Tafsir Ringkas Kemenag
12-13. Sesungguhnya kamilah yang memberi petunjuk kepada manusia sesuai dengan kebijaksanaan kami agar mereka berjalan pada jalan yang benar demi kebaikan mereka di dunia dan akhirat, dan sesungguhnya milik kamilah kerajaan akhirat dan dunia. Kami yang mengatur urusan keduanya, sedangkan manusia tinggal menjalankan apa yang wajib baginya dan meninggalkan apa yang dilarang darinya. 14. Maka, aku memperingatkan kamu, wahai manusia, dengan neraka yang menyala-Nyala dan panas tiada tara; itulah neraka jahanam. Demikianlah cara Allah mendidik manusia, dengan memberi sanksi kepada pelanggar dan penghargaan kepada penaat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 12-21 Qatadah berkata tentang firmanNya: (Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk (12)) yaitu Kami menjelaskan yang halal dan yang haram. Selain Qatadah berkata bahwa barang siapa yang menempuh petunjuk, maka dia akan sampai kepada Allah. Dia menjadikannya sebagaimana firmanNya SWT: (Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus) (Surah An-Nahl: 9) Hal ini diriwayatkan Ibnu Jarir. Firman Allah SWT: (dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia (13)) yaitu semuanya adalah milik Kami, dan Akulah yang mengatur keduanya. Firman Allah SWT: (Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala (14)) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah bergejolak. Firman Allah SWT: (Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka (15)) yaitu tidak ada yang dijerumuskan ke dalamnya sehingga diliputi api neraka dari segala penjuru kecuali hanya orang yang paling celaka. Kemudian menjelaskannya, jadi Allah berfirman: (yang mendustakan) yaitu, dengan hatinya (dan berpaling) yaitu semua anggota tubuhnya tidak mau mengamalkannya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Semua umatku akan masuk surga pada hari kiamat, kecuali orang yang membangkang” Mereka bertanya,"Siapakah orang yang membangkang itu, wahai Rasulullah SAW?" Maka beliau SAW menjawab: “Barang siapa yang taat kepadaku, maka masuk surga; dan barangsiapa durhaka kepadaku, maka dia membangkang” Firman Allah SWT: (Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu (17)) yaitu akan dijauhkan dari neraka orang yang bertakwa dan orang yang paling bertakwa, kemudian dijelaskan dengan firmanNya: ((yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya (18)) yaitu membelanjakan hartanya untuk ketaatan kepada Tuhannya, untuk mensucikan diri, harta dan segala sesuatu yang dikaruniakan Allah kepadanya berupa agama dan dunia (padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya (19)) yaitu, bukan untuk membalas hartanya yang pernah diberikan orang lain kepadanya, melainkan dia mengeluarkannya hanya (tetapi semata-mata karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi (20)) yaitu hanya semata-mata karena mengharapkan untuk dapat melihat Allah di akhirat di dalam taman-taman surga. Lalu Allah SWT berfirman: (Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan (21)) yaitu orang yang disifati dengan sifat-sifat ini akan diridhai.
Tafsir As-Sa'di
13. “Dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia,” yakni dari segi hak kepemilikan dan hak mengatur. Tidak ada sesuatu pun yang bersekutu dengan Allah pada keduanya. Karena itu hendaklah orang-orang gemar meminta padaNya dan memutus harapan mereka dari sesama makhluk.
Tafsir Al-Wajiz
13. Dan sesungguhnya bagi kami, segala sesuatu di dunia dan akhirat. Kami atur (semua itu) sesuai kehendak kami. Barangsiapa mencari keduanya kepada selain kami maka sungguh dia telah melakukan kesalahan
Tafsir Al-Muyassar
12-13. Sesungguhnya Kami, dengan karunia dan hikmah Kami menjelaskan jalan hidayah yang menyampaikan kepada Allah dan surge NYA, dari jalan kesesatan. Hanya milik Kami lah kehidupan dunia dan akhirat.
Tafsir Al-Madinah
13. Kehidupan akhirat yang menjadi tempat mengumpulkan para makhluk-Nya merupakan milik-Nya semata; demikian pula dengan kehidupan dunia. Oleh sebab itu Dia memiliki hak untuk mengaturnya sesuai yang Dia kehendaki, maka janganlah seseorang sekali-kali merasa memiliki hak yang harus Allah tunaikan bagi-Nya.
Tafsir Al-Mukhtashar
13. Dan sesungguhnya kepunyaan Kami-lah kehidupan Akhirat dan kepunyaan Kami-lah kehidupan dunia, Kami berbuat pada keduanya sekehendak Kami, tidak ada seorang pun yang berhak atas hal itu selain Kami.
Tafsir Zubdatut
13. (dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia) Yakni milik Kami segala yang ada di akhirat dan yang ada di dunia, Kami mengaturnya sesuai kehendak Kami.
Tafsir Ash-Shaghir
{Sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia
Tafsir Hidayatul
Oleh karena itu, barang siapa yang memintanya kepada selain Kami, maka dia telah salah, dan seharusnya ia meminta kepada-Nya serta memutuskan harapan kepada makhluk.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Lail ayat 13: Allah menjelaskan bahwa Allah sajalah yang memiliki setiap dari apa yang ada di dunia dan di akhirat dan bahwasanya Allah Yang Maha Kuasa atas urusan keduanya.