Surah Yunus : Ayat 102
فَهَلْ يَنتَظِرُونَ إِلَّا مِثْلَ أَيَّامِ ٱلَّذِينَ خَلَوْا۟ مِن قَبْلِهِمْ ۚ قُلْ فَٱنتَظِرُوٓا۟ إِنِّى مَعَكُم مِّنَ ٱلْمُنتَظِرِينَ
"Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka. Katakanlah: “Maka tunggulah, sesungguhnya akupun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Kalau keberadaan tanda-tanda kebesaran Allah di langit dan di bumi serta diutusnya para rasul tidak juga menjadikan mereka beriman, maka mereka tidak menunggu-nunggu kecuali kejadian-kejadian yang sama dengan kejadian-kejadian masa lalu, yakni azab yang menimpa orangorang terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, wahai nabi Muhammad maka tunggulah kedatangan azab itu, sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu bersama kamu untuk menyaksikan ketetapan Allah itu menimpa kamu. Ketika ketetapan itu datang, kami siksa orang-orang yang durhaka itu, kemudian kami selamatkan rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah ketetapan kami, yakni menjadi kewajiban kami menyelamatkan dan memberikan kemenangan kepada orang yang beriman dan menghukum orang-orang yang durhaka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 101-103 Allah memberi petunjuk kepada para hambaNya untuk memikirkan tanda-tanda kekuasaanNya dan apa yang Dia ciptakan di langit dan bumi, berupa tanda-tanda yang jelasbagi orang-orang yang berakal. berupa sesuatu yang ada di langit yaitu bintang-bintang yang bersinar, sesuatu ada yang pada garis edarnya, matahari, bulan, malang dan siang yang silih berganti, salah satu dari keduanya masuk kepada lainnya hingga yang ini menjadi pendek dan yang itu menjadi panjang, serta ketinggian, keluasan, keindahan dan perhiasan langit. Allah menurunkan hujan dari langit, dengan hujan itu Dia menghidupkan bumi setelah mati; dan mengeluarkan dari bumi berbagai macam buah-buahan, tumbuh-tumbuhan, bunga, dan tanaman sesuatu yang tersebar di dalamnya berupa hewan yang beragam bentuk, warna dan kegunaannya, serta yang ada di dalamnya terdapat gunung-gunung, dataran-dataran, padang pasir, daerah yang banyak penduduknya, dan daerah reruntuhan, juga di laut berupa sesuatu yang menakjubkan dan ombak. Di samping itu, laut itu ditundukkan bagi orang yang menyeberanginya yang membawa bahtera mereka dan berlayar di atasnya dengan tenang karena kekuasaanNya.Tidak ada Tuhan dan Rabb selain Allah. Firman Allah: (Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman) yaitu manakah sesuatu yang memberikan manfaat tanda-tanda langit dan bumi, para rasul yang datang membawa ayat-ayat itu, hujjah, dan bukti-bukti ayat itu yang menunjukkan kepada kebenaran yang dibawa para rasul kepada kaum yang tidak beriman? Sebagaimana Allah berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman (96) meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hingga mereka menyaksikan azab yang pedih (97)) (Surah Yunus) Firman Allah : (Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka) yaitu wahai Muhammad, bagaimana orang yang mendustakanmu itu menunggu pembalasan dan azab, melainkan seperti apa yang telah diberlakukan Allah terhadap umat-umat sebelum mereka yang mendustakan para rasul. (Katakanlah, "Maka tunggulah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kalian." Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman) yaitu Kami membinasakan orang-orang yang mendustakan para rasul (demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman) yaitu kebenaran yang ditetapkan Allah atas DzatNya Yang Maha Mulia. sebagaimana firmanNya: (Tuhan kalian telah menetapkan atas diriNya kasih sayang) (Surah Al-An'am: 54) sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim tentang Rasulullah SAW, yaitu beliau bersabda,”Sesungguhnya Allah telah menulis suatu kitab yang ada di sisiNya di atas 'Arsy, bahwa sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murkaKu”
Tafsir As-Sa'di
102-103. “Tidaklah mereka menunggu-nunggu melainkan (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) ornag-orang yang telah terdahulu sebelum mereka.” Maksudnya, tidaklah orang-orang yang tidak beriman itu menunggu-nunggu ayat-ayat Allah setelah ia jelas melainkan seperti orang-orang yang berlalu sebelum mereka yaitu hari-hari kebinasaan dan azab, karena mereka melakukan yang mereka lakukan dan Sunnatullah berlaku untuk orang-orang terdahulu dan yang datang berikutnya. “Katakanlah, ‘Maka tunggulah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu’.” Kamu akan mengetahui siapa yang akan mendapatkan akhir yang baik dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ia hanya untuk para Rasul dan pengikut-pengikutnya. Oleh karena itu, Dia berfirman, “Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman”, dari kesulitan dan marabahaya dunia dan akhirat. “Demikianlah menjadi kewajiban atas Kami”, yang Kami wajibkan atas Diri Kamu “menyelamatkan orang-orang yang beriman.” Allah membela orang-orang yang beriman, berdasarkan keimanan yang dimiliki oleh seorang hamba, maka tercapailah keselamatan untuknya dari marabahaya.
