Tafsir Ringkas Kemenag
Azab Allah sangat pedih, tetapi rahmat dan ampunan-Nya juga mahaluas. Dan dialah yang maha pengampun bagi mereka yang bertobat, maha pengasih bagi makhluk-Nya. 15. Dialah yang memiliki 'arsy, singgasana yang agung dan kerajaan yang mahabesar, lagi mahamulia di atas semua makhluk-Nya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 11-22 Allah SWT berfirman tentang para hambaNya yang beriman, bahwa: (bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai) berbeda dengan apa yang Dia sediakan bagi musuh-musuhNya, yaitu api yang membakar dan neraka Jahim; Oleh karena itu Allah berfirman: (itulah keberuntungan yang besar) Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras (12)) yaitu, sesungguhnya azab dan pembalasanNya terhadap musuh-musuhNya yang telah mendustakan para rasulNya dan menentang perintahNya benar-benar keras, besar. dan kuat, karena sesungguhnya Allah SWT memiliki kekuatan Yang Maha Kokoh, yang segala sesuatu yang Dia kehendaki pasti terjadi sesuai dengan kehendakNya dalam sekejap atau lebih cepat. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Dialah yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali). (13)) yaitu kekuatan dan kekuasaanNya yang sempurna dapat menciptakan makhluk dan menghidupkannya kembali sebagaimana Dia memuai penciptaannya. tanpa ada yang dapat menghalangi atau mencegahNya (Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih (14)) Dia mengampuni dosa orang yang bertaubat dan tunduk kepadaNya bagaimanapun dosanya. Dan (al-wadud) menurut Ibnu Abbas dan lainnya adalah Maha Pengasih. (Yang mempunyai 'Aray) yaitu pemilik 'Arsy yang agung dan tinggi di atas semua makhluk. Dan (al-majid) itu ada dua bacaan, yaitu rafa karena menjadi sifat dari “Ar-Rabb”; dan jar karena menjadi sifat dari 'Arsy. Keduanya maknanya benar. (Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendakiNya (16)) yaitu, apa pun yang hendak Dia lakukan tidak ada yang mencegah keputusanNya; dan tidak ada yang menanyakan apa yang Dia perbuat karena keagungan, keperkasaan, kebijaksanaan, dan keadilanNya. Firman Allah SWT: (Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang (17) (yaitu kaum) Fira'un dan (kaum) Tsamud? (18)) yaitu apakah kamu pernah mendengar pembalasan yang ditimpakan Allah kepada mereka dan azab yang Dia turunkan kepada mereka tanpa ada seorang pun yang dapat menolaknya dari mereka? Hal ini merupakan penegasan dari firmanNya: (Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras (12)) yaitu Jika Dia menghukum orang zalim, maka Dia menghukumnya dengan hukuman yang pedih dan keras, layaknya hukuman dari Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa. Firman Allah SWT: (Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan (19)) yaitu mereka selalu berada dalam keraguan, kebimbangan, kekafiran, dan keingkaran (padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka (20)) yaitu Dia berkuasa dan mengalahkan mereka, serta mereka tidak luput dariNya dan tidak dapat melemahkanNya (Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur'an yang mulia (21)) yaitu yang agung dan mulia (yang (tersimpan) dalam Lauhil Mahfuz (22)) yaitu, Al-Qur'an itu di kalangan para malaikat terpelihara dari penambahan, pengurangan, penyimpangan, dan perubahan.
