Surah Yusuf : Ayat 106
وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُم بِٱللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشْرِكُونَ

"Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain)."

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan keberpalingan itu membuat kebanyakan dari mereka tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka mempersekutukan-Nya dengan yang lain. Keberpalingan manusia dari pengajaran para rasul maupun tandatanda kekuasaan Allah yang terbentang di alam semesta seperti yang ditegaskan pada ayat yang lalu, membuat manusia lalai dari agama. Akibatnya, manusia tidak lagi mengindahkan hukum-hukum agama dan nilai-nilai akhlak. Karena itu, Allah kembali mengingatkan kepada manusia akibat dari kelalaian tersebut. Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, sehingga mereka tidak bisa melarikan diri darinya; atau-kah mereka merasa aman dari kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, sehingga mereka tidak punya kesempatan untuk bertobat'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 105-107 Allah SWT memberitahukan tentang kelalaian kebanyakan manusia dari memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah dan bukti-bukti keesaanNya melalui makhluk Allah di langit dan bumi berupa bintang-bintang yang cemerlang, tetap, beredar, serta gugusan bintang lainnya yang beredar. Semuanya itu ditundukkan.. Berapa banyak di bumi ini bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun, taman-taman, gunung-gunung yang kokoh, laut-laut yang luas, ombak-ombaknya yang berdebur, dan padang pasir yang luas. Firman Allah: (Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain) (106)) Ibnu Abbas berkata termasuk pengertian keimanan mereka apabila ditanyakan kepada mereka,"Siapakah yang menciptakan langit, siapakah yang menciptakan bumi, dan siapakah yang menciptakan gunung-gunung itu?" Mereka menjawab, "Allah" padahal mereka menyekutukanNya. Demikian juga dikatakan oleh Mujahid, ‘Atha’, Ikrimah, Asy-Sya'bi, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam. Firman Allah: (Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka) yaitu apakah orang-orang yang menyekutukan Allah merasa aman terhadap datangnya azab Allah yang meliputi mereka, dimana mereka tidak menyadarinya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari (45) atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu) (46) atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhan kalian adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (47)) (Surah An-Nahl)
Tafsir As-Sa'di
106. Kendatipun demikian, jika dijumpai ada sebagian keimanan dari mereka “dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain)”, mereka itu, meski mengakui rububiyah Allah dan bahwa Dia-lah al-Khaliq (Pencipta), ar-Raziq (Pemberi rizki), Pengatur segala urusan, maka mereka tetap menyekutukan Allah dalam uluhiyah dan tauhidNya.
Tafsir Al-Wajiz
106. Dan kebanyakan manusia tidak beriman kepada Allah kecuali mereka hanya menyekutukan Allah dengan menymbah tuhan selain Dia. Maksudnya yaitu mereka mengakui keberadaan dan ciptaan Allah, namun mereka tetap mengambil sekutu bersamanya dalam peribaatan, sumpah, dan taqarrub dalam bentuk pengorbanan.
Tafsir Al-Muyassar
Dan tidaklah mengimani orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Allah itu bahwa Allah itu Pencipta mereka, Pemberi rizki mereka dan Pencipta segala sesuatu dan hanya Dia semata yang berhak diibadahi, kecuali mereka mempersekutukan dalam peribadahan mereka dengan patung-patung dan berhala-berhala. Mahatinggi Allah dalam hal itu setinggi-tingginya.
Tafsir Al-Madinah
106. Mayoritas orang-orang yang mendustakan dan berpaling dari ayat-ayat Allah itu beriman kepada-Nya, melainkan jika mereka dapat menyekutukan Allah dengan sesembahan yang lain, maka mereka baru bersedia untuk mengakui bahwa Allah adalah yang menciptakan dan memberi rezeki.
Tafsir Al-Mukhtashar
106. Kebanyakan manusia tidak beriman bahwa Allah adalah Rabb Yang Maha Pencipta, Maha Memberi rezeki, Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan melainkan sambil menyembah tuhan-tuhan lain, seperti berhala-berhala atau patung-patung, dan menganggap bahwa Allah mempunyai anak. Mahasuci Allah dari apa yang mereka tuduhkan.
Tafsir Zubdatut
106. (Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah) Yakni sebagian besar manusia tidak percaya dan tidak mengakui Allah sebagai pencipta dan pemberi rezeki yang menghidupkan dan mematikan. (melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah) Mereka menyembah-Nya dan menyembah selain-Nya, sebagaimana yang mereka lakukan di masa jahiliyah. Mereka mengakui behwa Allah sebagai pencipta mereka, namun mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya yang mereka sembah agar mendekatkan mereka kepada Allah. Seperti itu pula yang dilakukan oleh orang-orang yang menjadikan para pastur dan pendeta sebagai tuhan-tuhan selain Allah. Begitu pula orang-orang yang percaya bahwa orang-orang mati dapat melakukan sesuatu yang sebenarnya hanya dapat dilakukan oleh Allah, sebagaimana yang perbuatan yang dilakukan oleh para penyembah kuburan-kuburan, mereka beriman kepada Allah, namun percaya bahwa selain-Nya mampu memberi manfaat dan mudharat, lalu melakukan beberapa ritual peribadatan untuk mereka, padahal ini merupakan perbuatan syirik.
Tafsir Ash-Shaghir
Kebanyakan mereka tidak beriman} tidak berikrar {kepada Allah, bahkan mereka musyrik} menyembah tuhan selain Dia
Tafsir Aisarut
Makna ayat : Firman-Nya pada ayat 106 : ( ) Allah ta’ala mengkabarkan kepada rasul-Nya bahwa kebanyakan dari orang yang beliau dakwahi yang mana mereka beriman bahwa Allah adalah Rabb yang mengatur alam semesta, Pencipta, dan Pemberi rizki, kecuali mereka adalah orang-orang yang musyrik, karena mereka menjadikan berhala-berhala sebagai tandingan bagi-Nya dalam ibadah. Dan ini adalah kenyataannya, seandainya seorang Yahudi atau Nasrani ditanya tentang siapa yang menciptakan, memberi rizki, yang menghidupkan juga mematikan, dan mengatur alam semesta, niscaya mereka akan berkata, “Allah.” Namun ia menjadikan bagi Allah sekutu, menyembah-Nya dan juga selain-Nya. Beginilah keadaan orang-orang musyrik yang Allah kabarkan tentang mereka. Banyak dari orang-orang yang tidak mengerti dari umat Al-Qur’an, mereka berdoa kepada selain Allah, bernadzar untuk selainnya, namun mereka juga beriman kepada apa yang rasul-Nya bawa berupa tauhid, hari kebangkitan dan pembalasan, serta syariat. Pelajaran dari ayat : • Penjelasan mengenai hakikat yang telah tetap, yaitu bahwa kebanyakan orang menyekutukan Allah dalam sebagian sifat dan peribadahan, walaupun mereka mengimani Allah sebagai Rabb yang Menciptakan, Memberi Rizki, dan Mengatur alam semesta.
Tafsir Hidayatul
Surat Yusuf ayat 106: Padahal mereka mengetahui bahwa Allah Pencipta dan Pemberi rezeki mereka. Dengan menyembah dan beribadah kepada selain-Nya.