Surah Asy-Syu'ara : Ayat 188
قَالَ رَبِّىٓ أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Syu’aib berkata: “Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan”."
Tafsir Ringkas Kemenag
188. Nabi syuaib berkata, "tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan. " biarlah dia saja yang akan membuat perhitungan dengan kamu, karena dialah yang mengetahui sepak terjangmu. 189. Kemudian mereka mendustakan syuaib, dengan apa yang dikatakannya, lalu tidak berapa lama, mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Dengan awan ini mereka menganggap bahwa mereka telah selamat, tapi secara mengejutkan mereka dihujani dengan api yang besar dari langit sungguh, azab itulah azab pada hari yang dahsyat. Peristiwa yang memilukan itu semestinya menjadi pelajaran bagi semua pihak.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 185-191 Allah SWT memberitahukan tentang jawaban kaum nabi Syu'aib terhadapnya serupa dengan yang dikatakan oleh kaum Tsamud kepada rasul mereka, karena hati mereka itu sama saja. Mereka berkata: (Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang kena sihir) yaitu termasuk orang yang terkena sihir, sebagimana yang telah dijelaskan sebelumnya (dan kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta (186)) yaitu sengaja berdusta dalam apa yang kamu katakan, bukan karena Allah telah mengutusmu kepada kami (Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit) Adh-Dhahhak berkata yaitu sisi langit. Qatadah berkata potongan dari langit. As-Suddi berkata yaitu azab dari langit. Ini mirip dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang Quraisy, dalam apa yang diberitahukan Allah tentang mereka dalam firmanNya: (Dan mereka berkata, "Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami” (90)) (Surah Al-Isra') sampai firmanNya: ("atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami” (92)) (Surah Al-Isra') Demikian juga dikatakan oleh orang-orang kafir yang bodoh itu: (Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar." (187) Dia (Syu'aib) berkata, "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan." (188)) Nabi Syu'aib berkata,"Allah lebih mengetahui tentang kalian. Jika kalian layak mendapatkannya, maka Dia akan menimpakannya kepada kalian. Dia tidak akan menganiaya kalian" Hal yang menimpa mereka itu sebagaimana yang mereka mintakan itu sebagai balasan yang setimpal. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Kemudian mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar (189)) Azab ini merupakan apa yang mereka minta, yaitu dijatuhkannya gumpalan dari langit kepada mereka. Sesungguhnya Allah SWT menjadikan siksaan yang menimpa mereka berupa panas yang dahsyat selama tujuh hari, tidak ada sesuatupun yang terlindungi dari panas itu. Kemudian datanglah gumpalan awan yang besar menaungi mereka, lalu mereka pindah menuju arah awan itu untuk bernaung dari panas itu. Setelah mereka berkumpul di bawahnya, maka Allah menurunkan kepada mereka percikan api dari neraka dan luapan api yang sangat besar. Bumi berguncang menggoyahkan mereka, dan mereka ditimpa oleh pekikan yang keras sehingga ruh mereka melayang. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar). Sesungguhnya Allah menyebutkan gambaran kebinasaan mereka dalam tiga tempat tinggal. Setiap tempat tinggal sesuai dengan konteksnya. Disebutkan dalam surah Al-A'rafbahwa mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka. Demikian itu karena mereka berkata: (Sesungguhnya kami akan mengusir kamu, hai Syu’aib, dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami) (Surah Al-A'raf: 88) Mereka menakut-nakuti nabi Allah dan orang-orang yang mengikutinya, maka mereka ditimpa gempa bumi. Dan di dalam surah Hud Allah berfirman: (dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur) (Surah Hud: 94) Demikian itu karena mereka mengejek nabi Syu'aib melalui perkataan mereka: (apakah agamamu yang menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal) (Surah Hud: 87) Mereka berkata demikian dengan maksud mencemooh, mengejek dan menghina, maka sangat sesuai jika mereka ditimpa pekikan yang mengguntur untuk membungkam mereka. Jadi Allah berfirman: (dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur) dan di sini mereka berkata: (Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar." (187) dengan maksud mengingkari. Maka sesuailah jika apa yang dianggap oleh mereka tidak terjadi itu menimpa mereka (lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar (189)) (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman (190) Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang (191)) yaitu Maha Perkasa dalam pembalasanNya terhadap orang-orang kafir, dan Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya yang mukmin
Tafsir As-Sa'di
188 “syu’aib berkata, ’Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan,” maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewajibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh akupun sudah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian.
Tafsir Al-Wajiz
188. Syu´aib berkata: "Tuhanku lebih mengetahui kemungkaran yang kamu kerjakan. Maha memberi balasan, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya. Aku tidak mampu untuk menurunkan azab kepada kalian."
Tafsir Al-Muyassar
Syu’aib berkata kepada mereka, “Tuhanku lebih mengetahui apa yang kalian perbuat berupa perbuatan syirik dan berbagai maksiat dan (lebih mengetahui) apa yang berhak kalian dapatkan dari jenis siksaan.”
Tafsir Al-Madinah
188. Nabi Syuaib memberi mereka ancaman: “Tuhanku mengetahui segala kemaksiatan dan kekafiran yang kalian kerjakan.”
Tafsir Al-Mukhtashar
188. Syu'aib lalu berkata kepada mereka, "Tuhanku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan berupa kesyirikan dan maksiat, tidak ada satupun amal perbuatan kalian yang tersembunyi bagi-Nya".
Tafsir Zubdatut
188. (Syu’aib berkata: “Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan”) Berupa kesyirikan dan kemaksiatan kalian, dan Allah akan membalas kalian jika menghendakinya, dan itu bukan termasuk kuasaku untuk melakukannya.
Tafsir Ash-Shaghir
Dia berkata,“Tuhanku paling mengetahui apa yang kalian kerjakan”
Tafsir Hidayatul
Surat Asy-Syu’ara ayat 188: Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya ayat yang diusulkan bukanlah Beliau yang mendatangkan dan menurunkannya, karena tugas Beliau hanyalah menyampaikan dan menasehati, dan hal itu telah Beliau lakukan, dan bahwa yang mendatangkan apa yang mereka minta adalah Allah yang mengetahui amal dan keadaan mereka, yang selanjutnya akan membalas dan menghisab mereka.