Surah Ali Imran : Ayat 131
وَٱتَّقُوا۟ ٱلنَّارَ ٱلَّتِىٓ أُعِدَّتْ لِلْكَٰفِرِينَ
"Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan peliharalah dirimu dari api neraka, lantaran kamu menghalalkan, mempraktikkan, dan memakan riba, yang mengantarkan kamu kepada siksa api neraka yang disediakan bagi orang-orang kafir. Karena praktik riba dapat menghancurkan sistem ekonomi maka pelaku riba ditempatkan dalam tempat yang sama dengan orang-orang kafirsetelah Allah menjelaskan kejahatan dan hukuman bagi pelaku riba, pada ayat ini Allah mengemukakan tuntunan umum tentang kewajiban taat kepada Allah dan rasulullah. Dan taatlah kepada Allah dan rasul Muhammad, agar kamu diberi rahmat oleh Allah (lihat: surah annisa''/4: 59).
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 130-136 Allah SWT berfirman selagi melarang hamba-hambaNya yang mukmin untuk terlibat dalam riba dan makanannya secara berlipat ganda, sebagaimana mereka dulu berkata pada masa Jahiliyah, “Jika masa hutang telah tiba, maka kamu harus melunasinya, atau kamu mengembangkannya. Jika kamu melunasinya, dan jika tidak maka akan bertambah waktu pembayaran, dan jumlah nilainya. Demikian juga setiap tahun, sehingga hutang yang sedikit berlipat-lipat akan menjadi banyak berlipat-lipat ganda. Allah memerintahkan hamba-hambaNya untuk bertakwa barangkali mereka berhasil baik di dunia maupun di akhirat. Kemudian, Allah mengancam mereka dengan neraka dan memperingatkan mereka akibat dari hal itu. Allah SWT berfirman, (Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir (131) Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat (132)) Kemudian Allah mengajak mereka untuk melakukan kebaikan dan mendekatkan diri. Lalu Allah berfirman (Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (133)) yaitu sebagaimana neraka itu dipersiapkan untuk orang-orang kafir. Dikatakan bahwa makna dari firmanNya (yang luasnya seluas langit dan bumi) yaitu memberi penegasan atas luasnya, sebagaimana Allah berfirman tentang sifat permadani surga (yang sebelah dalamnya dari sutera) (Surah Ar-Rahman: 54) yaitu bagaimana dengan sangkaanmu secara nyata? Dikatakan bahwa lebarnya surga sejajar dengan tingginya, karena surga adalah kubah di bawah 'Arsy. Sesuatu yang berbentuk kubah dan melingkar itu luasnya seperti tingginya. Dalil dari hal tersebut adalah apa yang ada dalam hadits shahih, "Jika kalian meminta surga kepada Allah, maka mintalah kepadaNya surge Firdaus, karena itulah surge paling tinggi, dan paling luas. Di dalamnya sungai-sungai surge mengalir dan atapnya adalah 'Arsy Allah yang Maha Pengasih. Ayat ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Hadid: (Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi) (Surah Al-Hadid: 21). Diriwayatkan dari Thariq bin Syiihab bahwa beberapa orang Yahudi bertanya kepada Umar bin Khattab tentang surga yang luasnya seperti langit dan bumi, lalu mereka bertanya,”Lalu di mana neraka?” Umar berkata kepada mereka, “Bagaimana kalian melihat jika siang datang, di manakah malamnya?”Dan bagaimana jika malam datang, di manakah siangnya?” Mereka berkata, “Hal yang serupa dengan itu telah dihapus dari Taurat.” Kemudian Allah SWT yang menggambarkan sifat-sifat penghuni surga, Lalu Dia berfirman: ((yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit) yaitu baik dalam keadaa sulit maupun mudah, rela maupun terpaksa, sehat maupun sakit di segala keadaan. Sebagaimana Allah berfirman: (Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan)
Tafsir As-Sa'di
131. “Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang di sediakan untuk orang-orang yang kafir,” dengan cara meninggalkan hal-hal yang akan menjerumuskan ke dalamnya, berupa kekufuran dan kemaksiatan dengan perbedaan tingkatannya, karena seluruh kemaksiatan, khususnya kemaksiatan yang besar, akan menyeret kapada kekufuran, bahkan ia merupakan sipat dari kekufuran yang telah Allah telah siapkan bagi para pelaku-pelakunya. Maka meninggalkan kemaksiatan akan menjauhkan dari apa neraka dan menjaga diri dari kemurkaan yang maha kuasa. sedang perbuatan-perbuatan baik dan ketaatan akan mendapatkan ridho Allah, masuk ke dalam syurga dan mendapat rahmat, Oleh karena itu Allah berfirman,
Tafsir Al-Wajiz
131 Dan peliharalah dirimu dari api neraka Jahannam yang telah disiapkan untuk orang kafir wahai orang mukmin, maksudnya adalah bahwa memakan harta riba adalah kebiasaan orang kafir, bukan orang mukmin.
Tafsir Al-Muyassar
Dan jadikanlah untuk diri kalian pelindung antara diri kalian dengan neraka yang disediakan bagi orang-orang kafir.
Tafsir Al-Mukhtashar
131. Dan buatlah pelindung antara diri kalian dan api neraka yang Allah siapkan bagi orang-orang kafir. Yaitu dengan cara mengerjakan amal perbuatan yang saleh dan meninggalkan perbuatan yang diharamkan.
Tafsir Zubdatut
131. (Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir) Dalam ayat ini terdapat petunjuk agar menjauhi apa yang dilakukan orang-orang kafir dalam muamalat mereka. Makna ayat ini adalah bahwa memakan harta riba adalah perbuatan orang-orang kafir, maka jauhilah riba yang dapat mencabut iman dari kalian sehingga kalian berhak mendapatkan neraka sebagaimana orang-orang kafir.
Tafsir Ash-Shaghir
Dan waspadalah kepada api neraka yang disediakan bagi orang-orang kafir
Tafsir Hidayatul
Yakni dengan meninggalkan segala perbuatan yang menyebabkan kita masuk neraka berupa kekufuran dan kemaksiatan.
Tafsir An-Nafahat
Surat Ali ‘Imran ayat 131: Dan hendaklah kamu takut kepada neraka untuk kafirin,yang disediakan Dan taatlah ke pada Allah dan Rasul