Surah Ar-Rum : Ayat 18
وَلَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ
"dan bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur."
Tafsir Ringkas Kemenag
Dan hanya bagi-Nya segala bentuk pujian dan syukur, baik di langit yang berasal dari para malaikat maupun di bumi yang berasal dari manusia dan jin, pada malam hari dan pada waktu zuhur atau tengah hari. 19. Hanya dia yang berhak atas segala bentuk pujian karena dia yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati, yakni menghidupkan manusia dari tiada, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, yakni mematikan manusia setelah ia hidup; dan dia pula yang menghidupkan bumi dengan berbagai macam tetumbuhan dan pepohonan setelah mati dan mengering. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan dan dibangkitkan dari kubur.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 17-19 Ini merupakan tasbih Allah terhadap DzatNya yang Maha Suci, dan membimbing hamba-hambaNya untuk bertasbih dan memujiNya di waktu-waktu yang silih berganti itu yang menunjukkan atas kesempurnaan kekuasaanNya dan keagungan pengaruhNya di waktu petang, yaitu saat malam mulai datang dengan kegelapannya, dan di waktu pagi, yaitu saat siang hari mulai datang dengan sinar terangnya. Kemudian Allah mengarahkan untuk memujiNya yang mana hal yang berkaitan dengan tasbih adalah memujiNya. Jadi Allah SWT berfirman: (Dan bagiNyalah segala puji di langit dan di bumi) yaitu, Dialah Dzat yang dipuji karena Dia menciptakan langit dan bumi. Kemudian Allah SWT berfirman: (dan di waktu kamu berada di petang hari dan di waktu kamu berada di waktu zhuhur) Al-'isya adalah kegelapan yang sangat pekat, dan kata Al-izhar adalah terangnya cahaya. Maha Suci Allah yang menciptakan ini dan itu, Dzat yang menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk istirahat, sebagaimana Allah SWT berfirman: (dan siang apabila menampakkannya (3) dan malam apabila menutupinya (4)) (Surah Asy-Syams) dan (Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) (1) dan siang apabila terang benderang (2)) (Surah Al-Lail) Firman Allah SWT: (Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup) Hal ini adalah sesuatu tentang kita yaitu karena kekuasaanNya yang berkuasa menciptakan segala sesuatu yang berlawanan. Dan ayat-ayat yang berturut-turut dan mulia ini termasuk dalam pola ini. Sesungguhnya Allah menyebutkan di dalamnya bahwa Dia menciptakan segala sesuatu dan hal yang berlawanan dengannya untuk menunjukkan kekuasaanNya yang Maha Sempurna. Di antara hal itu adalah Dia menumbuhkan tumbuhan dari biji-bijian, menumbuhkan biji-bijian dari tumbuhan, telur dari ayam, dan ayam dari telur, manusia dari air mani, dan air mani dari manusia. Orang mukmin dari orang kafir, dan orang kafir dari orang mukmin. Firman Allah SWT: (dan menghidupkan bumi sesudah matinya) sebagaimana firmanNya SWT: (Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka darinya mereka makan (33) Dan Kami jadikan padanya di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air (34) (Surah Yasin) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur))
Tafsir As-Sa'di
17-18. ini adalah informasi tentang kesucian Allah dari keburukan dan kekurangan, kesucianNya dari keserupaan seseorang dari makhluk denganNya; dan suatu perintah kepada hamba-hambaNya agar bertasbih (menyucikanNya) di saat mereka berada di waktu petang dan disaat mereka berada diwaktu shubuh, waktu senja dan siang hari. Inilah lima waktu yang merupakan waktu-waktu shalat lima waktu. Allah memerintahkan kepada hamba-hambaNya untuk bertasbih dan memujiNya pada waktu-waktu tersebut dan termasuk dalam hal ini adalah yang wajib darinya, seperti yang tercakup dalam shalat lima waktu, dan yang disunnahkan seperti dzikir pagi dan sore hari, dzikir sesuai shalat wajib dan shalat-shalat Sunnah yang menyertainya. Karena sesungguhnya waktu-waktu tersebut adalah yang telah dipilih oleh Allah untuk waktu-waktu (shalat) wajib, ia merupakan waktu yang paling utama. Maka bertasbih dan bertahmid dalam waktu itu serta beribadah padanya lebih utama daripada waktu-waktu yang lain. Bahkan ibadah, sekalipun tidak mencakup bacaan “subhanallah” maka sesungguhnya keikhlasan di dalam ibadah tersebut merupakan penyucian Allah dengan perbuatan (dari) keberadaanNya mempunyai sekutu dalam ibadah, atau (dari) keberhakan seorang di antara makhluk untuk mendapatkan apa yang berhak untukNya, seperti ikhlas dan inabah.
Tafsir Al-Wajiz
18. BagiNya itu segala rasa syukur dan pujian yang indah di seluruh penjuru langit dan bumi serta di waktu sore (waktu shalat ashar) dan waktu terang (waktu shalat zhuhur). Al-‘Asyiyyu waktu yang terbentang setelah ashar sampai tenggelamnya matahari.
Tafsir Al-Muyassar
17-18. Wahai orang-orang Mukmin, bertasbih dan sucikanlah Allah dari sekutu, istri dan anak. Sifatilah Dia dengan sifat-sifat kesempurnaan dengan lisan kalian. Wujudkanlah hal itu dengan anggota badan kalian seluruhnya saat kalian mendapatkan waktu petang dan waktu pagi, di waktu malam dan siang hari. BagiNya sanjungan dan pujian di langit dan di bumi, siang dan malam.
Tafsir Al-Mukhtashar
18. Dan hanya bagi-Nya semata segala pujian di langit yang dipujikan oleh para Malaikat, dan di bumi yang dipujikan oleh makhluk-makhluk-Nya. Dan sucikanlah Dia ketika kalian memasuki waktu sore, yaitu waktu untuk melaksanakan salat asar dan sucikanlah Dia ketika kalian memasuki waktu zuhur.
Tafsir Li Yaddabbaru
Allah ta'ala menggabungkan pujian untuk dirinya pada waktu dan tempat seluruhnya, Allah ta'ala berfirman: { } "Dan bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi" Dan Allah juga berfriman: { } "Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nya-lah segala puji di dunia dan di akhirat"; maka dengan ini jelaslah bahwasanya al-Alif dan Laam pada kata { } mencakup segala macam tempat pujian, dan itulah pujian yang dengannya Allah memuji diriNya, dan dari kandungan ayat juga menunjukkan Allah memerintahkan hamba-hambaNya untuk memujiNya dengan lafadz yang sama.
Tafsir Ash-Shaghir
{Segala puji hanya bagiNya di langit dan di bumi pada waktu petang} ketika kalian memasuki waktu sore, yaitu shalat ashar {dan pada saat kamu berada pada waktu siang} kalian memasuki waktu zhuhur, yaitu shalat zhuhur
Tafsir Hidayatul
Yakni penduduk langit dan bumi memuji-Nya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Ar-Rum ayat 18: Ketahuilah wahai manusia, bahwa Allah memiliki pujian atas segala tempat, waktu terus menerus, Dia memiliki pujian di langit dan di bumi, pada malam dan siang hari.