Surah Muhammad : Ayat 14
أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّهِۦ كَمَن زُيِّنَ لَهُۥ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ وَٱتَّبَعُوٓا۟ أَهْوَآءَهُم
"Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Rabbnya sama dengan orang yang (shaitan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Selanjutnya dijelaskan perbedaan antara kedua golongan itu dan mengapa orang-orang mukmin ditempatkan di tempat yang mulia dan orang-orang kafir ditempatkan di tempat yang rendah. Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari tuhannya, ia melihat yang baik dan melakukannya dan memandang yang buruk kemudian meninggalkannya. Apakah orang yang demikian sifatnya itu sama dengan orang yang dijadikan oleh setan terasa indah baginya perbuatan buruknya itu dan sebaliknya tampak buruk baginya perbuatan yang baik dan oleh karena itu mereka senantiasa mengikuti keinginannya yang sesat dalam melakukan atau tidak melakukan perbuatan' pasti, tidak sama. 15. Setelah ayat yang lalu menyatakan perbedaaan antara orang yang beriman dan orang yang kafir dan perbedaan balasan kepada mereka, ayat ini menguraikan ganjaran yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa. Perumpamaan keadaan yang sangat indah dan menakjubkan dari taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, tidak berubah rasa dan baunya, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar, yakni arak, yang tidak memabukkan sebagaimana arak dunia yang lezat rasanya bagi peminumnya dan di sana juga ada sungai-sungai madu yang murni tidak tercampur dengan sesuatu selainnya. Di dalamnya mereka memperoleh pula segala macam buah-buahan yang yang beraneka macam jenisnya dan di samping kenikmatan yang telah disebutkan itu mereka juga memperoleh ampunan dari tuhan mereka atas segala dosa yang diperbuatnya di dunia. Samakah mereka, orang yang mendapat kenikmatan surgawi dengan orang yang kekal dalam neraka, mereka terbakar oleh api neraka yang sangat panas dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga karena panasnya ususnya terpotong-potong' jawabannya sangat pasti, keduanya tidak sama.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 14-15 Allah SWT berfirman: (Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya) yaitu dalam pengetahuan dan keyakinan tentang perintah dan agama Allah melalui apa yang diturunkan Allah dalam KitabNya, berupa petunjuk dan ilmu serta fitrah yang lurus yang telah dijadikan dalam dirinya (sama dengan orang yang (setan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya) yaitu bahwa yang ini tidak seperti yang itu, sebagaimana firmanNya (Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta?) (Surah Ar-Ra'd: 19) Kemudian Allah SWT berfirman: ((Apakah) perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa) Ikrimah berkata tentang firmanNya ((Apakah) perumpamaan surga) adalah sifatnya (yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya) Ibnu Abbas dan Qatadah berkata bahwan makna yang dimaksud adalah tidak berubah. (dan sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya) yaitu bahkan warnanya sangat putih dan rasanya sangat manis dan berlemak (dan sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya) yaitu rasa dan aromanya tidak buruk seperti yang ada pada khamr dunia, tetapi warna, rasa, aroma, dan pengaruhnya sangat baik (Tidak ada hal yang memabukkan dalam khamr itu dan mereka tiada mabuk karena (meminum)nya (47)) (Surah Ash-Shaffat), dan (mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk (19)) (Surah Al-Waqi'ah) serta ((Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang vanz minum (46)) (Surah Ash-Shaffat) (dan sungai-sungai dari madu yang disaring) yaitu sangat jernih, indah warna, rasa, dan aromanya. Firman Allah: (dan mereka di dalamnya memperoleh segala macam buah-buahan) sebagaimana firmanNya: (Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran) (55)) (Surah Ad-Dukhan) dan (Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan (52)) (Surah Ar-Rahman) Firman Allah: (dan ampunan dari Tuhan mereka) selain dari semua itu. Firman Allah: (sama dengan orang yang kekal dalam neraka) yaitu mereka yang Kami sebutkan kedudukannya di surga sama dengan orang-orang yang kekal di dalam neraka? Tidaklah yang itu sama dengan yang ini, orang yang berada di derajat yang tinggi tidak sama dengan orang yang berada di dasar neraka (dan diberi minum dengan air yang mendidih) yaitu air yang sangat panas (sehingga memotong-motong ususnya?) yaitu menghancurkan semua isi perut dan ususnya. Semoga Allah melindungi kita dari hal itu
Tafsir As-Sa'di
14. Tidaklah sama antara orang berpegang pada keterangan perintah Agama Allah, baik secara ilmu maupun amal, dan mengetahui kebenaran serta mengikutinya serta mengharapkan janji Allah bagi pengikut kebenaran dengan orang yang hatinya buta, yang menolak kebenaran hingga ia pun tersesat dan mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah meski demikian ia pun tetap berpendirian bahwa yang dipegangnya benar. Alangkah jauhnya perbedaan kedua golongan tersebut dan begitu besar perbedaan antara keduanya, yaitu antara pengikut kebenaran dan pengikut kesesatan.
