Surah Al-A'raf : Ayat 118
فَوَقَعَ ٱلْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
"Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dengan mukjizat tongkat tersebut maka terbuktilah kebenaran yang berada di pihak nabi musa, dengan disaksikan orang banyak. Dan segala yang mereka kerjakan berupa sihir dan kepalsuan jadi sia-sia dan batal semua. Kebatilan, walau dibalut keindahan, hanya akan mengelabui sesaat, tetapi akan sirna bila berhadapan dengan kebenaran. Dengan kejadian tersebut maka mereka, yakni para penyihir dikalahkan di tempat itu di hadapan orang banyak. Dan karena telah dipermalukan dengan kekalahan itu maka berbaliklah mereka menjadi orang-orang yang hina, setelah sebelumnya tampil dengan penuh kesombongan dan yakin akan meraih kemenangan dan kemuliaan. Mereka merasa sangat terhina dengan kekalahan ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 117-122 Allah SWT memberitahukan bahwa Dia memberikan wahyu kepada hamba dan rasulNya nabi Musa di peristiwa yang agung itu, dimana Dia membedakan antara kebenaran dan kebathilan. Dia memerintahkan kepadanya untuk melemparkan tongkat yang ada di tangan kanannya yang merupakan tongkatnya sendiri (Maka seketika tongkat itu menelan) yaitu memakan (apa yang mereka buat-buat) yaitu apa yang mereka lemparkan dan mereka anggap bahwa itu adalah kebenaran padahal sebenarnya itu adalah kebathilan. Ibnu Abbas berkata bahwa ular itu tidak melewati tali dan tongkat mereka melainkan menelannya. Lalu para ahli sihir itu mengetahui bahwa hal ini adalah perkara dari langit, dan bukan sihir. Lalu mereka tersungkur bersujud dan berkata: (Kami beriman kepada Tuhan semesta alam (121) Tuhan Musa dan Harun)
Tafsir As-Sa'di
118 “karena itu nyatalah yang benar” yakni jelas dan nyata serta unggul dalam perkumpulan itu, ”dan batallah yang selalu mereka kerjakan”
Tafsir Al-Wajiz
118. Lalu kebenaran tetap kokoh dan tampak, yaitu kebenaran Musa, dan sia-sialah sihir yang mereka buat
Tafsir Al-Muyassar
Maka nyatalah yang benar dan menjadi jelas bagi orang yang menyaksikan dan menghadirinya tentang kebenaran musa dan bahwa dia sesungguhnya dia adalah utusan Allah yang mengajak kepada kebenaran. Dan lenyaplah kedustaan yang mereka perbuat.
Tafsir Al-Madinah
118. Maka tampaklah kebenaran yang ada pada Musa, lenyaplah tipu daya dan sihir yang dilakukan para penyihir itu.
Tafsir Al-Mukhtashar
118. Maka muncullah kebenaran yang nyata. Kebenaran dari ajaran yang dibawa oleh Musa -‘Alaihissalām- menjadi nyata. Dan kepalsuan dari apa yang dibuat oleh para penyihir itu pun menjadi jelas.
Tafsir Zubdatut
118. (Karena itu nyatalah yang benar) Yakni kebenaran menjadi terang ketika Nabi Musa mendatangkan mukjizatnya. (dan batallah yang selalu mereka kerjakan) Berupa sihir mereka. Yakni jelaslah kemungkaran kereka.
Tafsir Li Yaddabbaru
115-119 1 ). Hikmah dari permintaan Musa kepada para penyihir agar mereka memulai sihir adalah : agar manusia melihat sihir para penyihiri itu , kemudian Musa mendatangkan kebenaran yang melawan semua kebodohan mereka. 2 ). Perhatikan ayat berikut : { } "Musa menjawab: “Lemparkanlah (lebih dahulu)!” Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (menakjubkan)." Musuh-musuh Allah memiliki cara yang berbeda-beda untuk membodohi manusia, dan tujuan mereka sebenarnya hanya satu; tetapi apa yang mereka perbuat akan terkalahkan dengan satu kekuatan, yaitu : senantiasa konsisten di atas wahyu Allah, sebagaiman yang diperbuat oleh Musa, dan setelah itu kemenangan pasti akan di atas : { [ [ 118 ] [ 119 } "Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan [ 118 ] Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina [ 119 ]"
Tafsir Ash-Shaghir
{Maka terbuktilah} maka tampak dan jelas {kebenaran dan sia-sialah} lenyaplah {apa yang mereka kerjakan