Surah Al-Fath : Ayat 14
وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
"Dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia memberikan ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia memeliharanya dan mengaturnya sesuai ketentuan-Nya. Dia mengampuni siapa yang dia kehendaki, tanpa ada yang menghalangi kehendak-Nya dan akan mengazab siapa yang dia kehendaki, tanpa ada siapa pun yang dapat menolaknya. Dan Allah senatiasa maha pengampun lagi maha penyayang kepada orang yang mau bertobat dan kembali kepada-Nya. 15. Apabila kamu wahai nabi Muhammad, berangkat menuju ke khaibar bersama-sama dengan rombongan yang pergi ke hudaibiyah untuk mengambil barang rampasan, orang-orang badui yang tertinggal di madinah itu akan berkata, 'biarkanlah kami mengikuti kamu untuk mengambil harta rampasan itu. ' mereka hendak mengubah janji Allah, bahwa harta rampasan perang di khaibar hanya diperuntukkan bagi rombongan yang ikut ke hudaibiyah. Katakanlah, wahai nabi Muhammad, 'kamu, wahai orang-orang badui yang tidak ikut pergi ke hudaibiyah, sekali-kali tidak boleh mengikuti kami untuk mengambil harta rampasan di khaibar. Demikianlah ketentuan yang telah ditetapkan Allah sejak semula, yakni sejak lama sebelum diucapkan permintaanmu untuk pergi bersama kami. Mendengar keputusan itu maka mereka akan berkata, 'itu bukan keputusan Allah, melainkan kehendakmu. Sebenarnya kamu dengki kepada kami, kalau kami memperoleh harta rampasan itu. ' bukan karena kedengkian, melainkan karena mereka tidak mengerti perkara agama atau latar belakang keputusan itu melainkan sedikit sekali. Kalau mereka mengetahuinya niscaya mereka tidak mengatakan kepada rasul ucapan yang demikian itu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 11-14 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang alasan orang-orang yang tertinggal dari kalangan orang-orang Arab Badui yang lebih memilih tetap tinggal di tempat kediaman mereka bersama keluarga dan kesibukan mereka, dan menolak berjalan bersama Rasulullah SAW. Jadi mereka beralasan dengan kesibukan mereka dalam urusan itu dan meminta kepada Rasulullah SAW untuk memohonkan ampun kepada Allah bagi mereka. Itulah ucapan mereka yang bukan timbul dari ketulusan hati, melainkan hanya sekedar basa-basi. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (mereka mengucapkan dengan lisannya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu?") yaitu tidak ada seorang pun yang dapat menolak apa yang dikehendaki Allah terhadap kalian. Maha Tinggi dan Maha Suci Allah, Dia Maha Mengetahui semua rahasia sekalipun kalian menutup-nutupinya dan berbasa-basi. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan) Kemudian Allah berfirman: (Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya) yaitu ketertinggalan kalian bukanlah ketertinggalan yang beralasan, bukan pula sikap durhaka, melainkan kemunafikan (Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya) yaitu kalian mengira bahwa mereka akan terbunuh dan binasa semua tanpa ada seorang pun yang selamat (dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa) yaitu kaum yang binasa. Pendapat itu Mujahid dan lainnya. Qatadah berkata bahwa artinya adalah orang-orang yang rusak. Dikatakan bahwa itu adalah bahasa Oman. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya) yaitu barangsiapa yang tidak ikhlas dalam beramal dalam lahir dan batinnya, maka sesungguhnya Allah SWT akan mengazabnya dalam neraka yang menyala-nyala, sekalipun mereka secara lahir menampakkan kepada orang lain hal yang bertentangan dengan apa yang tersimpan di dalam hati mereka. Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa Dia adalah Dzat yang Maha Menentukan, Maha Merajai, dan Maha Mengatur semua penduduk langit dan bumi (Dia memberi ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) yaitu bagi siapa yang bertaubat, kembali dan tunduk patuh kepadaNya
Tafsir As-Sa'di
14. Artinya, hanya Allah semata pemilik kerajaan langit dan bumi. Semua hukum takdir, syariat, dan balasan diberlakukan Allah kepada langit dan bumi sesuai kehendakNYa, karena itulah Allah menyebutkan hukum balasan sebagai akibat dari hukum syariat seraya berfirman, “Dia memberi ampun kepada siapa yang dikehendakiNya,” bagi orang yang melaksanakan perintah Allah, “dan mengazab siapa yang dikehendakiNya,” bagi orang yang meremehkan perintah Allah. “Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” artinya, itulah sifat yang melekat pada Allah, memberikan ampunan dan rahmat dan tidak pernah terlepas dariNya. Allah senantiasa memberikan ampunan bagi para pendosa kapan pun juga, memaafkan mereka yang banyak memiliki kesalahan, menerima taubat orang-orang yang kembali padaNya, serta menurunkan kebaikanNya di malam dan di siang hari.