Tafsir Al-Wajiz
102 Mereka, orang-orang musyrik yang kafir lagi menentang Nabi SAW tidak menunggu-nunggu kecuali peristiwa yang sama dengan peristiwa yang menimpa kaum kafir terdahulu sebelum mereka yang mendustakan rasul mereka dan berpegang pada kekufuran. Maka tunggulah janji Tuhan kalian, sesungguhnya akupun termasuk orang-orang yang menunggu janji dan ketentuanNya bersama kamu”.
Tafsir Al-Muyassar
Tidaklah mereka itu menunggu, kecuali sekedar satu haru yang mereka akan menyaksikan langsung sikasaan Allah seperti hari-hari para pendahulu mereka yang mendustakan yang telah berlalu sebelum mereka. Katakanlah kepada mereka (wahai rasul), ”maka tungggulah siksaan Allah, sesungguhnya aku bersama kalian termasuk orang-orang yang menunggu siksaan atas kalian.”
Tafsir Al-Madinah
102. Tidaklah orang-orang musyrik itu menunggu melainkan menunggu hari mereka menyaksikan azab Allah, sebagaimana hari terjadinya azab yang menimpa orang-orang sebelum mereka. Katakanlah kepada mereka: “Tunggulah azab Allah, karena aku juga menunggu bersama kalian kebinasaan kalian.”
Tafsir Al-Mukhtashar
102. Maka orang-orang kafir itu tidak menunggu apa-apa selain kejadian-kejadian seperti yang ditimpakan oleh Allah kepada orang-orang kafir sebelum mereka. Katakanlah -wahai Rasul- kepada mereka, "Tunggulah azab Allah. Sesungguhnya aku -bersama kalian- juga sedang menunggu janji Tuhanku.
Tafsir Zubdatut
102. (Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka) Yakni tidaklah menunggu orang-orang kafir yang ada pada zaman Nabi Muhammad kecuali azab-azab Allah seperti yang ditimpakan atas orang-orang kafir sebelum mereka. Para nabi dahulu telah mengancam orang-orang kafir di zaman mereka dengan hari-hari yang dipenuhi dengan berbagai azab, namun mereka mendustakan para nabi dan terus menerus dalam kekafiran sampai Allah menurunkan azab kepada mereka. (Maka tunggulah) Yakni tunggulah janji Tuhan kalian. (sesungguhnya akupun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu) Menunggu janji Tuhanku.
Tafsir Ash-Shaghir
Mereka tidak menunggu} maka para pendusta itu tidak menunggu {kecuali seperti hari-hari} kejadian-kejadian {orang-orang terdahulu} yang telah lalu {sebelum mereka. Katakanlah,“Maka tunggulah, Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menunggu bersama kalian”
Tafsir Hidayatul
Surat Yunus ayat 102: Yakni orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah setelah jelasnya tidaklah menunggu selain kebinasaan dan hukuman, karena mereka telah melakukan hal yang sama dengan generasi sebelum mereka yang dibinasakan, dan sunnatullah berlaku baik terhadap orang-orang terdahulu maupun yang datang kemudian. Yakni kamu akan mengetahui siapakah yang akan memperoleh kesudahan yang baik, dan memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat. Sudah tentu akan yang akan memperolehnya adalah rasul dan pengikutnya.