Surah Al-Baqarah : Ayat 117
بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
"Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia."
Tafsir Ringkas Kemenag
Allah pencipta langit dan bumi. Apabila dia hendak menetapkan, mengadakan, dan mewujud kan sesuatu, tidak ada halangan sedikit pun bagi-Nya, dia hanya berkata kepadanya, jadilah! maka jadi lah sesuatu itu. Dan orang-orang yang tidak mengetahui, yaitu orang-orang bodoh dari kaum musyrik mekah, berkata, mengapa Allah tidak berbicara dengan kita dan tidak menurunkan wahyu kepada kita yang mengabarkan kerasulan Muhammad, atau datang tanda-tanda kekuasaan, alasan, dan penjelasan-Nya kepada kita tentang kebenaran kerasulan Muhammad' sebelumnya, orang-orang kafir mekah pernah berkata kepada nabi Muhammad, jika engkau betul-betul rasul dari Allah seperti yang engkau katakan, maka katakanlah kepada Allah agar berbicara dengan kami sehingga kami mendengar ucapannya. Mereka berkata demikian sebagai tanda penentangan dan kesombongan mereka. Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah berkata seperti ucapan mereka itu. Hati mereka serupa dengan hati orang-orang sebelum mereka. Mereka menentang dan mendustakan para nabi dan rasul yang diutus Allah kepada mereka. Pernyataan Allah ini mengandung hiburan bagi rasulullah. Allah menegaskan bahwa sesungguhnya telah kami jelaskan tandatanda kekuasaan kami kepada orang-orang yang yakin.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 116-117 Ayat suci ini dan ayat berikutnya mengandung jawaban atas klaim orang-orang Nasrani (laknat Allah atas mereka) dan orang-orang yang menyerupai mereka yaitu orang Yahudi dan orang-orang musyrik Arab yang menganggap malaikat sebagai puteri-puteri Allah. Allah mencaci mereka semua karena klaim mereka dan pernyataan mereka bahwa Allah memiliki anak. Lalu Allah SWT berfirman: (Maha Suci Allah) , artinya, Maha Tinggi, Maha Suci dan Maha Bersih Dia dari hal-hal semacam itu dengan kemuliaan yang luar biasa." Firman Allah, (Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah) Semua ini tidak seperti yang mereka ada-adakan. Sesungguhnya Dia memiliki secara mutlak langit dan bumi serta segala isinya. Dialah yang mengurusnya dan mengatur segala hal di dalamnya. Dia pencipta mereka, pemberi rezeki, pengatur takdir, pemelihara, pengarah, dan pengatur mereka sesuai kehendakNya. Semua makhluk adalah hambaNya dan milikNya. Bagaimana mungkin Dia memiliki seorang anak di antara mereka? Karena konsep anak biasanya melibatkan dua entitas yang sesuai. Sedangkan AllahSWT, tidak memiliki sesuatu yang sebanding dan sekutu dalam kebesaran dan keagunganNya. Bagaimana mungkin Dia memiliki anak? Sebagaimana Allah SWT berfirman (Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu (101)) (Surah Al-An’am), (Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak" (88) Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar (89) hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh (90) karena mereka mendakwakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak (91) Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak (92) Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba (93) Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti (94) Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri (95)) (Surah Maryam) dan (Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa (1) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu (2) Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (3) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia" (4)) (Surah Al-Ikhlas) Allah menegaskan dalam ayat-ayat yang mulia ini bahwa Dia adalah Pemilik yang agung, tidak ada yang serupa atau sebanding dan serupa denganNya. Semua sesuatu selain Dia adalah adalah ciptaanNya dan dikuasai olehNya. Jadi bagaimana mungkin bagiNya memiliki seorang anak dari mereka? FirmanNya, (semua tunduk kepadaNya), ‘Ikrimah, dan Abu Malik menyatakan bahwa makna firmanNya, (semua tunduk kepada-Nya) adalah bahwa semua makhluk akan datang kepadaNya sebagai hamba yang tunduk" Said bin Jubair berkata: (semua tunduk kepada-Nya), maknanya adalah ikhlas. Ar-Rabi' bin Anas berkata: (semua tunduk kepada-Nya), maknanya adalah berdiri di hari kiamat. As-Suddi berkata: (semua tunduk kepada-Nya), maknanya adalah taat di hari kiamat. Ibnu Abi Najih meriwayatkan dari Mujahid: (semua tunduk kepada-Nya), artinya mereka taat; maksudnya, kepatuhan orang kafir dalam sujud pada bayangan mereka sedangkan mereka membencinya. Ini adalah pendapat dari Mujahid. Ibnu Jarir, memilih untuk mengumpulkan semua pandangan tersebut. Maknanya yaitu ketundukan, ketaatan, dan kepatuhan kepada Allah. Hal itu secara syar’i dan qadriy sebagaimana Allah SWT : (Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.)
