Surah Al-A'raf : Ayat 15
قَالَ إِنَّكَ مِنَ ٱلْمُنظَرِينَ
"Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dengan hikmah yang dimiliki-Nya, Allah menjadikan iblis sebagai ujian buat umat manusia dan mengabulkan permintaan iblis tersebut. Allah berfirman, benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu sampai hari yang ditentukan, yaitu ketika semua makhluk yang hidup dimatikan. (lihat: surah al-a'ijr/15: 38). Mendengar pernyataan Allah tersebut, iblis menjawab, karena engkau telah menyesatkan aku dengan menetapkan kesesatan padaku sampai hari kiamat, aku bersumpah pasti aku akan selalu menghalangi mereka, adam dan anak cucunya, dari jalan-Mu yang lurus, yaitu jalan kebaikan yang dapat mengantarkan manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 13-15 Allah SWT berfirman seraya berbicara kepada iblis tentang perkara yang bersifat takdir: (Turunlah kamu dari surga itu!) yaitu karena kedurhakaanmu terhadap perintahKu dan penyimpanganmu dari ketaatan kepadaKu. Jadi tidak layak bagimu untuk bersikap sombong di sana. Kebanyakan mufasir berkata bahwa “dhamir” itu kembali merujuk kepada surga. Bisa juga merujuk kepada kedudukan yang ditempati oleh iblis di kerajaan langit yang tertinggi. (maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina) yaitu dalam keadaan hina dan rendah, sebagai perlakuan baginya kebalikan dari apa yang dia yakini, dan balasan dari pengakuannya, yaitu mendapatkan kebalikannya. Lalu ketika itu iblis yang dilaknat itu menyadari dan dia meminta masa tangguh sampai hari kiamat, dia berkata: (Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan (14) Allah berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh” (15)) Allah mengabulkan apa yang dia minta karena di dalamnya terdapat hikmah, keinginan, dan kehendakNya yang tidak dapat ditentang, dan dicegah, serta tidak ada yang bisa menghalangi keputusanNya, dan Dia itu Maha Cepat perhitunganNya.
Tafsir As-Sa'di
14-15. ketika musuh Allah mengumumkan permusuhannya kepada Allah, Adam anak cucunya, dia meminta kepada Allah penangguhan tempo sampai Hari kebangkitan, agar dapat menyesatkan bani Adam dengan apa yang dia mampu. Manakala hikmah Allah menuntut adanya ujian kepada hamba-hambaNya agar jelas mana yang benar keimanannya dan mana yang dusta, siapa yang taat kepadaNYa dan siapa yang taat kepada RasulNYa, maka Allah mengabulkan permintaannya. Dia berfirman ”sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”
Tafsir Al-Wajiz
15. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang yang diabaikan lagi ditangguhkan sampai waktu terjadinya gempa dan kehancuran dengan tiupan pertama, yaitu tiupan ketakutan, bukan sampai hari kebangkitan” Hikmah dari hal tersebut adalah untuk menguji para hamba, supaya hamba yang taat dipisahkan dari yang bermaksiat.
Tafsir Al-Muyassar
Allah berfirman, ”sesungguhnya engkau termasuk makhluk yang telah kutakdirkan penundaan ajalnya hingga tiupan sangkakala pertama kelak, tatkala semua makhluk menemui ajal kematiaanya. ”
Tafsir Al-Mukhtashar
15. Allah berfirman kepadanya, “Hai Iblis! Sesungguhnya kamu termasuk yang diberi kesempatan hidup yang akan mati pada saat tiupan sangkakala yang pertama tatkala seluruh makhluk mati dan hanya sang Pencipta saja yang tersisa.”
Tafsir Zubdatut
15. (Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”) Yakni termasuk makhluk yang ditangguhkan ajalnya, tidak sampai hari kebangkitan namun sampai sangkakala ditiup di hari kiamat. Terdapat pendapat mengatakan hikmah dari penangguhan ajalnya adalah sebagai cobaan bagi para hamba untuk mengetahui siapa yang taat dan siapa yang durhaka kepada iblis.
Tafsir Ash-Shaghir
Allah berfirman,“Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang diberi penangguhan waktu.”} yang diakhirkan dan ditangguhkan
Tafsir Hidayatul
Surat Al-A’raf ayat 15: Hikmah (kebijaksanaan) Allah menghendaki untuk menguji hamba-hamba-Nya agar nampak jelas oarng yang jujur dengan orang yang dusta, orang yang taat kepada-Nya dengan orang yang taat kepada musuh-Nya. Oleh karena itu, Dia mengabulkan permohonan Iblis.