Surah Al-Mursalat : Ayat 16
أَلَمْ نُهْلِكِ ٱلْأَوَّلِينَ
"Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu?"
Tafsir Ringkas Kemenag
16-17. Dahsyatnya kiamat yang dilukiskan pada ayat di atas mungkin belum bisa menyadarkan para pendurhaka, kini ditunjukkan kuasa Allah yang lebih konkrit. Bukankah telah kami binasakan generasi orang-orang yang dahulu karena keingkaran mereka' lalu kami juga akan susulkan azab kami terhadap orang-orang yang datang kemudian seperti terhadap kamu wahai kaum musyrik mekah, dan juga generasi pembangkang yang datang setelah kamu
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 16-28 Allah SWT berfirman: (Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu (16)) yaitu yang mendustakan para rasul dan menentang apa yang disampaikan kepada mereka (Lalu Kami iringkan (azab Kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian (17)) yaitu dari kalangan orang-orang yang serupa dengan mereka. Oleh karena itu Allah berfirman (Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa (18) Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan (19)) Pendapat itu dikatakan Ibnu Jarir Kemudian Allah SWT berfirman seraya menyebutkan karuniaNya kepada makhlukNya dengan berhujjah dengan penciptaan pertama yang menunjukkan kepada kebangkitan kembali (Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina? (20)) yaitu, lemah dan hina jika dibandingkan dengan kekuasaan Tuhan Yang Maha Pencipta, sebagaimana yang telah disebutkan dalam surah Yasin dalam hadits Basyar bin Jahsy,”Wahai anak Adam, apakah yang menghalangiKu dari berbuat terhadapmu, padahal Akn telah menciptakanmu dari sesuatu seperti ini? (Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim) (21)) yaitu, Kami mengumpulkan dia dalam rahim, yaitu tempat bagi air mani laki-laki dan perempuan, dan memang rahim dijadikan untuk itu dan dapat memelihara air mani yang ada di dalamnya. Firman Allah: (sampai waktu yang ditentukan (22)) yaitu sampai masa tertentu. enam bulan, atau sembilan bulan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kamilah sebaik-baik yang menentukan (23) Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan (24)) Kemudian Allah SWT berfirman: (Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul (25) orang-orang hidup dan orang-orang mati (26)) Ibnu Abbas berkata bahwa (kifatan) adalah penyimpanan. Mujahid berkata bahwa mayat dikubur sehingga tidak terlihat. Asy-Sya'bi berkata bahwa bagian dalamnya untuk orang-orang mati kalian, sedangkan bagian luarnya untuk orang-orang hidup kalian. (dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi) yaitu gunung-gunung untuk meneguhkan bumi agar tidak berguncang dan bergetar (dan Kami memberimu minum air yang tawar?) yaitu, tawar dan enak diminum dari langit atau dari mata air yang memancar dari bumi (Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan (28)) yaitu bagi orang yang merenungkan makhluk ini yang menunjukkan kepada keagungan Penciptanya, kemudian setelah itu dia tetap mendustakanNya dan mengingkariNya
Tafsir As-Sa'di
16-19. Maknanya, bukankah Kami telah membinasakan para pendusta terdahulu kemudian Kami teruskan dengan membinasakan orang yang berdusta selanjutnya? Ini adalah ketetapan Allah dahulu dan selanjutnya bagi setiap pendosa. Orang berdosa pasti disiksa Allah, lantas mengapa kalian tidak mengambil pelajaran dari apa yang kalian lihat dan kalian dengar? “Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,” yakni setelah mereka menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah yang jelas, siksaan-siksaan, dan hukuman.
Tafsir Al-Wajiz
16. Bukankah umat terdahulu sudah Kami binasakan, sebab mendustakan para rasul? Seperti kaum Nuh, Tsamud dan ‘Ad
Tafsir Al-Muyassar
16-18. Bukankah Kami telah membinasakan umat-umat yang telah berlalu karena mereka mendustakan para rasul, seperti kaum Nuh, Ad dan Tsamud? Kemudian Kami menyusulkan orang-orang yang datang kemudian yang berbuat seperti yang mereka perbuat, yaitu mendustakan dan mendurhakai para rasul. Pembinasaan seperti ini yang telah Kami timpakan kepada orang-orang tersebut, Kami juga akan menimpakannya kepada orang-orang kafir Makkah, karena mereka juga mendustakan Rasul.
Tafsir Al-Madinah
16-19. Allah menegaskan bahwa Dia telah membinasakan umat-umat terdahulu, seperti kaum Nabi Nuh, dan kaum ‘Ad; dan membinasakan kaum-kaum setelahnya yang sama-sama kafir dan mendustakan, seperti kaum Nabi Luth dan kaum Nabi Syuaib. Demikianlah Allah membinasakan seluruh orang yang kafir dan mengikuti jalan orang-orang yang jahat dan menentang kebenaran; mereka akan mendapat azab yang berat pada hari kiamat sebagai balasan atas kekafiran dan kejahatan mereka. Pada ayat ini terdapat ancaman dan peringatan dari azab Allah di dunia dan di akhirat bagi orang yang kafir dan tidak mengikuti kebenaran dan petunjuk.
Tafsir Al-Mukhtashar
16. Bukankah Kami telah membinasakan umat-umat terdahulu saat mereka kafir terhadap Allah dan mendustakan Rasul-rasul-Nya?
Tafsir Zubdatut
16. (Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu?) Yakni orang-orang kafir dari umat-umat terdahulu sejak Nabi Adam sampai sebelum Nabi Muhammad. Yang dimaksud adalah dengan mengazab mereka di dunia saat mereka mendustakan para Rasul.
Tafsir Ash-Shaghir
Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu
Tafsir Hidayatul
Karena mereka mendustakan.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Mursalat ayat 16: 16-17. Kemudian Allah menujukan perkataannya kepada orang-orang musyrik yang mendustakan hari kebangkitan, Allah berkata : Bukankah kami telah membinasakan atas kaum yang terdahulu, yang mereka mendustakan Rasu-Rasul mereka, seperti kaum Nuh, Ad dan Tsamud. Kami juga akan menyertakan kaum yang belakangan dimana mereka mengikuti jalan orang-orang sebelum mereka dalam pendustaan dan maksiat.