Surah Al-Mu'minun : Ayat 106
قَالُوا۟ رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَآلِّينَ

"Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat."

Tafsir Ringkas Kemenag
106-107. Menjawab pertanyaan itu, mereka berkata dengan penuh penyesalan, 'ya tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami. Hawa nafsu telah menjerumuskan kami ke dalam kedurhakaan sehingga membuat kami menderita, dan kami di dunia dulu adalah orang-orang yang sesat. ' dengan pengakuan dan penyesalan itu mereka berharap ampunan dan keringanan siksa. Mereka pun memohon, 'ya tuhan kami, keluarkanlah kami darinya, yaitu dari siksa neraka dan kesengsaraan ini, kembalikanlah kami ke dunia. Jika engkau memperkenankan permohonan kami ini lalu setelah itu kami masih juga kembali kepada kekafiran dan kedurhakaan maka sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim. '106-107
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 105-107 Ini merupakan kecaman dan cemoohan dari Allah untuk penghuni neraka atas kekafiran, dosa-dosa, dan perbuatan-perbuatan haram yang mereka kerjakan yang menyebabkan mereka terjerumus ke dalam siksa neraka itu. Jadi Allah SWT berfirman: (Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu sekalian, tetapi kalian selalu mendustakannya? (105)) yaitu sungguh Aku telah mengutus kepada kalian para rasul dan telah menurunkan kitab-kitab kalian, dan Aku telah melenyapkan kesulitan kalian sehingga tidak ada hujjah yang tersisa bagi kalian. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (agar tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu) (Surah An-Nisa: 165) dan (dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul) (Surah Al-Isra: 15) Oleh karena itu mereka berkata: (Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat) yaitu hujjah telah ditegakkan pada kami, tetapi kami adalah orang yang celaka sehingga kami tidak mau mengikuti dan menaati hujjah itu; maka tersesatlah kami dari kebenaran dan kami tidak mendapatkannya Kemudian mereka berkata: (Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia). Maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim (107)) yaitu, kembalikanlah kami ke dunia, jika kami mengulangi lagi perbuatan yang serupa, maka sesungguhnya kami adalah orang-orang zalim yang berhak mendapat hukuman. Sebagaimana Allah berfirman: (lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah suatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)? (11) Yang demikian itu karena sesungguhnya kamu mengingkari apabila diseru untuk menyembah Allah saja. Dan jika Allah dipersekutukan, kamu percaya. Maka keputusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Mahatinggi, Mahabesar) (Surah Ghafir) yaitu tidak ada jalan keluar, karena sesungguhnya kalian dahulu telah menyekutukan Allah di saat orang-orang mukmin mengesakanNya
Tafsir As-Sa'di
106 Saat itulah mereka menyampaikan pengakuan atas tindakan aniaya, yang mana pengakuan itu sudah lagi tidak berguna “mereka berkata, ’Ya Rabb kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami’.” Maksudnya, kejahatan yang muncul dari ulah aniaya dan berpaling dari kebenaran dan menyambut yang berbahaya dan meninggalkan perkara yang bermanfaat, (sikap ini) telah mendominasi kami “dan dahulu kami orang-orang yang tersesat,” dalam amalan mereka. Walaupun mereka telah mengetahui bahwa diri mereka berbuat zhalim. Artinya, kami mengerjakan perbuatan perbuatan di dunia sebagaimana tindakan orang yang salah jalan, sesat lagi bodoh, sebagaiamana yang mereka nyatakan dalam ayat lain, “Dan mereka berkata, ‘sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya tidaklah kami termasuk penghini-penghuni neraka yang menyala-nyala’.” (al-mulk:10)
Tafsir Al-Wajiz
106. Mereka orang-orang yang bernasib buruk itu berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, atau akibat buruk yaitu kesedihan. Kami adalah orang-orang yang sesat dadri petunjuk dan kebenaran.
Tafsir Al-Muyassar
Ketika rasul-rasul menyampaikan risalah kepada mereka dan memperingatkan mereka, pada Hari KIamat mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, sungguh telah melumpuhkan kami kesenangan-kesenangan kami dan hawa nafsu kami yang telah ditakdirkan pada diri kami dalam IlmuMu yang pasti sebelumnya. Dan kami dalam tindakan kami ini telah sesat dari petunjuk yang lurus.
Tafsir Al-Madinah
106-107. Mereka mengakui saat mereka telah masuk neraka: “Ya Tuhan kami, kami melakukan banyak kemaksiatan akibat hawa nafsu kami, dan kami dahulu jauh dari hidayah. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari azab neraka menuju dunia, dan jika kami kembali kepada kekafiran maka kami benar-benar telah menzalimi diri kami sendiri.”
Tafsir Al-Mukhtashar
106. Mereka menjawab, "Wahai Tuhan kami! Kami telah dikuasai oleh kejahatan kami sendiri yang telah Engkau tetapkan dalam ilmu-Mu, dan kami adalah orang-orang yang tersesat dari jalan kebenaran.
Tafsir Zubdatut
106. (Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami) Yakni kami dikalahkan oleh kenikmatan dan syahwat kami. Disebut sebagai () karena mengantarkan kepada kesengsaraan.
Tafsir Ash-Shaghir
Mereka berkata,“Ya Tuhan kami, kedurhakaan kami telah menguasai kami} kedurhakaan yang telah ditetapkan untuk kami {dan kami adalah orang-orang yang sesat
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Mu’minun ayat 106: Ketika itu, mereka pun mengakui kezalimannya, namun tidak bermanfaat lagi pengakuannya. Yang lahir dari kezaliman, berpaling dari yang hak, mendatangi sesuatu yang membahayakan dan meninggalkan sesuatu yang bermanfaat. Dalam amalnya, meskipun mereka adalah orang-orang yang tahu dan menyadari bahwa mereka adalah orang-orang zalim. Mereka akan berkata, “Sekiranya Kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya kami tidak termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".