surat kabar, begitu indahnya nasihat dengan al-Qur'an ketika menemukan pilihan yang baik dan hati sadar ! 2) . Al-Hasan berkata : "Perhatikanlah kepada kebaikan yang ditawarkan oleh ayat ini, mereka yang membunuh wali Allah dan orang-orang bertaqwa kepada Allah, tetapi Allah dengan ayat ini mengajak mereka kepada taubat" 3) . Janganlah kamu berputus asa dari taubat : { } perhatikanlah ayat ini, begitu luas toleransi yang Allah berikan kepada hamba-Nya, orang-orang kafir itu menyiksa wali-wali Allah, tetapi Allah datang kepada mereka dengan peluang ampunan jika mereka bertaubat kepada-Nya, hal ini dimaksudkan pada kata : { } . 4) . Orang-orang yang menyiksa kaum mukminin didunia dengan membakar mereka dalam parit yang berisi penuh dengan bara api mereka juga akan disiksa dengan siksaan yang serupa, bahkan siksaan yang ditimpakan kepada mereka akan lebih pedih, yaitu siksaan neraka Jahannam { } mereka membakar orang-orang beriman didunia, maka di akhirat mereka akan mendapat siksaan yang jauh lebih pedih.
Tafsir Ash-Shaghir
{Sesungguhnya, orang-orang yang menimpakan cobaan} menyiksa dan mambakar {orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, lalu mereka tidak bertaubat, bagi mereka itu azab Jahanam dan bagi mereka itu azab yang membakar
Tafsir Hidayatul
Selanjutnya Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengancam mereka dan menawarkan mereka untuk bertobat. Al Hasan rahimahullah berkata, “Lihatlah kepada kemuliaan dan kemurahan ini; mereka membuuh para wali-Nya dan orang-orang yang menaati-Nya, tetapi Dia (Allah) mengajak mereka bertobat.” Yang dimaksud dengan mendatangkan cobaan adalah seperti menyiksa, mendatangkan bencana, membunuh dan sebagainya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Buruj ayat 10: Ketahuilah wahai manusia ! Bahwasanya yang mengadzab dan membakar mereka (orang-orang yang beriman) baik laki-laki maupun perempuan dengan api, akan menjadi sebab fitnah bagi agama mereka (kaum muslimin), kemudian mereka tidak mau kembali dari kekufurannya dan ke-thaghutannya (kepada islam), maka mereka akan diadzab dengan adzab jahannam (dan) wajahnya menghitam karena sebab kekafirannya dan bersamaan dengan kejahatannya yang besar. Maka jika mereka bertaubat, Allah akan masukkan mereka termasuk golongan yang dirahmati, dan ini merupakan kelembutan yang datang dari Allah, keadilan-Nya dan kemuliaan-Nya.