Tafsir Al-Wajiz
14. Apakah sama antara orang yang yakin dan teguh terhadap Tuhannya, yang menyembah Tuhannya dengan cahaya dan matai hati dan antara orang-orang yang mengikuti ajakan setan untuk berbuat keburukan, seperti menyembah berhala menyekutukan Allah dan bermaksiat. Mereka menganggap perbuatan maksiat mereka sebagai kebaikan, mereka selalu menuruti hawa nafsu buruknya untuk menyembah berhala dan lain-lain, dengan tanpa dasar atau dengan dasar yang asal. Hamzah pada kalimat afaman berfungsi sebagai kata tanya untuk mengingkari atau menyanggah bahwa diantara dua olongan itu sama
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang yang berada di atas bukti nyata dari Tuhannya dan mengetahui keesaanNya sama dengan orang yang setan menghiasi amal buruknya, menuruti ajakannya dengan menyembah kepada selain Allah dan bermaksiat kepadaNya tanpa hujjah dan bukti? Pastilah mereka tidak sama.
Tafsir Al-Madinah
14. Apakah orang yang memiliki hujjah dan ilmu dalam perkara agamanya, seperti orang yang amal buruknya dihiasi oleh setan sehingga dia menganggapnya sebagai kebaikan dan ia menuruti hawa nafsunya yang batil? Tujuan dari pengingkaran kesamaan antara orang pertama dengan orang kedua adalah untuk menetapkan kelebihan orang pertama dan mengingkari pengakuan orang-orang musyrik yang merasa lebih baik daripada orang-orang beriman. Dan yang dimaksud dengan ( ) ‘keterangan yang datang dari Rabbnya’ adalah Allah memberi petunjuk kepadanya dan menggerakkan fikiran mereka sehingga mereka memahami dan menerima kebenaran. Dan disebutkan dari Allah untuk menunjukkan bahwa itu adalah hujjah yang benar dan sempurna.
Tafsir Al-Mukhtashar
14. Apakah orang yang mempunyai bukti yang jelas dan hujah yang nyata dari Rabbnya, dan dia menyembah Rabbnya berdasarkan alasan yang nyata, sama dengan orang yang dijadikan setan memandang baik perbuatannya yang buruk dan mengikuti apa yang menjadi kecondongan hawa nafsunya dari penyembahan kepada berhala-berhala, melakukan dosa dan mendustakan para rasul?
Tafsir Zubdatut
14. (Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Rabbnya sama dengan orang yang (shaitan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu) Yakni orang yang memiliki keyakinan kepada Tuhannya tidak sama dengan orang yang memandang baik perbuatannya dalam menyembah berhala dan menyekutukan Allah serta melakukan kemaksiatan. (dan mengikuti hawa nafsunya?) Yakni mengikuti hawa nafsu mereka dalam menyembah berhala, dan tenggelam dalam berbagai kesesatan tanpa ada syubhat yang meragukan mereka ataupun alasan yang benar.
Tafsir Ash-Shaghir
Apakah orang yang berpegang teguh pada keterangan} dalil dan bukti {dari Tuhannya itu seperti orang yang perbuatan buruknya dibuat terasa indah bagi mereka dan mengikuti hawa nafsu mereka
Tafsir Hidayatul
Mereka ini adalah orang-orang mukmin. Mereka ini adalah orang-orang kafir. Maksudnya, tidak sama orang yang berada di atas ilmu tentang agamanya, dimana dia mengetahui yang hak dan mengikutinya, serta mengharap janji Allah bagi orang yang berada di atas yang hak, dengan orang yang buta hatinya, yang menolak kebenaran dan menghilangkannya serta mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah, disamping itu dia mengira bahwa apa yang dia pegang selama ini adalah kebenaran. Sungguh berbeda kedua golongan itu dan sungguh jauh perbandingannya!
Tafsir An-Nafahat
Surat Muhammad ayat 14: Allah menyebutkan bahwa tidak dapat disamakan antara siapa yang mudah dalam beramal dan kehidupannya di atas petunjuk dan dalil dari Allah dan ilmu atas perintah-perintah-Nya dan antara siapa yang setan telah membuat indah keburukan dari sebuah amalan serta mengikuti hawa nafsunya di atas segalanya. Tidak ragu lagi keduanya tidak dapat disamakan selamanya.