Surah Hud : Ayat 118
وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ ٱلنَّاسَ أُمَّةً وَٰحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ

"Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan jika tuhanmu wahai nabi Muhammad yang membimbing dan memberiimu menghendaki, tentu dia jadikan seluruh manusia menjadi umat yang satu, yakni menganut satu agama, satu keyakinan, atau satu pendapat, tetapi Allah tidak menghendaki demikian, melainkan memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih'sebagai wujud keadilan Allah dalam memberikan pahala dan siksa. Meskipun Allah memberi mereka kebebasan memilih, mereka senantiasa tetap berselisih pendapat tentang kebenaran, lantaran mereka mengikuti hawa nafsunya. Perselisihan itu terjadi kecuali di antara orang yang diberi rahmat oleh tuhanmu, mereka tidak berselisih, tetap mengikuti petunjuk Allah dan memilih agama yang benar. Dan untuk itulah Allah menciptakan sebagian mereka sengsara dan sebagian lain bahagia. Kalimat tuhanmu, yakni keputusan-ku telah tetap, bahwa aku pasti akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia semuanya yang durhaka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 118-119 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia Maha Kuasa untuk menjadikan manusia umat yang satu dalam hal keimanan atau kekafiran. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya) (Surah Yunus: 99) Firman Allah: (tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat (118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu) yaitu perselisihan itu masih ada di antara manusia dalam hal agama, akidah, madzhab dan pendapat mereka. Firman Allah: (kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu) yaitu kecuali orang-orang yang diberi rahmat dari pengikut para rasul; yaitu orang-orang yang berpegang teguh kepada apa yang diperintahkan dari agama yang diberitahukan oleh para rasul Allah kepada mereka. Demikian itu keadaan mereka masih begitu hingga datanglah Nabi yang ummi, penutup para rasul dan para nabi, lalu mereka mengikuti, membenarkan dan membantu perjuangan beliau. Lalu mereka beruntung dengan kebahagiaan dunia dan akhirat ‘Atha’ berkata tentang firmanNya: (tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat) yaitu orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Majusi (kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu) yaitu memeluk agama yang hanif. Qatadah berkata bahwa orang-orang yang dirahmati Allah adalah oang yang bersatu, sekalipun tempat tinggal dan tubuh mereka terpisah. Dan orang-orang berbuat maksiat kepadaNya adalah orang-orang yang berpecah belah, sekalipun tempat tinggal dan tubuh mereka bersatu. Firman Allah: (Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Dia menciptakan mereka dalam keadaan terpecah belah, sebagaimana firmanNya (maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia) (Surah Hud: 105) Dikatakan,”Allah menciptakan mereka untuk dirahmati” Ibnu Wahb berkata,”Telah memberitahukan kepadaku Muslim bin Khalid, dari Abu Najih, dari Thawus, bahwa dua orang laki-laki berselisih kepadanya dengan sengit. Lalu Thawus berkata,"Kalian sering bertengkar" Salah seorang dari keduanya berkata,"Demikianlah kami diciptakan” Thawus berkata,"Kamu berdusta" Lalu laki-laki itu berkata,"Bukankah Allah berfirman: (tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat (118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka?") Thawus berkata,"Allah tidaklah menciptakan mereka agar mereka berselisih, tetapi Dia menciptakan mereka agar bersatu" Makna pendapat ini merujuk kepada firman Allah SWT: (Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu (56)) (Surah Adz-Dzariyat) Dikatakan, bahkan yang dimaksud adalah bahwa Allah menciptakan mereka untuk dirahmati dan berselisih. Sebagaimana yang dikatakan Hasan Al-Bashri dalam suatu riwayat yang tentang firmanNya: (tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat (118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka) dia berkata bahwa manusia itu berselisih tentang agamanya hingga terpecah belah (kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu) Maka siapa saja yang dirahmati oleh Tuhanmu, maka tidak berselisih. Dikatakan kepadanya, "Untuk itukah Allah menciptakan mereka?" dia menjawab,"Dia men­ciptakan mereka untuk surgaNya, dan lainnya untuk nerakaNya. Dia menciptakan mereka untuk rahmatNya dan lainnya untuk azabNya" Ibnu Wahb berkata,”Aku bertanya kepada Malik tentang firmanNya: (tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat (118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka) dia menjawab bahwa satu kelompok dimasukkan ke dalam surga dan satu kelompok dimasukkan ke dalam neraka Sa'ir. Dia berkata bahwa pendapat ini dipilih Ibnu Jarir dan Abu ‘Ubaidah Al-Farra’. Firman Allah: (Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan bahwa sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya) Allah SWT memberitahukan bahwa telah ditetapkan dalam ketentuan dan takdir­Nya dengan ilmuNya yang sempurna dan kebijaksanaan­Nya yang berlaku bahwa di antara makhlukNya ada yang layak mendapat surga, dan ada yang layak mendapat neraka. Bahwa suatu kepastian bahwa Dia memenuhi neraka Jahanam dari kedua jenis makhluk dari kalangan jin dan manusia. MilikNyalah hujjah yang kuat dan kebijaksanaan yang sempurna.
