Surah Al-Mu'minun : Ayat 15
ثُمَّ إِنَّكُم بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ

"Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati."

Tafsir Ringkas Kemenag
15-16. Setelah manusia lahir dan mengalami pertumbuhan, kemudian setelah itu, yakni setelah melalui proses kehidupan di dunia, sesungguhnya kamu, wahai manusia, pasti mati. Kemudian, setelah kamu mati dan dikuburkan, sesungguhnya kamu akan dibangkitkan dari kuburmu pada hari kiamat untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu di dunia
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 12-16 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang permulaan penciptaan manusia dari saripati tanah, yaitu nabi Adam. Allah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Mujahid berkata tentang firmanNya (Min Sulalatin) yaitu dari air mani anak cucu nabi Adam. Ibnu Jarir berkata bahwa sesungguhnya nabi Adam dinamakan tanah liat, karena diciptakan darinya Qatadah berkata bahwa nabi Adam diciptakan dari tanah liat. Pendapat ini lebih jelas maknannya dan lebih mendekati konteks ayat, karena sesungguhnya nabi Adam diciptakan dari tanah liat, yaitu tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Hal ini berarti nabi Adam diciptakan dari tanah, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia mencipta­kan kalian dari tanah, kemudian tiba-tiba kalian (menjadi) manusia yang berkembang biak (20)) (Surah Ar-Rum) Diriwayatkan dari Abu Musa, dari Nabi SAW yang bersabda: “Sesungguhnya Allah menciptakan nabi Adam dari segenggam tanah yang diambil dari seluruh bumi, maka anak cucu nabi Adam muncul sesuai dengan tabiat tanah; di antara mereka ada yang berkulit merah, ada yang putih, ada yang hitam, dan ada yang di antara semua itu; ada yang buruk dan ada yang baik, serta ada yang di antara keduanya” (Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani) Dhamir ini kembali kepada jenis manusia, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lain: (dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah (7) Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani) (8)) (Surah As-Sajdah) yaitu yang lemah, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Bukankah Kami menciptakan kalian dari air yang hina (20) kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim) (21)) yaitu rahim, karena rahim telah disiapkan untuk itu (sampai waktu yang ditentukan (22) lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kamilah sebaik-baik yang menentukan (23)) (Surah Al-Mursalat) yaitu, masa yang telah diketahui dan batas waktu yang telah ditentukan sampai bentuknya menjadi kokoh, dan berubah dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain dan dari suatu bentuk kepada bentuk yang lain. Oleh karena itu di sini Allah berfirman: (Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah) yaitu kemudian Kami jadikan air mani yang terpancarkan dari tulang sulbi laki-laki yaitu dari punggungnya dan dari tulang dada perempuan, yang ada di antara tulang selangka menjadi segumpal darah merah yang berbentuk memanjang. Ikrimah mengatakan bahwaitu adalah darah. (lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging) yaitu berupa segumpal daging yang tidak berbentuk dan tidak beralur (dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang) yaitu, Kami membentuknya sehingga mempunyai kepala, dua tangan dan dua kaki dengan tulang-tulang, otot-otot, dan urat-uratnya (lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging) yaitu Kami menjadikan baginya daging yang menutupi, mengikat dan memperkuatnya (Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain) yaitu kemudian Kami meniupkan ke dalam tubuhnya ruh, maka dia bergerak hidup, menjadi makhluk lain yang mempunyai pendengaran, penglihatan, kesadaran, gerakan, dan getaran (Maka Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik) Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda kepada kami:”Sesungguhnya seseorang di antara kalian benar-benar dihimpun­kan penciptaannya dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk air mani, kemudian menjadi segumpal darah dalam masa yang sama seperti itu, kemudian menjadi segumpal daging pada masa yang sama, kemudian Dia mengutus malaikat kepadanya, maka malaikat itu meniupkan ruh ke dalam tubuhnya” Firman Allah: (Maka Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik) yaitu setelah menyebutkan kekuasaan dan kelembutan­Nya dalam menciptakan air mani ini dari suatu keadaan kepada keadaan yang lain dan dari suatu bentuk ke bentuk yang lain sehingga terbentuklah seperti bentuk manusia yang lengkap dan sempurna, maka Allah berfirman: (Maka Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik) Firman Allah: (Kemudian sesudah itu sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati) yaitu setelah penciptaan pertama dari tidak ada menjadi ada, lalu kalian mati (Kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburanmu) di hari kiamat) yaitu penciptaan yang terakhir (Kemudian Allah menjadikannya sekali lagi) (Surah Al-'Ankabut: 20) yaitu pada hari kiamat, dan semua ruh kembali kepada jasadnya, lalu semua makhluk dihisab, dan setiap orang yang melakukan amal dibalas sesuai dengan amalnya. Jika kebaikan, maka balasannya kebaikan, dan jika keburukan, maka balasannya keburukan.
Tafsir As-Sa'di
15. “ kemudian, sesungguhnya kamu sesudah itu,” yaitu (sesudah) penciptaan dan tiupan ruh,” benar-benar akan mati,” disalah satu fase pertumbuhan dan perkembangan kalian.
Tafsir Al-Wajiz
15. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian wahai manusia benar-benar akan mati ketika ajal kalian sudah tiba
Tafsir Al-Muyassar
Kemudian sesungguhnya kalian itu, wahai sekalian manusia, setelah berlalunya fase-fase kehidupan dan habisnya usia, benar-benar akan meninggal.
Tafsir Al-Madinah
15-16. Hai Manusia, kemudian kalian setelah lahir dan hidup sesuai dengan ajal yang telah ditentukan, kalian akan meninggal; dan setelah kematian dan selesai masa dunia, maka kalian akan dibangkitkan pada hari kiamat dari kubur kalian dalam keadaan hidup untuk menjalani hisab.
Tafsir Al-Mukhtashar
15. Kemudian setelah kalian -wahai manusia- melewati fase-fase penciptaan dan kehidupan itu, sungguh kalian akan mati tatkala ajal kalian telah tiba.
Tafsir Zubdatut
15. (Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati) Yakni setelah fase-fase tersebut maka manusia akan mati.
Tafsir Ash-Shaghir
Kemudian, sesungguhnya kalian setelah itu benar-benar akan mati
Tafsir Hidayatul
Surat Al-Mu’minun ayat 15: Setelah berwujud manusia dan ditiupkan ruh.