Surah At-Taghabun : Ayat 13
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

"(Dialah) Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal kepada Allah saja."

Tafsir Ringkas Kemenag
Yaitu ajaran bahwa sesungguhnya dialah Allah, tidak ada tuhan selain dia yang menciptakan makhluk dan mengaturnya. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah dalam segala keadaan. 14. Setelah diperintahkan untuk bertawakal kepada Allah, pada ayat ini orang-orang beriman diperingatkan tentang istri dan anak-anak mereka. Wahai orang-orang yang beriman! hendaknya kamu waspada. Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu dunia-akhirat. Kadang-kadang istri dapat menjerumuskan suami dan anak-anak dapat mencelakakan bapaknya untuk melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dengan mengawasi dan menanamkan pendidikan agama kepada mereka; dan jika kamu memaafkan mereka ketika mereka melakukan kesalahan; dan kamu menyantuni mereka dengan sikap yang lembut, serta memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka, maka sungguh, Allah maha pengampun kepada hamba-hamba-Nya, maha penyayang kepada seluruh makhluk-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 11-13 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan kembali apa yang Dia ceritakan dalam surah Al-Hadid (Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah) (Surah Al-Hadid: 22) Demikian pula di sini Allah berfirman: (Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah) Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah dengan perintah Allah, yaitu dengan kekuasaan dan kehendakNya. (Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu) yaitu barang siapa yang ditimpa musibah maka dia tahu bahwa itu sesuai dengan ketentuan dan takdir Allah, maka dia bersabar, bermuhasabah, dan menyerahkan diri kepada ketentuan Allah. Allah memberi petunjuk kepada hatinya dan menggantikan apa yang terlewat darinya dari perkara dunia dengan petunjuk di hatinya dan keyakinan yang benar, dan terkadang akan diganti untuknya sesuatu yang atau kebaikan yang diambil darinya Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya (Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya) yaitu Allah memberi petunjuk kepada hatinya untuk yakin, sehingga dia mengetahui bahwa apa yang menimpanya itu tidak bisa dihindari dan apa yang dia lewatkan tidak akan menimpanya Diriwayatkan dari Abu Zhibyan, dia berkata: “Kami berada di samping Alqamah, lalu dia membaca ayat ini (Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya), lalu ditanya tentang itu, kemudian dia menjawab: “Ini adalah seseorang yang tertimpa musibah, kemudian dia mengetahui bahwa itu dari sisi Allah, lalu dia ridha dan berserah diri" yaitu mengembalikan segala sesuatunya dan mengatakan: (Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan hanya kepada-Nyalah kami dikembalikan) (Surah Al-Baqarah: 156) Firman Allah: (Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul) perintah untuk taat kepada Allah dan RasulNya, yaitu dengan mengerjakan syariatNya, mengerjakan apa yang Dia perintahkan, dan meninggalkan apa yang Dia larang dan Dia haramkan. Kemudian Allah berfirman: (jika kamu berpaling, maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang) yaitu jika kalian enggan mengamalkannya, maka sesungguhnya baginya hanyalah menjalankan apa yang ditugaskan, yaitu menyampaikan risalah, dan diwajibkan atas kalian melakukan apa yang dibebankan kepada kalian, yaitu mendengar dan menaatinya. Az-Zuhri berkata bahwa yang dari Allah adalah risalah, dan tugas Rasul adalah menyampaikannya. Kemudian Allah SWT berfirman seraya memberitahukan bahwa Dia adalah Dzat Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu yang tidak ada Tuhan selain Dia. Maka Allah SWT berfirman: ((Dialah) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah saja (13)) Bagian pertama dari ayat ini merupakan pemberitahuan tentang keesaan Allah, tetapi makna yang dimaksud adalah kalimat perintah yakni “Esakanlah penyembahan itu hanya kepadaNya, dan ikhlaskanlah ketaatan itu hanya kepadaNya, lalu bertawakallah kepadaNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: ((Dialah) Tuhan timur dan barat, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung (9)) (Surah Al-Muzzammil)
Tafsir As-Sa'di
13. “(Dia-lah) Allah,” Yang “tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia.” Maksudnya, Dia-lah yang berhak disembah dan dituhankan. Semua sesembahan selainNya adalah batil. “Dan hendaklah orang-orang yang Mukmin bertawakal kepada Allah saja.” Maksudnya, hendaklah orang-orang yang beriman bergantung pada Allah dalam segala hal yang menimpa mereka dan apa pun yang ingin mereka lakukan, karena tidak ada satu pun hal yang berlaku kecuali atas izin Allah dan tidak ada cara untuk itu kecuali dengan bergantung pada Allah. Ketergantungan seseorang terhadap Allah tidak berlaku secara sempurna sehingga ia memperbaiki sangkaannya terhadap Rabbnya serta percaya sepenuh hati bahwa Allah-lah yang akan mencukupi urusan yang disandarkan padaNya. Ukuran lemah dan kuatnya tawakal seorang hamba ditentukan oleh kadar keimanannya.
Tafsir Al-Wajiz
13. Dialah Allah, Tiada Tuhan selain Dia, tiada yang patut disembah selain Dia, maka bertauhidlah kepadaNya, dan hanya kepadaNyalah orang-orang yang beriman itu berserah diri dan menyerahkan semua urusan-urusannya
Tafsir Al-Muyassar
13. Hanya Allah semata, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. hanya kepada Allah semata hendaknya orang-orang yang beriman kepada keesaaNya menyerahkan segala urusan mereka.
Tafsir Al-Madinah
13. Hanya Allah Tuhan yang berhak disembah, dan hendaklah orang-orang beriman hanya bertawakkal kepada-Nya.
Tafsir Al-Mukhtashar
13. Allah adalah Żat yang berhak disembah, tiada sesembahan lain yang berhak disembah selain-Nya, dan kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang beriman bersandar di dalam setiap urusan mereka.
Tafsir Ash-Shaghir
Allah. Tidak ada tuhan selain Dia. Kepada Allahlah hendaknya orang-orang mukmin itu bertawakal} bergantung
Tafsir Hidayatul
Oleh karena itu, segala sesuatu yang diibadahi selain-Nya adalah batil. Yakni hendaknya mereka bersandar kepada-Nya dalam semua masalah yang menimpa mereka dan dalam hal yang ingin mereka kerjakan, karena tidak ada satu urusan pun yang mudah kecuali dengan pertolongan Allah dan seseorang tidaklah sempurna bersandar kepada Allah sampai dia berhusnuzhzhan (bersangka baik) kepada Allah, percaya bahwa Dia akan mencukupinya, dan tingkat tawakkal seseorang sesuai dengan keimanan seorang hamba, setiap kali imannya menguat, maka semakin kuat pula tawakkalnya.
Tafsir An-Nafahat
Surat At-Taghabun ayat 13: Ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan selain Allah, Allah yang tunggal, yang berhak untuk diibadahi, dan wajib bagi kalian agar menjalankan perintah-perintah-Nya wahai orang-orang yang beriman kepada-Nya dan hanya menyembah-Nya saja.