Tafsir Al-Wajiz
14. Hanya milik Allah langit dan bumi itu. Dia mengatur dan menyusunnya sesuai kehendakNya. Dia mengampuni (menutupi) dosa-dosa orang yang dikehendaki dan mengazab orang yang dikehendaki juga dengan keadilanNya. Allah adalah Dzat yang Maha luas ampunanNya dan selalu diberikan kepada setiap orang yang bertaubat dan pasrah
Tafsir Al-Muyassar
Hanya milik Allah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya. Dia memaafkan dengan rahmatNya siapa yang di kehendaki lalu menutupi dosanya, dan mengazab dengan keadilan-Nya siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun bagi siapa yang bertaubat kepadaNya lagi Maha Penyayang kepadanya.
Tafsir Al-Madinah
14. Hanya milik Allah kerajaan tujuh langit dan bumi, Dia dengan rahmat-Nya mengampuni hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertaubat, dan dengan keadilan-Nya mengazab orang-orang yang kafir dan munafik. Allah Maha Mengampuni dan Mengasihi hamba-hamba-Nya yang bertaubat.
Tafsir Al-Mukhtashar
14. Dan hanya milik Allah sajalah kerajaan langit dan kerajaan bumi, Dia mengampuni dosa-dosa siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya dan memasukkannya ke dalam Surga dengan anugerah-Nya, dan Dia menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya dengan keadilan-Nya. Dan Allah Maha Pengampun dosa-dosa orang yang bertobat dari hamba-hamba-Nya sebagai bentuk kasih sayang-Nya.
Tafsir Ash-Shaghir
{Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa saja yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Tafsir Hidayatul
Allah Subhaanahu wa Ta'aala yang sendiri memiliki kerajaan langit dan bumi, Dia bertindak pada keduanya dengan apa yang Dia kehendaki berupa hukum-hukum qadari, hukum-hukum syar’i, dan hukum-hukum jaza’i (balasan). Oleh karena itu, Dia menyebutkan hukum jaza’i terhadap hukum-hukum syar’i-Nya, firman-Nya, “Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki,” yaitu orang yang mengerjakan perintah Allah. Firman-Nya, “dan akan mengazab siapa yang Dia kehendaki,” yaitu orang yang meremehkan perintah Allah. Sifat-Nya mengampuni dan menyayangi senantiasa melekat pada-Nya dan tidak akan lepas. Oleh karena itu, Dia senantiasa di setiap waktu mengampuni orang-orang yang bersalah dan memaafkan kesalahan orang-orang yang berdosa, menerima tobat orang-orang yang bertobat, menurunkan kebaikan-Nya yang berlimpah di malam dan siang hari.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Fath ayat 14: Ketahuilah Bahwasanya Allah saja yang memiliki kerajaan di langit maupun di bumi, dan apa yang ada pada keduanya, Allah menghukumi keduanya dengan apa yang Allah inginkan, maka Allah mengampuni bagi siapa yang mentauhidkan Allah dan beriman kepada-Nya, dan mengadzab bagi siapa yang kufur serta bermaksiat kepadanya. Dialah Allah yang memiliki banyak ampunan bagi hamba-Nya yang berdosa, yang telah bertaubat dan yang memiliki banyak rahmat kepada hamba-Nya yang memohon ampun kepada-Nya.