Tafsir As-Sa'di
118 Allah mengabarkan bahwa kalau Dia berkehendak, niscaya Dia menjadikan manusia umat yang satu, berpegang teguh pada agama islam karena kehendak Allah tiada berbatas, taka da satupun yang menghalangiNya, akan tetapi hikmahNya menuntut mereka terus berselisih, menyelisihi jalan yang lurus, mengikuti jalan yang mengantarkan kepada neraka. Masing masing melihat kebenaran pada dirinya dan kesesatan pada orang lain.
Tafsir Al-Wajiz
118. Jika Tuhanmu berkehendak, niscaya Dia akan menjadikan semuanya berada dalam satu agama, namun Dia menghendaki agar memilih, dengan tujuan untuk mewujudkan prinsip keadilan terkait pahala dan hukuman. Setelah menentukan pilihan, mereka masih tetap berselisih karena selalu mengikuti hawa nafsu.
Tafsir Al-Muyassar
Dan sekiranya Tuhanmu menghendaki, pastilah Dia akan menjadikan manusia semuanya umat yang bersatu diatas satu agama, yaitu islam. Akan tetapi, Dia tidak menghendakinya, sehingga manusia akan tetap saling berselisih dalam agama-agama mereka, dan itu sesuai dengan kandungan hikmahNya.
Tafsir Al-Madinah
118. Seandainya Tuhanmu menghendaki, niscaya Dia akan menjadikan seluruh manusia dalam satu golongan, di atas kalimat tauhid dan jalan para nabi. Akan tetapi Allah tidak memaksa hamba-hamba-Nya untuk menempuh jalan kebenaran, namun hanya menyeru mereka kepadanya dan membiarkan mereka memilih; sehingga sebagian mereka beriman, dan sebagian lainnya menuruti hawa nafsunya; oleh sebab itu mereka selalu berselisih.
Tafsir Al-Mukhtashar
118. Sekiranya Tuhanmu -wahai Rasul- berkehendak membuat manusia menjadi satu umat yang mengikuti kebenaran, niscaya Dia akan melakukannya. Akan tetapi Dia tidak menghendaki hal itu. Maka merekapun terus-menerus berselisih paham tentang kebenaran gara-gara mengikuti hawa nafsu dan melampaui batas.
Tafsir Zubdatut
118. (Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu) Umat yang berada diatas kebenaran tanpa ada perselisihan, yang bersatu dalam agama Islam saja. (tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat) Mereka masih saja berselisih tentang kebenaran karena mengikuti hawa nafsu.
Tafsir Li Yaddabbaru
118-119 Qhotadah -rahimahullah- mengatakan : orrang-orang yang berada di bawah naungan rahmat Allah adalah mereka yang senantiasa dalam jama'ah. sekalipaun rumah-rumah dan badan mereka terpisah, sedangkan orang-orang terjerumus dalam maksiat adalah mereka selalu berselisih dan bertolak belakang sesamanya, sekalipun rumah dan jasad mereka berdekatan.
Tafsir Ash-Shaghir
Jika Tuhanmu menghendaki, sungguh Dia akan menjadikan manusia umat yang satu} pemeluk agama yang satu {Dan mereka senantiasa berselisih
Tafsir Aisarut
Makna kata : ( ) ummataw wahidah : di atas satu agama yaitu Islam. Makna ayat : Firman-Nya : ( ) menjadikan kalian semua berada di atas Islam, dengan menciptakan langsung hidayah di dalam hati mereka dan menghilangkan segala penghalang hidayah. Tapi Dia tidak berkehendak demikian, dan mereka senantiasa berada dalam perselisihan: dalam jenis agama yang bervariasi baik itu Yahudi, Nasrani, Majusi, dan bahkan suatu agama dapat terpecah kembali menjadi kelompok-kelompok yang bermacam-macam. Pelajaran dari ayat : • Persatuan adalah rahmat dan perpecahan adalah azab.
Tafsir Hidayatul
Surat Hud ayat 118: Di atas agama yang satu, yaitu Islam. Hikmah-Nya menghendaki bahwa mereka akan senantiasa berselisih, menyelisihi jalan yang lurus, mengikuti jalan yang menghubungkan ke neraka, masing-masing melihat bahwa dirinya yang benar sedangkan yang lain salah.