Surah Al-Balad : Ayat 18
أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْمَيْمَنَةِ
"Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan."
Tafsir Ringkas Kemenag
Apabila mereka berkenan menempuh jalan yang sukar, beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan berkasih sayang, mereka adalah golongan kanan yang akan menemui kebahagiaan di akhirat berupa surga dengan segala kenikmatan di dalamnya. 19. Dan sebaliknya, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami, baik dengan ucapan maupun tindakan, mereka itu adalah golongan kiri yang akan celaka dan menjumpai azab yang pedih.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 11-20 Hasan Al-Bashri berkata tentang firmanNya: (Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sulit (11)) yaitu jalan yang mendaki dalam neraka Jahanam. Qatadah berkata bahwa sesungguhnya hal itu merupakan jalan mendaki, sulit, dan keras, maka jinakkanlah dengan mengerjakan ketaatan kepada Allah. Qatadah berkata tentang firmanNya: (Tahukah 'kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (12)) kemudian Allah memberitahukan cara melaluinya, lalu Allah berfirman: ((yaitu) melepaskan budak dari perbudakan (13) atau memberi makan (14)) Ibnu Zaid berkata tentang firmanNya: (Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar? (11)) yaitu tidakkah sebaiknya dia menempuh jalan yang membawanya kepada keselamatan dan kebaikan. Kemudian Dia menjelaskannya lalu berfirman: (Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu (12) (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan (13) atau memberi makan) dibaca (fakku raqabatin) dengan diidhafahkan. Dan dibaca juga sebagai fi’il yang mengandung dhamir sebagai fa’il, sedangkan “Ar-raqabah” sebagai maf’ulnya. Kedua bacaan ini maknanya berdekatan. Firman Allah: (Atau memberi makan pada hari kelaparan (14)) Ibnu Abbas berkata bahwa maknannya adalah kelaparan. Demikian juga dikatakan Ikrimah, Mujahid, dan beberapa orang lainnya. “As-saghab” adalah kelaparan. Firman Allah SWT: ((kepada) anak yatim) yaitu berilah makan anak yatim di hari seperti itu (yang ada hubungan kerabat) yaitu yang mempunyai hubungan kerabat darinya. Diriwayatkan dari Salman bin Amir, dia berkata,”Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:”Bersedekah kepada orang yang miskin itu berpahala sedekah; dan kepada orang miskin yang memiliki hubungan kerabat itu dua pahala, pahala sedekah dan pahala silaturahmi” Firman Allah SWT: (atau orang miskin yang sangat fakir (16)) yaitu sangat fakir sehingga menempel di tanah, lagi tak punya apa-apa. Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya (dza matrabah) yaitu orang miskin yang terlempar di jalan yang tidak mempunyai rumah, dan sesuatu yang menghindarinya dari menempel di tanah. Firman Allah SWT: (Dan dia termasuk orang-orang yang beriman (17)) yaitu selain dari semua sifat yang baik dan suci itu, dia adalah orang yang beriman hatinya dan mengharapkan pahala amalnya itu di sisi Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik (19)) (Surah Al-Isra’) Firman Allah SWT: (dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang) yaitu dia termasuk orang-orang mukmin yang beramal shalih dan saling berpesan untuk bersabar dalam menghadapi gangguan manusia dan tetap bersikap penyayang kepada mereka Firman Allah SWT: (Mereka adalah golongan kanan (18)) yaitu orang-orang yang disifati dengan sifat-sifat ini adalah golongan kanan. Kemudian Allah berfirman: (Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri (19)) yaitu golongan kiri (Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat (20)) yaitu lalu ditutup rapat-rapat sehingga tidak ada jalan selamat dan jalan keluar bagi mereka darinya. Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah berkata tentang firman Allah SWT: (yang ditutup rapat) yaitu, ditutup rapat; Ibnu Abbas berkata bahwa semua pintunya ditutup. Mujahid berkata bahwa “ashuddul bab” dengan bahasa Quraisy yaitu aku menutup pintu. Hal ini akan dijelaskan dalam hadits dalam surah (Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela (1)) (Surah Al-Humazah)
Tafsir As-Sa'di
18. ‘Mereka itu,” yakni orang-orang yang menunaikan sifat-sifat tersebut adalah mereka yang diberi taufik oleh Allah untuk menempuh jalan yang sukar itu. Mereka adalah “golongan kanan,” karena mereka menunaikan hak-hak Allah dan hak-hak manusia yang diperintahkan serta meninggalkan apa pun yang dilarang. Inilah tanda-tanda kebahagiaan.
Tafsir Al-Wajiz
18. Mereka yang memiliki ciri-ciri yang telah disebutkan adalah orang-orang golongan kanan yang mengambil buku catatan amal mereka menggunakan tangan kanan pada hari kiamat dan memperoleh surga
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang melakukan hal hal diatas, mereka adalah golongan kanan, yang digiring kearah kanan surga.
Tafsir Al-Madinah
18. Perbuatan-perbuatan tersebut merupakan bagian dari perbuatan orang-orang beriman yang akan menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanan, dan dimasukkan ke dalam surga. Dan sisi kanan merupakan sisi yang mulia.
Tafsir Al-Mukhtashar
18. Orang-orang yang mempunyai sifat-sifat tersebut adalah golongan kanan.
Tafsir Zubdatut
18. (Mereka itu adalah golongan kanan) Yakni termasuk golongan kanan. Lihat surat al-Waqi’ah: 26-40.
Tafsir Ash-Shaghir
Mereka itulah golongan kanan} kanan
Tafsir Hidayatul
Karena mereka mengerjakan perintah-perintah Allah, baik yang terkait dengan hak-hak-Nya maupun yang terkait dengan hak hamba-hamba-Nya, serta mereka tinggalkan larangan Allah Subhaanahu wa Ta'aala. Inilah tanda kebahagiaan dan keberuntungan.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Balad ayat 18: Allah menjelaskan bahwa mereka yang mentaati Allah dan tidak menyangkal adanya adzab-Nya dan mereka mengerjakan amalan-amalan terpuji yang mulia, maka mereka adalah golongan kanan. Penghuni surga yag kekal di dalamnya.