Surah As-Sajdah : Ayat 17
فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ أُخْفِىَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
"Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Maka atas ibadah itu kelak di hari kiamat mereka berhak memperoleh surga yang tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu bermacam nikmat yang menyenangkan hati, sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan di dunia berupa amal saleh. 18. Jika orang kafir dijerumuskan ke jahanam dan orang yang beriman berbahagia dalam surga, maka apakah keadaan orang yang beriman itu di akhirat kelak sama halnya seperti orang yang fasik dan kafir' tentu mereka tidak sama.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 15-17 Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami) yaitu, tidak ada yang membenarkannya melainkan (orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud) yaitu mendengar dan menaatinya, melalui ucapan maupun perbuatan (dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedangkan mereka tidak menyombongkan diri) yaitu dari mengikuti dan menaatinya, tidak sebagaimana yang dilakukan orang-orang bodoh dari kalangan orang-orang kafir dan orang-orang durhaka. Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina (Surah Ghafir: 60) kemudian Allah SWT berfirman: (Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya) yaitu mereka selalu mengerjakan shalat sunnah malam hari, tidak tidur, dan tidak berbaring di tempat pembaringannya. Mujahid dan Al-Hasan berkata tentang firmanNya: (Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya) yaitu mengerjakan shalat sunnah malam hari Diriwayatkan dari Anas, Ikrimah, Muhammad bin Al-Munkadir, Abu Hazim, dan Qatadah, bahwa yang dimaksud adalah menunggu di antara dua shalat Isya’ Diriwayatkan dari Anas bahwa makna yang dimaksud adalah menunggu kedatangan waktu shalat Isya’. (sedangkan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap) yaitu takut kepada siksaanNya dan berharap kepada pahalaNya yang melimpah (dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka) Maka mereka menghimpunkan antara amal mendekatkan diri yang wajib dan yang sunah, dan orang yang paling terkemuka, paling depan dan paling dihormati di dunia dan akhirat adalah Rasulullah Saw Imam Ahmad berkata dari Mu'adz bin Jabal, dia berkata ketika aku sedang bersama Nabi SAW dalam suatu perjalanan, dan di suatu pagi hari aku berada di dekat Nabi SAW, dan kami berjalan dengannya, lalu aku bertanya,"Wahai Nabi Allah, ceritakanlah kepadaku tentang suatu amal yang dapat memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka" Beliau menjawab:”Sungguh kamu menanyakan sesuatu yang agung, dan sesungguhnya hal itu mudah bagi orang yang dimudahkan Allah, yaitu hendaknya kamu menyembah Allah dan jangan menyekutukanNya dengan sesuatu apapun, kamu mengerjakan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah” Kemudian Rasulullah SAW bersabda lagi, "Apakah kamu mau aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Yaitu puasa adalah benteng, sedekah itu dapat menghapuskan dosa, dan shalat seseorang di tengah malam" Kemudian beliau membacakan firmanNya: (Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya) sampai dengan firmanNya: (sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan) Firman Allah SWT: (Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikannya untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata) yaiut maka tidak ada seorang pun yang mengetahui keagungan dari apa yang disembunyikan Allah SWT untuk mereka di surga berupa nikmat yang menetap dan kelezatan yang tidak pernah ditampakkan siapapun sesuatu yang serupa dengan itu, ketika mereka menyembunyikan amal perbuatan mereka seperti itu, maka Allah menyembunyikan pahala bagi mereka sebagai balasan yang sesuai, karena balasan itu sesuai dengan jenis amalnya Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW: “Allah SWT berfirman,"Aku telah menyediakan bagi hamba-hambaKu yang shalih, yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terbersit dalam hati seorang manusiapun” Abu Hurairah berkata,"Bacalah jika kalian mau: (Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata)
Tafsir As-Sa'di
17. Adapun balasan untuk mereka, Allah berfirman, “Tidak satu jiwa pun mengetahui,” termasuk di dalamnya seluruh jiwa manusia, karena bentuk kata (nafs) di sini “nakirah” dalam kontek negative (nafi). Maksudnya, maka tidak seorang pun yang tahu “apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu yang menyedapkan pandangan mata,” berupa kebaikan yang berlimpah, kenikmatan yang tercurah, kenahagiaan, kesenangan, kelezatan dan kesukaan. Sebagaimana firman Allah melalui lisan rosulululloh : "aku telah menyiapkan untuk hambaku yang sholeh sesuatu yang tidak bisa dilihat mata, di dengar telinga, dan tidak bisa dibayangkan oleh hati manusia". Sebagaimana mereka shalat di keheningan malam dalam berdoa, dan mereka menyembunyikan amal, maka Allah membalas mereka dengann balasan dari jenis amal mereka, dan Dia menyembunyikan pula pahala untuk mereka. Maka dari itu Dia berfirman, “sebagai balasan terhadap amal yang telah mereka kerjakan.”
