Surah As-Sajdah : Ayat 18
أَفَمَن كَانَ مُؤْمِنًا كَمَن كَانَ فَاسِقًا ۚ لَّا يَسْتَوُۥنَ

"Apakah orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik? Mereka tidak sama."

Tafsir Ringkas Kemenag
Jika orang kafir dijerumuskan ke jahanam dan orang yang beriman berbahagia dalam surga, maka apakah keadaan orang yang beriman itu di akhirat kelak sama halnya seperti orang yang fasik dan kafir' tentu mereka tidak sama. 19. Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka sebagai balasannya mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman. Di sana mereka menetap dan bersenang-senang selamanya sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 18-22 Allah SWT memberitahukan tentang keadilan dan kemuliaanNya, bahwa di hari kiamat Dia tidak akan menyamakan keputusanNya antara orang yang beriman kepada ayat-ayatNya, mengikuti para rasulNya, dan orang fasik, yaitu orang yang keluar dari ketaatan kepada Tuhannya dan mendustakan para rasul Allah yang diutus kepadanya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu (21)) (Surah Al-Jatsiyah) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Maka apakah orang yang beriman seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama (18) yaitu di sisi Allah pada hari kiamat. (Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh) yaitu, hatinya membenarkan ayat-ayat Allah dan mengamalkan sesuai dengan petunjuknya, yaitu amal-amal shalih (maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman) yaitu yang di dalamnya terdapat tempat-tempat tinggal, gedung-gedung, dan rumah-rumah yang tinggi (sebagai pahala) yaitu, sebagai jamuan dan kehormatan (terhadap apa yang telah mereka kerjakan (19) Dan adapun orang-orang yang fasik) yaitu keluar dari jalan ketaatan (tempat mereka adalah neraka. Setiap kali mereka hendak keluar darinya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya) sebagaimana firmanNya: (Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya…) (Surah Al-Hajj: 22). Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata,”Demi Allah, sesungguhnya tangan-tangan mereka benar-benar terikat dan kaki-kaki mereka benar-benar terbelenggu, dan sesungguhnya nyala api mengangkat mereka dan para malaikat memukul mereka" (dan dikatakan kepada mereka, "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”) yaitu dikatakan hal itu kepada mereka dengan maksud mengecam dan mencela Firman Allah SWT: (Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat)) Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud dengan azab yang dekat adalah musibah-musibah di dunia, penyakit dan malapetaka, serta cobaan yang menimpa keluarganya, berupa cobaan yang diujikan Allah kepada para hambaNya agar mereka bertaubat kepadaNya. Diriwayatkan hal yang serupa dari Ubay bin Ka'b, Abu Al-’Aliyah, Al-Hasan, Ibrahim An-Nakha'i. Ibnu Abbas berkata dalam suatu riwayat darinya, bahwa yang dimaksud adalah ditegakkannya hukuman-hukuman atas mereka. Diriwayatkan dari Abdullah tentang firmanNya: (Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat)) dia berkata bahwa yang dimaksud adalah paceklik yang menimpa mereka Firman Allah SWT: (Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling darinya?) yaitu tidak ada orang yang lebih zalim daripada orang yang diperingatkan ayat-ayat Allah, dijelaskan dengan terang oleh ayat-ayat Allah kepadanya, kemudian setelah itu dia meninggalkan, mengingkari, berpaling, dan berpura-pura melupakannya seakan-akan dia tidak mengenalnya Oleh karena itu maka Allah SWT mengancam orang yang berbuat demikian: (Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa) yaitu, Aku akan membalas orang yang berbuat demikian dengan pembalasan yang keras
Tafsir As-Sa'di
18. Allah mengingatkan kepada akal atas sesuatu yang telah dipastikannya, yaitu tidak ada kesamaan (antara) dua orang yang berbeda lagi bertentangan, dan bahwa sesungguhnya kebijaksanaanNya mengharuskan ketidaksamaan keduanya, seraya berfirman, “Maka apakah orang yang beriman,” yang telah menghidupkan hatinya dengan iman, dan seluruh anggota tubuhnya tunduk kepada syariat-syariatNya dan imannya menuntut jejak-jejaknya dan faktor yang mewajibkannya, yaitu meninggalkan segala hal yang dimurkai Allah, yang eksistensinya membahayakan imannya, “sama seperti orang yang fasik,” yang hatinya rusak dan kosong dari iman, tidak ada kecenderungan agama di dalamnya, sehingga seluruh anggota tubuhnya mudah mewajibkan kebodohan dan kezhaliman pada setiap dosa dan maksiat, dank arena kefasikannyaia keluar dari ketaatan kepada Rabbnya. Apakah sama dua sosok manusia ini? “Mereka tidak sama,” menurut akal maupun menurut agama, seperti tidak samanya malam dan siang, cahaya dengan kegelapan, demikian pula tidak sama balasan untuk keduanya di akhirat.
