Surah Al-Mu'minun : Ayat 12
وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٍ مِّن طِينٍ
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah."
Tafsir Ringkas Kemenag
12-13. Usai menguraikan keberuntungan orang mukmin beserta sifat mereka, Allah lalu menyusulinya dengan uraian tentang proses kejadian manusia yang amat mengagumkan; suatu proses yang semestinya mendorong setiap manusia untuk beriman. Dan sungguh, kami telah menciptakan manusia bermula dari suatu saripati yang berasal dari tanah. Kemudian kami menjadikannya, yaitu saripati itu, air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh, yakni rahim
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 12-16 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang permulaan penciptaan manusia dari saripati tanah, yaitu nabi Adam. Allah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Mujahid berkata tentang firmanNya (Min Sulalatin) yaitu dari air mani anak cucu nabi Adam. Ibnu Jarir berkata bahwa sesungguhnya nabi Adam dinamakan tanah liat, karena diciptakan darinya Qatadah berkata bahwa nabi Adam diciptakan dari tanah liat. Pendapat ini lebih jelas maknannya dan lebih mendekati konteks ayat, karena sesungguhnya nabi Adam diciptakan dari tanah liat, yaitu tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Hal ini berarti nabi Adam diciptakan dari tanah, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kalian dari tanah, kemudian tiba-tiba kalian (menjadi) manusia yang berkembang biak (20)) (Surah Ar-Rum) Diriwayatkan dari Abu Musa, dari Nabi SAW yang bersabda: “Sesungguhnya Allah menciptakan nabi Adam dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh bumi, maka anak cucu nabi Adam muncul sesuai dengan tabiat tanah; di antara mereka ada yang berkulit merah, ada yang putih, ada yang hitam, dan ada yang di antara semua itu; ada yang buruk dan ada yang baik, serta ada yang di antara keduanya” (Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani) Dhamir ini kembali kepada jenis manusia, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lain: (dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah (7) Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani) (8)) (Surah As-Sajdah) yaitu yang lemah, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Bukankah Kami menciptakan kalian dari air yang hina (20) kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim) (21)) yaitu rahim, karena rahim telah disiapkan untuk itu (sampai waktu yang ditentukan (22) lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kamilah sebaik-baik yang menentukan (23)) (Surah Al-Mursalat) yaitu, masa yang telah diketahui dan batas waktu yang telah ditentukan sampai bentuknya menjadi kokoh, dan berubah dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain dan dari suatu bentuk kepada bentuk yang lain. Oleh karena itu di sini Allah berfirman: (Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah) yaitu kemudian Kami jadikan air mani yang terpancarkan dari tulang sulbi laki-laki yaitu dari punggungnya dan dari tulang dada perempuan, yang ada di antara tulang selangka menjadi segumpal darah merah yang berbentuk memanjang. Ikrimah mengatakan bahwaitu adalah darah. (lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging) yaitu berupa segumpal daging yang tidak berbentuk dan tidak beralur (dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang) yaitu, Kami membentuknya sehingga mempunyai kepala, dua tangan dan dua kaki dengan tulang-tulang, otot-otot, dan urat-uratnya (lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging) yaitu Kami menjadikan baginya daging yang menutupi, mengikat dan memperkuatnya (Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain) yaitu kemudian Kami meniupkan ke dalam tubuhnya ruh, maka dia bergerak hidup, menjadi makhluk lain yang mempunyai pendengaran, penglihatan, kesadaran, gerakan, dan getaran (Maka Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik) Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda kepada kami:”Sesungguhnya seseorang di antara kalian benar-benar dihimpunkan penciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk air mani, kemudian menjadi segumpal darah dalam masa yang sama seperti itu, kemudian menjadi segumpal daging pada masa yang sama, kemudian Dia mengutus malaikat kepadanya, maka malaikat itu meniupkan ruh ke dalam tubuhnya” Firman Allah: (Maka Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik) yaitu setelah menyebutkan kekuasaan dan kelembutanNya dalam menciptakan air mani ini dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain dan dari suatu bentuk ke bentuk yang lain sehingga terbentuklah seperti bentuk manusia yang lengkap dan sempurna, maka Allah berfirman: (Maka Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik) Firman Allah: (Kemudian sesudah itu sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati) yaitu setelah penciptaan pertama dari tidak ada menjadi ada, lalu kalian mati (Kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburanmu) di hari kiamat) yaitu penciptaan yang terakhir (Kemudian Allah menjadikannya sekali lagi) (Surah Al-'Ankabut: 20) yaitu pada hari kiamat, dan semua ruh kembali kepada jasadnya, lalu semua makhluk dihisab, dan setiap orang yang melakukan amal dibalas sesuai dengan amalnya. Jika kebaikan, maka balasannya kebaikan, dan jika keburukan, maka balasannya keburukan.
Tafsir As-Sa'di
12. Allah menyebutkan awal penciptaan moyang manusia, Adam, bahwa beliau berasal “dari suatu saripati dari tanah,” maksudnya dihasilkan dan diambil dari seluruh jenis tanah. Oleh karena itu, keturunannya lahir dalam warna seperti warna tanah. Ada yang baik, buruk dan sedang-sedang saja, ada yang mudah, sulit dan yang bersifat antara keduanya.
Tafsir Al-Wajiz
12. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati air yang berasal dari tanah.
Tafsir Al-Muyassar
Dan sungguh Kami telah menciptakan Adam dari tanah yang diambil dari seluruh tempat di muka bumi.
Tafsir Al-Madinah
12-13. Allah menjelaskan dengan terperinci tahap-tahap penciptaan manusia dan sumber kehidupan yang Allah siapkan bagi manusia berupa hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan. Hal ini untuk menjelaskan besarnya kekuasaan dan luasnya rahmat Allah, dan ini sebagaimana yang Allah sebutkan dalam sebelas ayat ini: Sungguh Kami telah menciptakan Adam dari segumpal tanah, dan Kami ciptakan keturunan Adam dari air mani yang dipancarkan laki-laki ke dalam rahim perempuan, sehingga air mani itu menetap di dalam rahim yang kokoh itu dan terjadi pembuahan.
Tafsir Al-Mukhtashar
12. Dan sungguh Kami telah ciptakan ayah dari seluruh manusia, Adam, dari tanah. Tanah penciptaannya berasal dari saripati hasil campuran air dengan tanah.
Tafsir Zubdatut
12. (dari suatu saripati (berasal) dari tanah) Yakni dari air mani yang dikeluarkan oleh manusia yang berasal dari tanah yang digunakan untuk menciptakan Nabi Adam.
Tafsir Ash-Shaghir
Sungguh Kami telah menciptakan manusia} Adam {dari sari pati tanah} sari pati tanah yang diambil dari seluruh bumi
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Mu’minun ayat 12: Di ayat ini Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan proses perkembangan manusia dari awal penciptaannya sampai akhir hidupnya. Maksudnya, Adam ‘alaihis salam. Yakni diambil dari tanah. Oleh karena itulah, keadaan keturunan Adam seperti keadaan tanah, ada yang baik dan ada yang buruk, ada yang mudah dikelola (diarahkan) dan ada yang keras sebagaimana tanah.