Surah At-Tariq : Ayat 13
إِنَّهُۥ لَقَوْلٌ فَصْلٌ

"sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil."

Tafsir Ringkas Kemenag
Sungguh, al-quran yang didustakan oleh kaum kafir itu benar-benar firman yang menjadi pemisah antara perkara hak dan batil. Sulit bagi manusia untuk membedakan keduanya tanpa tuntunan Al-Qur'an. Al-qur'an menjadi salah satu bukti kasih sayang Allah karena menjadi penerang jalan hidup dan pemberi solusi bagi persoalan manusia. 14. Dan sebagai firman Allah, Al-Qur'an itu bukanlah sendagurauan. Alqur'an bukan sesuatu yang tidak bermakna, bukan pula dongeng masa lalu. Al-qur'an adalah murni rahmat tuhan yang maha pengasih bagi seluruh alam.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 11-17 Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud dengan “ar-raj'u” adalah hujan, dan diriwayatkan darinya bahwa yang dimaksud adalah awan yang mengandung air hujan Qatadah berkata bahwa makna yang dimaksud adalah yang mengembalikan rezeki para hamba setiap tahun; seandainya tidak demikian, sungguh mereka akan binasa dan juga hewan ternak mereka. Ibnu Zaid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah bintang-bintangnya kembali, serta mataharinya dan bulannya datang dari arah ini. (dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan (12)) Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud adalah terbelahnya bumi mengeluarkan tumbuhannya. Demikian juga dikatakan Ikrimah, Al-Hasan, Qatadah, As-Suddi, dan lainnya. Firman Allah SWT: (sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil (13) Ibnu Abbas berkata bahwa adalah kebenaran benar. Demikian juga dikatakan Qatadah, Ulama’ lain berkata bahwa itu adalah hukum yang adil (dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau (14)) yaitu bahkan Al-Qur'an itu sungguhan dan benar. Kemudian Allah memberitahukan tentang orang-orang kafir, bahwa mereka mendustakan Al-Qur'an dan menghalang-halangi manusia dari mengikuti jalannya. Jadi Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya (15)) yaitu, mereka membuat tipu daya dalam seruan mereka kepada manusia untuk mengelabui mereka agar menentang Al-Qur'an. Kemudian Allah SWT berfirman: (Karena itu, beri tangguhlah orang-orang kafir itu) yaitu tangguhkanlah mereka dan janganlah menyegerakan mereka (yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar) yaitu, sebentar. Maka nanti kamu akan menyaksikan apa yang akan menimpa mereka, yaitu azab, pembalasan, hukuman, dan kehancuran. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras (24)) (Surah Luqman)
Tafsir As-Sa'di
Ayat 11-14 Kemudian Allah membagi golongan selanjutnya berdasar keabsahan al-Qur’an seraya berfirman, “Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,” yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedangkan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. “Sesungguhnya al-Qur’an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil,” yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, “dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau,” yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur’an adalah Firman yang membedakan antara berbagai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa.
Tafsir Al-Wajiz
13-14. Sesungguhnya, Al-quran itu memisahkan antara yang benar dan salah, Al-quran itu sendirilah yang menjadi pemisah. Al-quran tidak diturunkan dengan senda gurau dan main-main
Tafsir Al-Muyassar
11-14. Demi langit yang menurunkan hujan berkali-kali, Dan bumi yang memiliki biji-bijian yang tumbuh, Sesungguhnya al-qu’an adalah perkataan yang memisahkan antara yang haq dengan yang batil, Ia tidak main main. Tidak boleh bagi makhluk bersumpah dengan selain Allah, karena itu adalah kesyirikan.
Tafsir Al-Mukhtashar
13. Sesungguhnya Al-Qur`ān yang diturunkan kepada Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ini adalah ucapan yang membedakan antara yang benar dan yang batil, yang jujur dan yang dusta.
Tafsir Zubdatut
13. (sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil) Yakni al-Qur’an adalah firman yang membedakan antara kebenaran dan kebatilan.
Tafsir Ash-Shaghir
{sesungguhnya itu} Al-Qur'an itu {benar-benar firman pemisah} yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil
Tafsir Hidayatul
Fashl bisa juga diartikan benar, jelas, memisahkan yang hak dan yang batil dan menyelesaikan masalah.
Tafsir An-Nafahat
Surat At-Tariq ayat 13: 13-14. Kemudian datang jawaban atas sumpah Allah menjelaskan bahwa Al Qur’an ini ada kalamullah yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Dan Al-Qur’an (isinya) adalah kesungguh-sungguhan tidak main-main dan senda gurau; Karena ia adalah firman Rabbul Alamin sebagai Hakim atas segala sesuatu.