Tafsir As-Sa'di
Ayat 14 “Dia-lah Yang Maha Pengampun,” yang mengampuni seluruh dosa bagi yang bertaubat dan yang memaafkan kesalahan-kesalahan bagi yang memohon ampunan dan kembali, “lagi Maha Pengasih,” yang dicintai oleh para kekasihNya, tidak ada satu pun yang menyamaiNya, sebagaimana tidak ada sesuatu pun yang menyamaiNya dalam sifat-sifat keluhuran, keindahan, makna-makna, dan perbuatan-perbuatan, maka kecintaan terhadapNya di dalam hati hamba-hamba yang istimewa mengikuti kecintaan yang tidak sama dengan kecintaan terhadap apa pun. Karena itu, cinta terhadap Allah merupakan pangkal ibadah. Itulah cinta yang tidak didahului oleh cinta-cinta lain. Bila yang lain tidak mengikuti cinta itu, maka cinta tersebut adalah siksaan bagi pemiliknya. Dia-lah yang Maha Mengasihi yang mencintai para kekasihNya. Sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah yang lain, “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintaiNya.” (Al-Ma’idah: 54) Kasih sayang adalah cinta yang tulus Dalam hal ini terdapat rahasia yang lembut, karena Allah menyandingkan kasih sayang dengan ampunan agar hal itu menunjukkan bahwa orang-orang yang berdosa bila bertaubat dan kembali pada Allah, maka dosa-dosa mereka akan diampuni dan disayangi. Tidak dikatakan pada mereka bahwa dosa-dosa mereka diampuni atau kasih sayang kembali lagi pada mereka sebagaimana diucapkan sebagian orang yang keliru. Tapi Allah bergembira dengan taubatnya hamba pada saat bertaubat melebihi gembiranya seseorang terhadap hewan tunggangannya, di mana di atas kendaraan itu terdapat makanan, minuman, dan keperluannya, lalu kendaraan itu hilang di tengah padang pasir, hingga dia berputus asa darinya kemudian dia berbaring di bawah naungan pohon seraya menanti kematian, ketika dia berada pada kondisi seperti itu, tiba-tiba hewan tunggangannya tersebut berada di dekat kepalanya lalu dia memegang talinya. Allah lebih senang atas taubatnya hamba melebihi gembiranya orang tersebut pada kendaraannya. Ini adalah kegembiraan terbesar yang dapat dirasakan (manusia). Maka segala puja, puji, dan tulusnya cinta hanya untuk Allah semata, yang kebaikanNya amat besar dan melimpah, serta pemberianNya yang luas.
Tafsir Al-Wajiz
14-15. Allah Maha Suci yang Ampunan-Nya sangat luas untuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa bertaubat, dan Allah mencintai mereka yang senantiasa bertaubat. Allah yang menciptakan ‘Arsy dan penguasa sekaligus pemiliknya. Allah Maha Agung Maha Mulia dalam dzat dan sifat-Nya
Tafsir Al-Muyassar
12-16. Sesungguhnya hukuman dan adzab dari Tuhan-Mu dikarenakan permusuhan mereka sangatlah besar dan keras. Sesungguhnya Allah lah yang memulai penciptaan dan mengulanginya. Dia maha pengampun bagi siapa yang bertaubat, sangat cinta dan sayang kepada wali wali NYA, Pemilik arasy, Maha mulia,yang keutamaan dan kemuliaanNYA mencapai puncaknya, Maha melakukan apa yang dia inginkan,tidak ada sesuatupun yang dapat menolak saat Allah menghendakinya.
Tafsir Al-Mukhtashar
14. Dan Dia Maha Pengampun atas dosa-dosa orang yang bertobat dari para hamba-Nya dan Dia mencintai para penolong-Nya dari kalangan orang-orang yang bertakwa.
Tafsir Zubdatut
14. (Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih) Yakni Maha Mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang beriman, dan tidak menyingkap aib mereka itu; serta Maha Pengasih kepada kekasih-kekasih-Nya yang taat.