Tafsir As-Sa'di
117. “Allah Pencipta langit dan bumi, ” maksudnya yang menciptakan keduanya dalam bentuk yang telah dikokohkan dan diindahkannya tanpa ada contoh sebelumnya. “Dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia mengatakan kepadanya, ‘Jadilah!’ maka jadilah ia, ” tanpa dibantu dan tanpa terhalang sedikit pun.
Tafsir Al-Wajiz
Allah-lah sang Pencipta langit dan bumi, artinya Allah yang menciptakan keduanya, tanpa ada contoh yang semisal dengan keduanya. Apabila Allah menghendaki meciptakan sesuatu, baik berupa makhluk, atau perkara, atau suatu perencanaan maka Allah hanya akan berkata kun: Jadilah! Maka seketika itu juga, jadilah apa yang Allah inginkan. Itu semua terjadi sebab sangat kesempurnaan kekuasaan Allah
Tafsir Al-Muyassar
Dan Allah ta’ala adalah Dzat yang menciptakan langit dan bumi tanpa ada contoh terlebih dahulu. Apabila Dia menetapkan suatu perkara apapun dan Dia hendak untuk mengadakannya, Dia hanya berfirman “kun” (jadilah), maka ia pun jadi.
Tafsir Al-Madinah
117. Allah-lah Pencipta langit dan bumi tanpa ada misal sebelumnya. Apabila Dia menetapkan suatu urusan, Dia hanya perlu mengatakan “kun” maka jadilah urusan itu. Ibnu Katsir mengatakan tentang ayat ini: “Hal ini menunjukkan kesempurnaan dan keagungan kuasa-Nya. Jika Dia akan menetapkan sesuatu maka Dia berfirman: “Jadilah” maka jadilah urusan itu sebagaimana yang Dia kehendaki. Allah berfirman: Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “kun (jadilah)”, maka jadilah ia. (an-Nahl: 40) dan berfirman: Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. (Yasin: 82) dan berfirman: Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. (al-Qamar: 50)
Tafsir Al-Mukhtashar
117. Allah adalah pencipta langit dan bumi beserta isinya tanpa ada contoh sebelumnya. Apabila Dia menetapkan dan menghendaki sesuatu, Dia cukup berfirman kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu sesuai dengan apa yang Allah kehendaki. Tidak ada seorangpun yang dapat menolak perintah dan keputusan-Nya.
Tafsir Zubdatut
117. (Allah Pencipta langit dan bumi) Yakni Dia-lah yang menciptakan keduanya pertama kali tanpa ada yang semisalnya sebelumnya. (dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu) Yakni berkehendak untuk menciptakan atau mengatur sesuatu. (maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia) Yakni sebagai bukti kesempurnaan kekuasaan-Nya Dia melakukan apa yang Dia kehendaki dengan kata Kun.
Tafsir Ash-Shaghir
{Dzat yang menciptakan langit dan bumi.} Dzat yang menciptakan langit dan bumi yang tidak pernah ada sebelumnya {Apabila Dia hendak menetapkan} berkehendak dan menentukan {sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah” Maka, jadilah sesuatu itu
Tafsir Aisarut
Makna kata : { } Badii’us samaawaat : Allah yang menciptakan berlapis-lapis langit tanpa ada contoh sebelumnya. { } Qadaa amran : Memutuskan untuk membuat sesuatu. Makna ayat : Lantas Allah menyebutkan dalil-dalil serta argumen untuk membantah kalim bohong mereka itu. Pertama : Kepemilikan Allah Ta’ala atas segala sesuatu yang berada di langit dan di bumi, serta mereka semua tunduk kepada hukum, kuasa dan aturan-Nya. Maka secara logika sangat tidak mungkin apabila Allah mengangkat anak dari kalangan mereka. Kedua : Kekuasaan Allah Ta’ala yang nampak ketika Allah menciptakan berlapis lapis langit, bumi, dan makhluk yang lainnya hanya dengan mengucapkan kun fayakun. Maka tidak mungkin Allah membutuhkan seorang anak, karena Dia lah pemilik segala sesuatu dan Tuhan dari segala sesuatu.
Tafsir Hidayatul
Badii' artinya Allah Subhaanahu wa Ta'aala Pencipta tanpa didahului contoh sebelumnya. Allah Maha Kuasa mampu menciptakan makhluk begitu indah tanpa didahului contoh sebelumnya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Baqarah ayat 117: Allah menjelaskan bahwasannya Dia adalah pencipta langit dan bumi dan yang mengawali atas seluruh permisalan yang lalu, maka jika Allah menginginkan sesuatu Dia berkata : Kun.