Surah An-Nahl : Ayat 111
۞ يَوْمَ تَأْتِى كُلُّ نَفْسٍ تُجَٰدِلُ عَن نَّفْسِهَا وَتُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

"(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan)."

Tafsir Ringkas Kemenag
Ingatkanlah umatmu, wahai nabi Muhammad, pada hari ketika setiap orang datang kepada Allah untuk membela dirinya sendiri dengan berbagai alasan dari kesalahan dan dosanya. Dan bagi setiap orang, baik mukmin maupun kafir, yang taat maupun yang durhaka, diberi balasan penuh sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak dizalimi atau dirugikan sedikit pun. Allah akan membalas sekecil apa pun amal baik dan buruk yang telah manusia lakukan. Jika ayat sebelumnya menjelaskan hukuman bagi orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan tanda-tanda kekuasaan-Nya di alam, maka pada ayat berikut Allah menyebut balasan bagi orang yang mengingkari nikmat-Nya. Allah berfirman, dan Allah telah membuat suatu perumpamaan berupa sebuah negeri yang dahulu penduduk-Nya merasa aman dari segala ancaman lagi tenteram dengan segala kesenangan hidup di dalamnya; rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat dengan berbagai cara, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah, yakni tidak menggunakannya sesuai tuntunan Allah. Karena kedurhakaan itu, Allah mengubah kondisi mereka dengan menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 110-111 Mereka adalah golongan lain yang dahulu di Makkah dalam keadaan lemah dan ditindas kaumnya, lalu membuat mereka terpaksa menyetujui mereka dalam fitnah itu. Kemudian mereka dapat melepaskan diri dengan berhijrah. Mereka meninggalkan negeri, keluarga, dan harta mereka demi mencari keridhaan ampunan Allah. Lalu mereka bergabung ke dalam barisan orang-orang mukmin dan berjihad melawan orang-orang kafir dan mereka bersabar. Lalu Allah SWT memberitahukan setelah itu, yaitu setelah perbuatan itu berupa terpaksa menyetujui fitnah, bahwa Dia benar-benar Maha Pengampun dan Maha Penyayang kepada mereka pada hari mereka dikembalikan. ((Yaitu) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela) yaitu berhujjah (dirinya sendiri) Tidak ada seorang pun yang membela ayah, anak, saudara, atau istrinya (dan tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya) yaitu perbuatan baik atau buruk (sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan)) yaitu, pahala kebaikan tidak dikurangi, dan keburukannya tidak ditambahkan, serta mereka tidak dizalimi sedikitpun
Tafsir As-Sa'di
111. Manakala “tiap-tiap jiwa datang untuk membela dirinya sendiri.” Setiap orang berkata, “Urusanku sendiri, urusanku sendiri.” Tidak terpikirkan kecuali dirinya sendiri, maka pada hari itu, seorang hamba membutuhkan kebaikan walaupun hanya seberat biji dzarrah “Dan bagi tiap-tiap jiwa disempurnakan (balasan) perbuatan yang telah dikkerjakannya,” berupa amal kebaikan atau kejelekan “sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan),” tidak ditambahi pada kejelekan mereka dan tidak dikurangi pada kebaikan-kebaikan mereka. "Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan." (QS Yasin : 54)
Tafsir Al-Wajiz
111. Dan ingatlah wahai Rasul ketika setiap manusia berdebat tentang diri sendiri supaya mereka selamat dari siksa pada hari kiamat, tidak ada yang membingungkan mereka selain hal itu. Dan setiap orang diberi balasan atas apa yang dikerjakan. Dan seseorang tidak akan dizalimi maupun dikurangi sedikitpun pahalanya
Tafsir Al-Muyassar
Dan peringatkanlah mereka (wahai rasul), terhadap hari kiamat ketika setiap jiwa datang mendebat dirinya sendiri dan mengajukan berbagai alasan. Dan Allah akan menyempurnakan bagi setiap jiwa balasan semua yang ia perbuat, tanpa menzhaliminya. Dan tidak menambahi mereka hukuman dan tidak mengurangi pahala mereka.
Tafsir Al-Madinah
111. Allah menyebutkan kejadian pada hari kiamat, ketika setiap manusia membela diri mereka sendiri. Dan Allah akan menyempurnakan balasan bagi setiap manusia atas perbuatan mereka, dan mereka sama sekali tidak dizalimi sedikitpun.
Tafsir Al-Mukhtashar
111. Ingatlah -wahai Rasul- akan Hari di saat setiap orang datang membela dirinya sendiri dan tidak membela orang lain karena beratnya keadaan, setiap jiwa diberi balasan atas perbuatannya, kebaikan atau keburukan, mereka tidak dizalimi dengan dikurangi kebaikan mereka atau ditambah keburukan mereka.
Tafsir Zubdatut
111. ((Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri) Yakni setiap orang membela dirinya masing-masing agar mereka dapat selamat, tanpa mempedulikan orang lain.
Tafsir Li Yaddabbaru
DIbawa kepada Hisyam bin Abdul Malik, seorang laki-laki, yang sampai kepada Hisyam, ada urusan yagn tidak senangi oleh Hisyam. Tatkala laki-laki tersebut disuruh berdiri dihadapan Hisyam, lalu ia berbicara dengan mengemukakan alasan. Maka Hisyam berkata kepada orang tadi: "Engkau berbicara pula?". Orang itu menjawab: "Wahai Amirul-mu'minin ! Allah 'Azza wa Jalla berfirman: { } "(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri" Apakah kita akan membela diri dihadapan Allah Ta'ala dan tiada berkata -kata, sepatah katapun dihadapan engkau ?" Hisyam menjawab: "Ya, berbicaralah !"
Tafsir Ash-Shaghir
Hari (ketika) setiap orang datang untuk berdebat} berbantah-bantahan dan berargumen {tentang dirinya dan setiap orang disempurnakan (balasan) apa yang telah dia kerjakan} setiap orang diberi balasan atas apa yang mereka kerjakan berupa kebaikan dan keburukan {dan mereka tidak dizalimi
Tafsir Aisarut
Makna kata: ( ) yauma ta`tii : ingatlah wahai Muhammad “hari setiap orang membela dirinya sendiri”. Makna ayat: Firman-Nya “Ingatlah pada hari setiap orang membela dirinya sendiri” ingatkanlah kaum mukminin akan hal ini, ketika setiap orang membela dirinya untuk keselamatan dirinya “dan bagi setiap orang diberi balasan penuh sesuai dengan apa yang mereka lakukan” berupa keburukan atau keburukan “dan mereka tidak dizalimi.” Karena Allah Maha Adil tidak ada ketidak adilah atau kezaliman pada hukum-Nya.
Tafsir Hidayatul
Surat An-Nahl ayat 111: Hari itu adalah hari kiamat. Ketika itu, tidak ada yang diperhatikan selain dirinya. Baik atau buruk. Keburukan mereka tidak ditambah, dan kebaikan mereka tidak dikurangi.