Tafsir Ash-Shaghir
{Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih} mengasihi para waliNya
Tafsir Aisarut
"Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, ” Al-Ghafiur maknanya adalah yang Maha memiliki ampunan, sedangkan al-Maghfirah (ampunan) adalah menutup dan memaafkan dosa. Ampunan di sini bukan sekedar menutupi dosa saja, tetapi menutupi dosa juga tidak membalas atas dosa sebagai mana datang dalam sebuah hadits yang shahih : : “ Sesungguhnya Allah akan berdua-duaan dengan hamba-Nya yang beriman di hari kiamat dan mengikrarkan (mengingatkan) akan dosa-dosanya sehiingga ia didekatkan dengan dosa-dosanya itu dan mengakuinya, maka Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman: Aku telah menutupinya di dunia dan aku telah mengampuninya untukmu pada hari ini ”(1) Diceritakan bahwa Bani Israil dahulu apa bila salah seorang dari mereka melakukan suatu dosa ia akan mendapatinya tertulis di puntu rumahnya sebagai celaan dan hinaan. Tetapi kita segala puji bagi Allah, Allah telah menutupinya untuk kita, maka hendaknya kita bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah dari dosa, sehingga dampak-dampaknya menghilang, oleh karenanya Allah berfirman: "Dialah Maha Pengampun” maknanya: Yang menutupi dan mengampuni dosa-dosa hamba-hamba-Nya. “Maha Penyayang” Diambil dari kata
Tafsir Hidayatul
Dia mengampuni semua dosa bagi orang yang bertobat kepada-Nya serta memaafkan kesalahan bagi orang yang meminta ampunan kepada-Nya dan kembali. Ibnu Abbas berkata, “Dia Al Habiib (yang dicintai).” Ada yang berpendapat, bahwa Al Waduud adalah, Yang cinta kepada orang yang bertobat dan kembali kepada-Nya. Syaikh As Sa’diy berkata, “Dia dicintai oleh para pecintanya dengan kecintaan yang tidak diserupai oleh sesuatu pun. Sebagaimana tidak ada sesuatu yang menyerupai-Nya dalam sifat-sifat keagungan dan keindahan, makna dan perbuatan, maka kecintaan-Nya di hati makhluk pilihan-Nya mengikuti hal itu, tidak diserupai oleh sesuatu pun di antara macam-macam kecintaan. Oleh karena itu, kecintaan kepada-Nya merupakan pokok ibadah, ia adalah kecintaan yang mendahului semua kecintaan dan mengalahkannya, jika yang lain tidak mengikutinya (kecintaan-Nya), maka yang demikian menjadi azab bagi pemiliknya. Dia adalah Al Waduud; yang cinta kepada para kekasih-Nya sebagaimana firman-Nya Ta’ala, “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.” (Terj. Al Maa’idah: 54) Dan mahabbah adalah kecintaan yang murni. Dalam ayat ini terdapat rahasia yang halus karena disertakan Al Waduud dengan Al Ghafuur untuk menunjukkan bahwa orang-orang yang berdosa ketika mereka bertobat kepada Allah dan kembali, maka Dia akan mengampuni dosa mereka dan akan mencintai mereka. Tidaklah dikatakan, bahkan hanya diampuni dosa mereka dan tidak dikembalikan kecintaan (Allah kepada mereka) seperti yang dikatakan sebagian orang yang keliru. Bahkan Allah lebih berbahagia dengan tobat hamba-Nya ketika bertobat daripada seorang yang berkendaraan unta dengan makanan, minuman dan segala yang dibutuhkan di atasnya, lalu hewan itu hilang di tengah padang sahara yang dapat membuatnya binasa, ia pun berputus asa darinya dan tidur dalam naungan sebuah pohon sambil menunggu kematiannya, tetapi ketika ia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba hewannya berada di dekat kepalanya, ia pun segera memegang talinya. Maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala lebih gembira dengan tobat seorang hamba daripada orang itu ketika menemukan kembali hewan kendaraannya, padahal itu adalah kegembiraan yang paling besar yang bisa dilakukannya. Maka segala pujian, sanjungan dan kecintaan yang tulus bagi Allah, alangkah besar dan banyak kebaikan-Nya dan alangkah banyak ihsan serta alangkah luas pemberian-Nya!”
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Buruj ayat 14: 12-16. Ketahuilah wahai Nabi Allah, bahwasanya Allah memutuskan untuk memusuhi dari orang-orang yang kejam dan kufur, untuk tujuan menampakkan ke Maha Kuatan-Nya dan Ketegasan-Nya. Kemudian ketahuilah wahai Nabi Allah, bahwasanya Allah, Ia hanya sendirian dalam penciptaan dari kondisi sebelumnya yang tidak ada (wujud), kemudian Allah matikan (mereka), lalu kami hidupkan kembali; Dan Ia Allah Maha Pengampun. Mengampuni bagi siapa yang bertaubat dari hamba-Nya dan Ia Maha Pengasih, Yang Lemah Lembut kepada kekasih-Nya yang dicintai-Nya dengan cinta yang sangat. Dia adalah pemilik arsy yang mulia, yang ia (arsy) adalah makhluk yang paling besar. Dan Allah adalah Al Majid (Yang Sempurna), tinggi (di atas seluruh makhluk). Dan Ia berbuat sekendak-Nya. Dan jika Ia menghendaki sesuatu maka jadilah ia.