Surah Al-Lail : Ayat 12
إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ

"Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,"

Tafsir Ringkas Kemenag
12-13. Sesungguhnya kamilah yang memberi petunjuk kepada manusia sesuai dengan kebijaksanaan kami agar mereka berjalan pada jalan yang benar demi kebaikan mereka di dunia dan akhirat, dan sesungguhnya milik kamilah kerajaan akhirat dan dunia. Kami yang mengatur urusan keduanya, sedangkan manusia tinggal menjalankan apa yang wajib baginya dan meninggalkan apa yang dilarang darinya
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 12-21 Qatadah berkata tentang firmanNya: (Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk (12)) yaitu Kami menjelaskan yang halal dan yang haram. Selain Qatadah berkata bahwa barang siapa yang menempuh petunjuk, maka dia akan sampai kepada Allah. Dia menjadikannya sebagaimana firmanNya SWT: (Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus) (Surah An-Nahl: 9) Hal ini diriwayatkan Ibnu Jarir. Firman Allah SWT: (dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia (13)) yaitu semuanya adalah milik Kami, dan Akulah yang mengatur keduanya. Firman Allah SWT: (Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala (14)) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah bergejolak. Firman Allah SWT: (Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka (15)) yaitu tidak ada yang dijerumuskan ke dalamnya sehingga diliputi api neraka dari segala penjuru kecuali hanya orang yang paling celaka. Kemudian menjelaskannya, jadi Allah berfirman: (yang mendustakan) yaitu, dengan hatinya (dan berpaling) yaitu semua anggota tubuhnya tidak mau mengamalkannya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Semua umatku akan masuk surga pada hari kiamat, kecuali orang yang membangkang” Mereka bertanya,"Siapakah orang yang membangkang itu, wahai Rasulullah SAW?" Maka beliau SAW menjawab: “Barang siapa yang taat kepadaku, maka masuk surga; dan barangsiapa durhaka kepadaku, maka dia membangkang” Firman Allah SWT: (Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu (17)) yaitu akan dijauhkan dari neraka orang yang bertakwa dan orang yang paling bertakwa, kemudian dijelaskan dengan firmanNya: ((yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya (18)) yaitu membelanjakan hartanya untuk ketaatan kepada Tuhannya, untuk mensucikan diri, harta dan segala sesuatu yang dikaruniakan Allah kepadanya berupa agama dan dunia (padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya (19)) yaitu, bukan untuk membalas hartanya yang pernah diberikan orang lain kepadanya, melainkan dia mengeluarkannya hanya (tetapi semata-mata karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi (20)) yaitu hanya semata-mata karena mengharapkan untuk dapat melihat Allah di akhirat di dalam taman-taman surga. Lalu Allah SWT berfirman: (Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan (21)) yaitu orang yang disifati dengan sifat-sifat ini akan diridhai.
Tafsir As-Sa'di
12. “Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,” yakni jalan yang lurus yang akan mengantarkan menuju Allah dan mendekatkan pada keridhaanNya. Sedangkan kesesatan, jalannya tertutup, tidak bisa mencapai Allah dan hanya mengantarkan orang menuju siksaan yang dahsyat.
Tafsir Al-Wajiz
12. Dan tugas kami dengan keadilan dan kebijaksanaan kami, yaitu menunjukkan jalan petunjuk daripada menunjukkan jalan kesesatan
Tafsir Al-Muyassar
12-13. Sesungguhnya Kami, dengan karunia dan hikmah Kami menjelaskan jalan hidayah yang menyampaikan kepada Allah dan surge NYA, dari jalan kesesatan. Hanya milik Kami lah kehidupan dunia dan akhirat.
Tafsir Al-Madinah
12. Allah menjamin penjelasan jalan petunjuk dan segala hal yang berhubungan dengannya, dan ini merupakan bentuk karunia dan rahmat-Nya. Allah memberi manusia petunjuk kepada kebaikan sebelum Dia memberi balasan atas keburukan amal mereka, dan Allah memberi petunjuk mereka untuk dapat membedakan antara kebaikan dan keburukan.
Tafsir Al-Mukhtashar
12. Sesungguhnya menjadi kewajiban Kami untuk menjelaskan jalan kebenaran dari jalan yang sesat.
Tafsir Zubdatut
12. (Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk) Yakni kewajiban Kami adalah menjelaskan jalan hidayah dan jalan kesesatan. Al-Farra’ mengatakan: yakni barangsiapa yang menempuh jalan hidayah maka Allah akan memudahkannya. Barangsiapa yang menghendaki Allah maka Allah ada di jalan-Nya, dan barangsiapa yang menghendaki-Nya maka ia akan menempuh jalan itu.
Tafsir Ash-Shaghir
{Sesungguhnya Kamilah yang memberi petunjuk} Menjelaskan jalan petunjuk dari jalan kesesatan
Tafsir Hidayatul
Yakni menerangkan jalan petunjuk daripada jalan kesesatan.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Lail ayat 12: Allah kabarkan berkenaan dengan manusia yang mengikuti petunjuk namun juga mengikuti kesesatan, dan akhir kesudahannya adalah tergantung pilihannya sendiri.