Surah Al-A'raf : Ayat 14
قَالَ أَنظِرْنِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
"Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Ketika iblis memproklamasikan diri sebagai musuh Allah dan nabi adam serta keturunannya, ia meminta agar Allah menangguhkan usianya sampai hari kiamat. Iblis menjawab perintah Allah untuk keluar dari dalam surga, berilah aku penangguhan waktu, panjangkanlah usia-ku, dan janganlah engkau wafatkan aku sampai hari kiamat, yaitu hari ketika mereka, semua manusia, dibangkitkan agar aku dapat menyesatkan adam dan keturunannya. Dengan hikmah yang dimiliki-Nya, Allah menjadikan iblis sebagai ujian buat umat manusia dan mengabulkan permintaan iblis tersebut. Allah berfirman, benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu sampai hari yang ditentukan, yaitu ketika semua makhluk yang hidup dimatikan. (lihat: surah al-a'ijr/15: 38).
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 13-15 Allah SWT berfirman seraya berbicara kepada iblis tentang perkara yang bersifat takdir: (Turunlah kamu dari surga itu!) yaitu karena kedurhakaanmu terhadap perintahKu dan penyimpanganmu dari ketaatan kepadaKu. Jadi tidak layak bagimu untuk bersikap sombong di sana. Kebanyakan mufasir berkata bahwa “dhamir” itu kembali merujuk kepada surga. Bisa juga merujuk kepada kedudukan yang ditempati oleh iblis di kerajaan langit yang tertinggi. (maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina) yaitu dalam keadaan hina dan rendah, sebagai perlakuan baginya kebalikan dari apa yang dia yakini, dan balasan dari pengakuannya, yaitu mendapatkan kebalikannya. Lalu ketika itu iblis yang dilaknat itu menyadari dan dia meminta masa tangguh sampai hari kiamat, dia berkata: (Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan (14) Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh” (15)) Allah mengabulkan apa yang dia minta karena di dalamnya terdapat hikmah, keinginan, dan kehendakNya yang tidak dapat ditentang, dan dicegah, serta tidak ada yang bisa menghalangi keputusanNya, dan Dia itu Maha Cepat perhitunganNya.
Tafsir As-Sa'di
14-15. ketika musuh Allah mengumumkan permusuhannya kepada Allah, Adam anak cucunya, dia meminta kepada Allah penangguhan tempo sampai Hari kebangkitan, agar dapat menyesatkan bani Adam dengan apa yang dia mampu. Manakala hikmah Allah menuntut adanya ujian kepada hamba-hambaNya agar jelas mana yang benar keimanannya dan mana yang dusta, siapa yang taat kepadaNYa dan siapa yang taat kepada RasulNYa, maka Allah mengabulkan permintaannya. Dia berfirman ”sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”
Tafsir Al-Wajiz
14. Iblis berkata: “Wahai Tuhan, abaikanlah aku dan jangan percepat kematianku sampai hari kebangkitan yang mana Adam dan keturunannya dibangkitkan dari kuburannya di tiupan (sangkakala) kedua”
Tafsir Al-Muyassar
Iblis berkata kepada Allah , ketika telah putus asa dari rahamat Allah, ”berilah aku kesempatan sampai hari kebangkitan, dan hal itu bertujuan agar aku bisa menyesatkan siapa saja yang dapat aku sesatkan dari keturunan Adam. ”
Tafsir Al-Madinah
14-15. Lalu Iblis memohon kepada Tuhannya agar dia dapat hidup kekal sampai hari kiamat. Maka Allah mengabulkan permohonan tersebut.
Tafsir Al-Mukhtashar
14. Iblis menjawab, “Wahai Rabbku! Berilah aku kesempatan hidup sampai hari Kiamat agar aku bisa menyesatkan manusia yang bisa kusesatkan.”
Tafsir Zubdatut
14. (Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”) yakni meminta agar tidak mati selamanya, karena setelah hari kebangkitan tidak ada kematian lagi. Dan yang dimaksud adalah sampai dibangkitkannya Adam dan keturunannya di hari kiamat.
Tafsir Ash-Shaghir
{Iblis menjawab, “Berilah aku penangguhan waktu} akhirkanlah dan tangguhkanlah aku {sampai hari mereka dibangkitkan.”
Tafsir Hidayatul
Surat Al-A’raf ayat 14: Maksudnya: janganlah saya dan anak cucu saya dimatikan sampai hari kiamat sehingga saya berkesempatan menggoda Adam dan anak cucunya.