Surah Ali Imran : Ayat 132
وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

"Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat."

Tafsir Ringkas Kemenag
Setelah Allah menjelaskan kejahatan dan hukuman bagi pelaku riba, pada ayat ini Allah mengemukakan tuntunan umum tentang kewajiban taat kepada Allah dan rasulullah. Dan taatlah kepada Allah dan rasul Muhammad, agar kamu diberi rahmat oleh Allah (lihat: surah annisa''/4: 59). Setelah diperintahkan taat kepada Allah dan nabi Muhammad, umat islam diperintahkan juga untuk berlomba meningkatkan kualitas ketakwaan. Dan bersegeralah kamu dengan saling mendahului untuk mencari ampunan dari tuhanmu dengan menyadari kesalahan dan tidak mengulangi kesalahan yang sama, dan mengerjakan amalan-amalan yang diridai Allah untuk mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, yang taat menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 130-136 Allah SWT berfirman selagi melarang hamba-hambaNya yang mukmin untuk terlibat dalam riba dan makanannya secara berlipat ganda, sebagaimana mereka dulu berkata pada masa Jahiliyah, “Jika masa hutang telah tiba, maka kamu harus melunasinya, atau kamu mengembangkannya. Jika kamu melunasinya, dan jika tidak maka akan bertambah waktu pembayaran, dan jumlah nilainya. Demikian juga setiap tahun, sehingga hutang yang sedikit berlipat-lipat akan menjadi banyak berlipat-lipat ganda. Allah memerintahkan hamba-hambaNya untuk bertakwa barangkali mereka berhasil baik di dunia maupun di akhirat. Kemudian, Allah mengancam mereka dengan neraka dan memperingatkan mereka akibat dari hal itu. Allah SWT berfirman, (Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir (131) Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat (132)) Kemudian Allah mengajak mereka untuk melakukan kebaikan dan mendekatkan diri. Lalu Allah berfirman (Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (133)) yaitu sebagaimana neraka itu dipersiapkan untuk orang-orang kafir. Dikatakan bahwa makna dari firmanNya (yang luasnya seluas langit dan bumi) yaitu memberi penegasan atas luasnya, sebagaimana Allah berfirman tentang sifat permadani surga (yang sebelah dalamnya dari sutera) (Surah Ar-Rahman: 54) yaitu bagaimana dengan sangkaanmu secara nyata? Dikatakan bahwa lebarnya surga sejajar dengan tingginya, karena surga adalah kubah di bawah 'Arsy. Sesuatu yang berbentuk kubah dan melingkar itu luasnya seperti tingginya. Dalil dari hal tersebut adalah apa yang ada dalam hadits shahih, "Jika kalian meminta surga kepada Allah, maka mintalah kepadaNya surge Firdaus, karena itulah surge paling tinggi, dan paling luas. Di dalamnya sungai-sungai surge mengalir dan atapnya adalah 'Arsy Allah yang Maha Pengasih. Ayat ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Hadid: (Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi) (Surah Al-Hadid: 21). Diriwayatkan dari Thariq bin Syiihab bahwa beberapa orang Yahudi bertanya kepada Umar bin Khattab tentang surga yang luasnya seperti langit dan bumi, lalu mereka bertanya,”Lalu di mana neraka?” Umar berkata kepada mereka, “Bagaimana kalian melihat jika siang datang, di manakah malamnya?”Dan bagaimana jika malam datang, di manakah siangnya?” Mereka berkata, “Hal yang serupa dengan itu telah dihapus dari Taurat.” Kemudian Allah SWT yang menggambarkan sifat-sifat penghuni surga, Lalu Dia berfirman: ((yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit) yaitu baik dalam keadaa sulit maupun mudah, rela maupun terpaksa, sehat maupun sakit di segala keadaan. Sebagaimana Allah berfirman: (Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan)
Tafsir As-Sa'di
132. “Dan taailah Allah dan Rasulnya,” dengan melaksanakan perintah sebagai bentuk ketaatan dan menjauhi latangan, ”agar kalian mendapat rahmat,” taat kepada Allah dan Rasulnya adalah termasuk sebab-sebab mendapatkan rahmat, sebagaimana Allah berfirman, "Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami”. (Al-A’raf:156).
Tafsir Al-Wajiz
132 Taatilah Allah dan Rasul-Nya serta seruannya baik perintah maupun larangannya yang sudah jelas dengan melakukan ketaatan supaya kamu diberi rahmat.
Tafsir Al-Muyassar
Dan taatilah Allah (wahai sekalian kaum mukminin), dalam perkara-perkara yang Allah memerintahkan kalian dengan ketaatan kepadanya dan dalam perkara-perkara yang Allah melarang kalian darinya; termasuk larangan memakan riba dan perkara-perkara terlarang lainnya. Dan taatilah Rasul supaya kalian memperoleh curahan rahmat, sehingga kalian tidak diazab.
Tafsir Al-Madinah
132. Dan taatlah kepada Allah dan rasul-Nya dalam segala perintah dan larangan agar kalian dapat meraih rahmat Allah. Lihat: surat ‘Ali Imran: 32.
Tafsir Al-Mukhtashar
132. Dan taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya dengan cara menjalankan perintah dan menjauhi larangan, agar kalian mendapatkan rahmat di dunia dan di akhirat.
Tafsir Zubdatut
132. (Dan taatilah Allah dan Rasul) Dalam setiap perintah dan larangan. (supaya kamu diberi rahmat) Yakni agar kalian mendapatkan rahmat Allah dengan ketaatan kepada-Nya dan Rasul-Nya.
Tafsir Ash-Shaghir
Taatilah Allah dan Rasul agar kalian dirahmati
Tafsir An-Nafahat
Surat Ali ‘Imran ayat 132: Dan taatlah kepada Allah dan Rasul itu, supaya kamu diberi rahmat.