Tafsir Al-Wajiz
18. Apakah orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya itu sama seperti orang yang keluar dari keimanan dan ketaatan? Tidak, mereka tidak sama di sisi Allah pada hari kiamat. Maksudnya bahwa orang yang beriman tidak sama dengan orang fasik, keduanya adalah hal yang saling bertolak belakang. Diriwayatkan dari Walid bin Uqbah yang membanggakan diri ketika perang Badr, maka turunlah ayat ini
Tafsir Al-Muyassar
Apakah orang yang taat kepada Allah dan RasulNya, membenarkan janji dan ancamanNYa seperti orang yang kafir kepada Allah dan utusan-utusanNya dan mendustakan Hari Kiamat? Mereka tidak sama di sisi Allah.
Tafsir Al-Madinah
18. Apakah orang yang beriman dan mentaati Allah ketika di dunia seperti orang yang berpaling dari ketaatan-Nya? Tentu mereka tidak sama dalam hal pahala dan siksaan.
Tafsir Al-Mukhtashar
18. Barangsiapa beriman kepada Allah, melaksanakan segala perintah-perintah-Nya, meninggalkan larangan-larangan-Nya, tidak seperti orang-orang yang keluar dari ketaatan terhadap-Nya dua balasan kelompok ini tidak sama di sisi Allah.
Tafsir Zubdatut
18. (Apakah orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik?) Yakni orang beriman tidaklah sama dengan orang fasik, sangat jelas perbedaan di antara mereka berdua.
Tafsir Ash-Shaghir
Apakah orang mukmin sama dengan orang fasik} yang tidak taat kepada Allah {Mereka tidak sama
Tafsir Hidayatul
Allah Subhaanahu wa Ta'aala mengingatkan kepada akal apa yang terpendam di dalamnya, yaitu berbedanya orang mukmin dengan orang kafir. Yang mengisi hatinya dengan keimanan, anggota badannya tunduk kepada syariatnya, imannya menghendaki adanya pengaruh dan konsekwensi, yaitu meninggalkan kemurkaan Allah yang keberadaannya merugikan keimanan. Yang mengosongkan hatinya dari keimanan, di dalamnya tidak terdapat pendorong dari sisi agama, sehingga anggota badannya segera mengerjakan kebodohan dan kezaliman, seperti dosa dan maksiat, dan keluar dengan kefasikannya dari ketaatan kepada Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Apakah orang ini sama dengan orang mukmin? Baik secara akal maupun syara’, sebagaimana tidak sama antara malam dengan siang, cahaya dengan kegelapan.
Tafsir An-Nafahat
Surat As-Sajdah ayat 18: Allah mengabarkan akan keadilan dan kemulian-Nya yang bahwasanya tidaklah sama dalam hukuman Allah di hari kiamat barangsiapa yang beriman kepada Allah dengan jujur kepada utusan Allah ﷺ dan beramal shalih, dan barangsiapa yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan mendustakan Rasulullah ﷺ akan hari kebangkitan serta hari akhir dan apa yang padanya terdapat hisab ?! Apakah sama yang beriman dan yang kafir ?! Jawabannya tentu mereka tidaklah sama.