Surah Al-Baqarah : Ayat 147
ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ

"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu."

Tafsir Ringkas Kemenag
Untuk memantapkan hati orang-orang yang baru masuk islam dan umat nabi Muhammad di masa mendatang tentang kebenaran ajarannya, Allah menegaskan bahwa kebenaran itu datang dari tuhanmu, wahai nabi Muhammad, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orangorang yang ragu. Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Tidak ada kelebihan satu kiblat atas lainnya, karena yang terpenting dalam beragama adalah kepatuhan kepada Allah dan berbuat kebaikan terhadap orang lain. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Terhadap semua itu Allah akan memberikan perhitungan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah mahakuasa atas segala sesuatu.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 146-147 Allah SWT menginformasikan bahwa orang-orang berilmu dari Ahli Kitab mengetahui kebenaran yang dibawa oleh Rasulallah SAW, sebagaimana salah satu dari mereka mengetahui anaknya sendiri. Bahkan, dalam masyarakat Arab, istilah ini digunakan sebagai contoh tentang kepastian suatu hal. Seperti yang dicontohkan dalam hadis ketika Rasulullah SAW bertanya kepada seseorang yang membawanya anak kecil: "Apakah ini anakmu?" Orang itu menjawab, "Ya, wahai Rasulullah, saya bersaksi tentang hal itu" Lalu Rasulullah bersabda, "Jangan sampai dia menjadi penyebab dosa bagimu, dan jangan sampai kamu menjadi penyebab dosa baginya." Kemudian, Allah menyampaikan bahwa meskipun mereka memiliki keyakinan dan pengetahuan yang kuat tentang kebenaran, (Sesungguhnya sebagian mereka pasti menyembunyikan kebenaran) yaitu mereka tetap menyembunyikan kebenaran dari orang lain tentang gambaran tentang Nabi SAW (padahal mereka mengetahui(nya)) Kemudian Allah SWT kemudian menegaskan kebenaran nabiNya SAW dan orang-orang mukmin bahwa apa yang dibawa oleh Rasulallah SAW adalah kebenaran yang tidak ada keraguan di dalamnya. Allah SWT berfirman, (Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu (147))
Tafsir As-Sa'di
147. “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu” maksudnya, kebenaran ini adalah hal yang paling benar untuk dinamakan sebagai kebenaran dari segala sesuatu, karena apa yang ia kandung dari cita-cita yang tinggi, perintah-perintah yang baik, penyucian jiwa, mengajaknya kepada hal-hal yang mendatangkan manfaat dan menolak mudharat adalah bersumber dari Tuhanmu, dan yang termasuk dalam bimbinganNya bagimu adalah bahwa Dia menurunkan kepadamu Alquran yang berisi pendidikan bagi akal, jiwa dan segala kemaslahatan. “Sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu,” yakni, jangan sampai ada sedikit keraguan dan kebimbangan darimu, akan tetapi renungkan dan pikirkanlah hal itu hingga kamu sampai kepada keyakinan, karena berpikir tentangnya sudah pasti akan menghilangkan keraguan dan akan menyampaikan kepada keyakinan.
Tafsir Al-Wajiz
147. Kebenaran yang abadi (mutlak) adalah sesuatu yang diberitahukan Tuhan kepadamu, bukan sesuatu yang diberitahukan ahli kitab, Jadi janganlah kalian menjadi orang-orang yang meragukanNya, wahai para pendengar.
Tafsir Al-Muyassar
Apa yang diturunkan kepadamu -wahai nabi- itulah kebenaran dari Tuhanmu, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang meragukannya. Hal ini sekalipun merupakan pesan yang dialamatkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tetapi ia juga dialamatkan kepada umat Islam ini seluruhnya.
Tafsir Al-Madinah
147. Hai Rasulullah, ketahuilah bahwa kebenaran adalah yang Tuhanmu kabarkan kepadamu dalam al-Qur’an, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang meragukan perbuatan orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam menyembunyikan kebenaran.
Tafsir Al-Mukhtashar
147. Inilah kebenaran yang datang dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau -wahai Rasul- termasuk orang-orang yang meragukan kebenarannya.
Tafsir Zubdatut
147. (Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu) Yakni kebenaran adalah yang datang dari Tuhanmu, dan bukan yang dikabarkan oleh Ahli kitab. (sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu) Yakni Allah melarang Rasulullah dari keraguan terhadap apa yang datang dari-Nya seperti pada masalah kiblat dan yang lainnya. Dan selain Rasulullah lebih harus berhati-hati dari keraguan ini.
Tafsir Ash-Shaghir
Kebenaran itu dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu} orang-orang yang ragu dengan kebenarannya sendiri
Tafsir Aisarut
Makna kata : { } Minal mumtarin : Orang-orang yang ragu. Dan al-Imtiraa’ maknanya adalah keraguan dan tidak percaya. Makna ayat : Pada ayat (147) Allah Ta’ala menjelaskan bahwa agama yang dibawa olehnya adalah benar. Itu adalah kebenaran yang datang kepadanya dari Allah Ta’ala, maka tidak sepantasnya untuk merasa ragu sedikitpun.
Tafsir Hidayatul
Yakni jangan sampai masih menancap di hati keraguan meskipun sedikit. Agar seseorang lebih yakin lagi hendaknya memikirkan isinya, karena dengan memikirkan isinya dapat menghilangkan keraguan dan memperoleh keyakinan.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Baqarah ayat 147: Ketahuilah wahai nabi Allah bahwasannya yang diturunkan kepadamu adalah Al-Qur’an Al Karim yang merupaka kebenaran dari tuhanmu; maka jangankah engkau menjadi orang-orang yang rajin.