Tafsir Al-Wajiz
17. Tidak akan ada seorang pun yang tahu tentang rahasia balasan dan pahala yang sedang menanti dan akan indah dipandang oleh mata mereka. Mereka akan dibalas sesuai dengan amal perbuatan saleh mereka ketika di dunia
Tafsir Al-Muyassar
Jiwa manusia tidak mengetahui apa yang disediakan oleh Allah untuk orang-orang beriman itu, yang menenangkan mereka dan melapangkan dada mereka, sebagai balasan atas amal perbuatan mereka yang shalih.
Tafsir Al-Madinah
17. Tidak ada seorang makhlukpun yang mengetahui kenikmatan yang akan Allah berikan kepada mereka yang berupa kenikmatan yang; itu adalah balasan atas amal-amal shalih yang telah mereka kerjakan. Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah, beliau bersabda, Allah berfirman: “Aku menyiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih apa yang tidak pernah dilihat mata, didengar telinga, dan terbesit oleh hati manusia.” Abu Hurairah melanjutkan: Jika kalian menghendaki maka bacalah firman Allah: “Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang” (as-Sajdah: 17). (Shahih al-Bukhari 8/375, kitab tafsir surat as-Sajdah, dalam bab ayat ini, no. 4779. Shahih Muslim 4/2174, no. 2824, kitab surga dan ciri kenikmatan dan penghuninya).
Tafsir Al-Mukhtashar
17. Tidak seorang pun yang mengetahui apa yang telah Allah siapkan bagi mereka hal yang menyejukkan pandangan mata, sebagai balasan dari-Nya bagi mereka atas amal saleh yang telah mereka lakukan di dunia, yaitu balasan yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, karena agungnya balasan itu.
Tafsir Zubdatut
17. (Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang) Tidak ada seorangpun siapapun itu yang mengetahui apa yang disiapkan Allah bagi orang-orang tersebut berupa sesuatu yang akan membuat mereka puas dan ridha. Imam Bukhari dan Muslim mengeluarkan hadits dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ia bersabda, Allah berfirman: “Aku telah siapkan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih apa yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terbesit dalam hati manusia.” Kemudian Abu Hurairah berkata: “jika kalian mau, bacalah firman-Nya:
Tafsir Li Yaddabbaru
1 ). Dari
Tafsir Ash-Shaghir
Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang disembunyikan} apa yang dijanjikan {untuk mereka berupa sesuatu yang menyenangkan hati} sesuatu yang menyejukkan mata {sebagai balasan terhadap apa yang selalu mereka kerjakan
Tafsir Hidayatul
Berupa kebaikan yang banyak, kenikmatan yang sempurna, kegembiraan, kelezatan sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta'aala dalam hadits Qudsi: “Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga dan terlintas di hati manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim) Sebagaimana mereka shalat di malam hari dan berdoa, serta menyembunyikan amal, maka Allah membalas mereka dengan pahala besar yang disembunyikan sebagai balasan terhadap amal yang mereka kerjakan.
Tafsir An-Nafahat
Surat As-Sajdah ayat 17: Allah mengabarkan bahwasanya satupun tidak ada yang mengetahui apa yang Allah akan siapkan bagi mereka yang beriman dari pahala yang besar, kenikmatan yang terus menerus, Allah balas bagi mereka karena sebab amalan-amalan mereka yang shalih di dunia, telah datang pada hadits qudsi : Aku siapkan bagi hamba-Ku yang shalih apa yang mereka tidak pernah lihat dengan mata, tidak juga mendengar dengan telinga, dan tidak juga terbesit di dalam hati manusia. Ya Allah jadikan kami sebagai hamba-Mu yang shalih.