Surah Al-A'la : Ayat 16
بَلْ تُؤْثِرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا

"Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi."

Tafsir Ringkas Kemenag
Sedangkan kamu, wahai kebanyakan manusia, lebih memilih kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat. Kalian melalaikan hal-hal yang menjamin kebahagiaanmu di akhirat dan terlena dengan gemerlap dunia. 17. Kamu lalai dari kehidupan akhirat, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Kebahagiaan ukhrawi lebih murni dan tak berbatas, sedangkan kebahagiaan duniawi bersifat melenakan dan akan segera sirna.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 14-19 Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) (14)) yaitu menyucikan dirinya dari akhlak-akhlak yang rendah dan mengikuti apa yang diturunkan Allah SWT kepada RasulNya SAW (dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat (15)) yaitu mendirikan shalat tepat pada waktunya karena mengharapkan ridha Allah dan taat kepada perintahNya serta menunaikan syariatNya. Qatadah berkata tentang ayat ini: (Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) (14) dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat (15)) yaitu mengeluarkan zakat untuk hartanya dan membuat ridha Penciptanya. Kemudian Allah SWT berfirman: (Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia (16)) yaitu kalian mendahulukannya daripada perkara akhirat, dan kalian menonjolkannya karena di dalamnya terdapat kemanfaatan dan kebaikan dalam penghidupan kalian (Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal (17)) yaitu pahala Allah di negeri akhirat lebih baik dan lebih kekal daripada dunia, karena sesungguhnya dunia itu pasti lenyap dan fana, sedangkan kehidupan akhirat itu mulia dan kekal. Maka bagaimana orang yang berakal bisa lebih memilih hal yang fana atas hal yang kekal, dan lebih mementingkan hal yang cepat lenyapnya serta berpaling dari memperhatikan negeri yang kekal? Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan firmanNya, (Inna haza) itu ditujukan kepada firmanNya: (Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) (14) dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat (15) Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia (16) Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal (17)) Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya ini) yaitu yang terkandung dari ayat itu. (benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu (18) (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa (19)) Apa yang dipilih Ibnu Jarir ini baik dan kuat. Telah diriwayatkan juga hal yang serupa dari Qatadah dan Ibnu Zaid.
Tafsir As-Sa'di
Ayat 16-17 “Tetapi kamu (0rang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi,” artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih nikmatnya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. “Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik,” lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, “dan lebih kekal,” karena akhirat adalah negri ke abadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilh sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karen itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan.
Tafsir Al-Wajiz
16. Wahai manusia, namun nyatanya kalian lebih memilih kenikmatan dunia yang hanya sementara dan fana, daripada kehidupan akhirat yang lebih kekal.
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya kalian (wahai manusia), mementingkan perhiasan dunia atas kenikmatan akhirat.
Tafsir Al-Madinah
16-17. Akan tetapi orang-orang kafir tidak mempedulikan kemenangan itu; namun lebih menginginkan kehidupan dunia. Mereka jauh sekali dari usaha untuk meraih kemenangan, dan tidak menghiraukan kehidupan akhirat yang kekal. Jika disebutkan kehidupan akhirat kepada mereka maka mereka akan berpaling darinya, sungguh mereka telah berpaling dari hal yang lebih baik dan lebih kekal.
Tafsir Al-Mukhtashar
16. Akan tetapi kalian justru mengedepankan kehidupan dunia atas kehidupan Akhirat padahal perbedaan di antara keduanya sangat besar.
Tafsir Li Yaddabbaru
16-17 1). Malik bin dinar berkata : Jika seandainya dunia ini diibaratkan seperti emas yang punah, sedangkan akhirat hanya seperti keramik yang tersisa, maka hakikatnya manusia lebih memilih keramik yang tersisa itu, lalu bagaimana jika seandainya akhirat diibaratkan seperti emas yang tersisa, sedangkan dunia seperti keramik yang musnah ?! 2) . Orang bahagia adalah ketika Allah menjadikannya mencintai akhirat bahkan dia akan mengatakan : tidak ada sesuatupun yang lebih baik darinya, maka tatkala ia mengurangi kecintaannya terhadap dunia dan kekayaan yang ada didalamnya dengan mengharap lebih besar di akhirat nanti, Allah tidak akan menghilangkan baginya porsi didunia, dan tidak pula Dia mengurangi kebahagiaannya didalamnya, adapun orang sengsara adalah ketika syaithon menjadikannya cinta kepada dunia dan dia akan mengatakan : tidak sesuatupun lebih baik dari dunia ini, maka Allah pun menjadikannya tenggelam dalam kegelapan nikmat dunia yang ia pilih, dan akhirnya dia akan menemukan hidupnya setelahnya akan lebih sengsara.
Tafsir Ash-Shaghir
Tetapi kalian mengutamakan} kalian mengutamakan {kehidupan dunia
Tafsir Hidayatul
Yang kenikmatannya sementara dan tidak sempurna. Dengan demikian, cinta dunia merupakan sumber setiap keburukan.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-A’la ayat 16: 16-17. Bersamaan dengan itu, Allah menjelaskan yang tidaklah mereka menjadi (hamba) yang berhasil kecuali mereka jadikan (keimanannya) memberikan dampak dari kelezatan-kelezatan fana yang berlalu begitu saja dengan cepat di dunia, dibandingkan dengan akhirat yang akan datang dan abadi; Mereka menjadikan apa yang menjadikannya berhasil dengan (meninggikan) keadaan hari akhirat yang mereka tidak banyak berpikir (ragu-ragu) yaitu dengan (balasan) mendapatkan surga yang lebih utama dibandingkan dunia