Surah Al-Anbiya : Ayat 12
فَلَمَّآ أَحَسُّوا۟ بَأْسَنَآ إِذَا هُم مِّنْهَا يَرْكُضُونَ

"Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya."

Tafsir Ringkas Kemenag
Maka ketika mereka, penduduk negeri yang zalim tersebut, melihat dan merasakan azab kami yang ditimpakan kepada mereka, tiba-tiba mereka berusaha melarikan diri dari negerinya itu karena ketakutan dan hendak menyelamatkan diri, tetapi mereka tetap binasa. 13. Dalam keadaan sudah binasa, lalu dikumandangkan kepada mereka, 'janganlah kamu lari tergesa-gesa meninggalkan negeri kamu. Lebih baik kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu di negeri kamu itu, dan nikmatilah hidup mewah di tempat-tempat kediamanmu dengan fasilitas yang lengkap, agar kamu dapat ditanya tentang segala hal mengenai asal-usul kemewahan itu. ' hal ini merupakan bentuk penghinaan dan sindiran tajam terhadap mereka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 10-15 Allah SWT berfirman seraya mengingatkan kemuliaan Al-Qur'an seraya menganjurkan kepada mereka untuk mengetahui kedudukannya (Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagi kalian) Ibnu Abbas berkata bahwa maknannya adalah kemuliaan kalian. Mujahid berkata yaitu yang membuat kalian terkenal. (Maka apakah kalian tiada memahaminya?) yaitu, nikmat ini dan kalian menerimanya dengan penerimaan yang baik. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban (44)) (Surah Az-Zukhruf) Firman Allah: (dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain) yaitu, umat lain setelah mereka (Maka tatkala mereka merasakan azab Kami) yaitu mereka yakin bahwa azab akan menimpa mereka sebagai kepastian sesuai dengan apa yang diancamkan nabi mereka (tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya) yaitu, mereka melarikan diri (Janganlah kamu lari tergesa-gesa, kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediaman kalian (yang baik)) Hal ini memperolok mereka, yaitu dikatakan kepada mereka dengan dengan maksud meremehkan,"Janganlah lari terbirit karena turunnya azab, kembalilah kepada kenikmatan, kebahagiaan, kehidupan, dan tempat tinggal kalian yang baik" Qatadah berkata bahwa maknannya adalah ejekan terhadap mereka. (supaya kalian ditanya) yaitu dari perbuatan kalian, berupa mensyukuri nikmat-nikmat (Mereka berkata, "Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim” (14)) Mereka mengakui dosa-dosa mereka ketika hal itu tidak bermanfaat bagi mereka (Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi (15)) yaitu ucapan itu terus ada, dan itu adalah pengakuan dari kezaliman dan keadaan mereka sehingga Kami menuai mereka, dan binasalah mereka tanpa bergerak dan bersuara
Tafsir As-Sa'di
12. Sesungguhnya mereka ittu, orang-orang yang dibinasakan, (tatkala mereka merasakan siksa dan hukuman Allah dan gesekannya langsung mengenai mereka), tidak ada kemungkinan bagi mereka untuk kembali dan tidak ada cara untuk menarik diri. Mereka hanya bisa berlari-lari dengan kaki mereka di permukaan tanah sebagai bentuk ungkapan penyesalan, kegelisahan, dan sedih atas perbuatan mereka.
Tafsir Al-Wajiz
12. Tatkala menyadari dan merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka cepat-cepat melarikan diri dari negeri mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Maka tatkala mereka menyaksikan siksaan Kami yang pedih menimpa mereka dan mereka melihat gejala-gejala kedatangannya, tiba-tiba mereka bergegas lari dari negeri-negeri mereka.
Tafsir Al-Madinah
12-13. Ketika orang-orang zalim melihat azab Kami dan merasa yakin akan menimpa mereka, ternyata mereka melarikan diri; maka dikatakan kepada mereka: “Janganlah kalian lari, dan kembalilah kepada kenikmatan dan syahwat yang dahulu kalian tenggelam di dalamnya ketika di dunia, dan kepada rumah-rumah kalian yang megah agar kalian ditanya tentang kengerian yang kalian hadapi.” Ini merupakan ejekan dan olokan bagi mereka.
Tafsir Al-Mukhtashar
12. Maka ketika orang-orang yang dibinasakan itu menyaksikan azab Kami yang tidak menyisakan mereka sedikitpun, tiba-tiba mereka segera melarikan diri dari negeri mereka agar tidak binasa.
Tafsir Zubdatut
12. (Maka tatkala mereka merasakan azab Kami) Yakni setelah mereka melihat azab Kami. (tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya) Makna () adalah melarikan diri dan kabur.
Tafsir Ash-Shaghir
Maka ketika mereka menyadari} melihat {azab Kami} azab Kami {tiba-tiba mereka melarikan diri darinya} melarikan diri dari azab dengan cepat
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Anbiya ayat 12: Yakni merasa akan dibinasakan dan sudah tidak mungkin lagi kembali atau bertobat.