Surah At-Taubah : Ayat 119
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَكُونُوا۟ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ
"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar."
Tafsir Ringkas Kemenag
Penegasan bahwa Allah maha penerima tobat diikuti dengan perintah: wahai orang-orang yang beriman! bertakwalah kepada Allah dengan sungguh-sungguh berupaya melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan hendaklah kamu bersama dengan orang-orang yang benar, jujur dalam ucapan, perilaku dan perbuatannya. Ayat ini berisi kecaman terhadap orang-orang yang tidak ikut berperang dan memilih bersenang-senang di rumah mereka. Tidak pantas bagi penduduk madinah dan orang-orang arab badui yang berdiam di sekitar mereka, yaitu di sekitar kota madinah, tidak turut menyertai rasulullah pergi berperang, dan tidak pantas pula bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri rasul. Yang demikian itu tidak wajar, karena mereka tidak ditimpa kehausan karena panas terik dan sulitnya mendapatkan air, tidak kepayahan dan kelaparan karena terbatasnya makanan ketika berjuang di jalan Allah, dan tidak pula menginjak atau menduduki suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir lantaran keberanian dalam menegakkan kalimat Allah, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, yakni menyebabkan musuh terluka atau terbunuh, kecuali semua itu akan dituliskan oleh malaikat bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan yang layak mendapatkan pahala dari Allah. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 118-119 Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah tentang dengan firman Allah SWT: (dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka), dia berdoa,”Mereka adalah Ka'b bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Murarah bin Ar-Rabi', dan semuanya dari kalangan kaum Anshar. Setelah Allah menyebutkan jalan keluar yang Dia berikan tiga orang itu dari kesempitan dan musibah yaitu diasingkan orang-orang muslim selama sekitarlima puluh hari. Jiwa mereka dan bumi yang luas terasa sempit oleh mereka. yaitu jalan dan pemikiran tertutup bagi mereka sehingga mereka tidak mendapatkan petunjuk tentang apa yangmereka perbuat. Lalu mereka bersabar dan tenang menunggu perintah Allah, serta bersikap teguh, sehingga Allah memberikan jalan keluar bagi mereka karena kejujuran mereka terhadap Rasulullah SAW dalam mengemukakan ketidak ikutan mereka. Mereka mengatakan bahwa hal itu bukan karena suatu udzur, sehingga mereka mendapat hukuman pada masa itu. Kemudian Allah menerima taubat mereka, dan hasil dari kejujuran mereka itu lebih baik bagi mereka baik bagi mereka dan menjadi penyebab taubat mereka diterima. Oleh karena itu Allah berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar (119)) yaitu jujurlah dan tetaplah pada kejujuran, maka kalian termasuk orang-orang yang jujur, selamat dari kebinasaan dan menjadikan bagi kalian jalan keluar dari urusan kalian. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr tentang firmanNya: (Bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar) dia berkata yaitu bersama nabi Muhammad SAW dan para sahabat beliau.
Tafsir As-Sa'di
119. “Hai orang-orang yang beriman”, kepada Allah dan kepada apa yang diperintahkan oleh Allah agar diimani, jalankan apa yang menjadi konsekuensi iman, yaitu bertakwa kepada Allah, dengan menjauhi dan meninggalkan apa yang Dia larang. “Dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”, dalam ucapan, perbuatan, dan keadaan mereka, orang-orang yang perkataannya adalah benar, perbuatannya dan keadaannya tidak lain kecuali benar, bebas dari kemalasan dan kelesuan, selamat dari maksud-maksud buruk, mengandung keikhlasan dan niat yang baik, karena kejujuran mengantar kepada kebaikan, dan kebaikan mengantar kepada Surga. Allah berfirman, "Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar".(Al-Maidah:119)
Tafsir Al-Wajiz
119. Wahai orang-orang mukmin, takutlah kepada Allah dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya serta teruslah beriman dengan benar baik dalam perkataan maupun perbuatan
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang briman kepada Allah dan rasulNya serta melaksanakan syariatNya, laksanakanlah perintah-perintah Allah dan jauhilah larangan-laranganNYa dalam segala yang kalian kerjakan dan kalian tinggalkan.Dan jadilah kalian bersama orang-orang yang benar dalam sumpah-sumpah mereka, janji-janji mereka dan dalam setiap urusan penting dari urusan-urusan mereka.
Tafsir Al-Madinah
119. Allah berfirman kepada orang-orang beriman agar bertakwa kepada-Nya dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, dan senantiasa jujur dalam janji, perkataan, dan perbuatan mereka.
Tafsir Al-Mukhtashar
119. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah, mengikuti rasul-Nya, dan menjalankan syariat-Nya, takutlah kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Dan bergabunglah bersama orang-orang yang jujur dalam keimanan, ucapan, dan perbuatannya. Karena tidak ada keselamatan bagi kalian kecuali di dalam kejujuran.
Tafsir Zubdatut
119. (dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar) Terdapat isyarat bahwa tiga orang ini telah meraih penerimaan taubat dari Allah dengan kejujuran mereka.
Tafsir Li Yaddabbaru
Allah memeritahkan kepada kita untuk senantiasa bersama orang-orang yang benar, Dia berfirman : { } , maka betapa banyak diantara mereka yang merugi dengan mengabaikan ayat ini, sungguh kehinaan dan kerugian besar bagi mereka yang terjerumus ke dalam perangkap kebohongan orang-orang kafir.
Tafsir Ash-Shaghir
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar
Tafsir Hidayatul
Surat At-Taubah ayat 119: Baik dalam perkataan, perbuatan, maupun keadaan, di mana hati mereka selamat dari niat buruk, berhati ikhlas dan berniat baik. Perlu diketahui. Bahwa kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa seseorang ke surga.