Surah Al-Buruj : Ayat 19
بَلِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فِى تَكْذِيبٍ
"Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Wahai nabi Muhammad, bersabarlah engkau atas keingkaran kaummu sebagaimana nabi musa dan nabi saleh. Memang, orang-orang kafir dari kaummu itu keras kepala dan selalu mendustakan kebenaran yang kamu tunjukkan kepada mereka. 20. Mereka mendustakanmu seakan mereka tidak takut pada azab dan murka Allah, padahal Allah mengepung dari belakang mereka sehingga mereka tidak akan bisa lolos. Dia mengetahui apa saja yang mereka perbuat. Tidak ada tempat lari bagi mereka dari siksa Allah. Karena itu, janganlah engkau bersedih atas kekafiran mereka.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 11-22 Allah SWT berfirman tentang para hambaNya yang beriman, bahwa: (bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai) berbeda dengan apa yang Dia sediakan bagi musuh-musuhNya, yaitu api yang membakar dan neraka Jahim; Oleh karena itu Allah berfirman: (itulah keberuntungan yang besar) Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras (12)) yaitu, sesungguhnya azab dan pembalasanNya terhadap musuh-musuhNya yang telah mendustakan para rasulNya dan menentang perintahNya benar-benar keras, besar. dan kuat, karena sesungguhnya Allah SWT memiliki kekuatan Yang Maha Kokoh, yang segala sesuatu yang Dia kehendaki pasti terjadi sesuai dengan kehendakNya dalam sekejap atau lebih cepat. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Dialah yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali). (13)) yaitu kekuatan dan kekuasaanNya yang sempurna dapat menciptakan makhluk dan menghidupkannya kembali sebagaimana Dia memuai penciptaannya. tanpa ada yang dapat menghalangi atau mencegahNya (Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih (14)) Dia mengampuni dosa orang yang bertaubat dan tunduk kepadaNya bagaimanapun dosanya. Dan (al-wadud) menurut Ibnu Abbas dan lainnya adalah Maha Pengasih. (Yang mempunyai 'Aray) yaitu pemilik 'Arsy yang agung dan tinggi di atas semua makhluk. Dan (al-majid) itu ada dua bacaan, yaitu rafa karena menjadi sifat dari “Ar-Rabb”; dan jar karena menjadi sifat dari 'Arsy. Keduanya maknanya benar. (Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendakiNya (16)) yaitu, apa pun yang hendak Dia lakukan tidak ada yang mencegah keputusanNya; dan tidak ada yang menanyakan apa yang Dia perbuat karena keagungan, keperkasaan, kebijaksanaan, dan keadilanNya. Firman Allah SWT: (Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang (17) (yaitu kaum) Fira'un dan (kaum) Tsamud? (18)) yaitu apakah kamu pernah mendengar pembalasan yang ditimpakan Allah kepada mereka dan azab yang Dia turunkan kepada mereka tanpa ada seorang pun yang dapat menolaknya dari mereka? Hal ini merupakan penegasan dari firmanNya: (Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras (12)) yaitu Jika Dia menghukum orang zalim, maka Dia menghukumnya dengan hukuman yang pedih dan keras, layaknya hukuman dari Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa. Firman Allah SWT: (Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan (19)) yaitu mereka selalu berada dalam keraguan, kebimbangan, kekafiran, dan keingkaran (padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka (20)) yaitu Dia berkuasa dan mengalahkan mereka, serta mereka tidak luput dariNya dan tidak dapat melemahkanNya (Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur'an yang mulia (21)) yaitu yang agung dan mulia (yang (tersimpan) dalam Lauhil Mahfuz (22)) yaitu, Al-Qur'an itu di kalangan para malaikat terpelihara dari penambahan, pengurangan, penyimpangan, dan perubahan.
Tafsir As-Sa'di
Ayat 19 “Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan,” yakni, mereka senantiasa mendustakan dan membangkang. Berbagai tanda-tanda kebesaran tidak berguna bagi mereka dan berbagai petuah tidak bermanfaat bagi mereka.
Tafsir Al-Wajiz
19. Bahkan, orang-orang kafir Arab itu sangat mendustai kenabianmu dan kebenaran Alquran. Mereka tidak pernah mengambil pelajaran dari kaum kafir sebelum mereka. Ungkapan Bal berfungsi membantah sebab kedustaan mereka dan menetapkan apa yang benar. Maksudnya bahwa keadaan orang-orang kafir Quraiys itu lebih mengherankan dari pada keadaan pendahulu mereka.
Tafsir Al-Muyassar
17-22. Apakah kamu sudah mendengar (wahai rasul), kabar orang orang kafir yang mendustakan nabi nabi mereka? Yaitu Fir’aun dan Tsamud dan azab serta hukuman yang menimpa mereka,tetapi mereka tidak mengambil pelajaran darinya, Sebaliknya orang orang kafir itu selalu dalam pendustaan secara berkesinambungan, seperti itulah orang-orang sebelum mereka. Allah meliputi mereka secara pengetahuan dan kekuasaan, tidak ada yang samar bagiNYA dari amal perbuatan mereka sedikitpun. Dan al-Qur’an bukan sebagaimana yang diklaim oleh orang-orang musyrik bahwa ia adalah syair dan sihir, lalu mereka mendustakannya, sebaliknya ia adalah al-qur’an yang agung lagi mulia, Di lauhil mahfuzh, tidak tersentuh perubahan dan penyelewengan.
Tafsir Al-Mukhtashar
19. Yang menghalangi mereka untuk beriman bukan karena berita tentang orang-orang yang mendustakan dan kehancuran yang menimpa orang-orang tersebut tidak sampai kepada mereka, tetapi mereka mendustakan apa yang dibawa oleh Rasul karena mengikuti hawa nafsu mereka.
Tafsir Zubdatut
19. (Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan) Yakni orang-orang Arab yang musyrik itu sangat mendustakanmu dan mendustakan apa yang kamu bawa, serta mereka tidak mengambil pelajaran dari orang-orang kafir sebelum mereka.
Tafsir Ash-Shaghir
Tetapi orang-orang kafir selalu mendustakan
Tafsir Hidayatul
Semua ayat tidak berguna bagi mereka dan semua nasihat tidak bermanfaat bagi mereka.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Buruj ayat 19: 17-20. Allah berkata kepada Nabi-Nya : Apakah telah sampai kepadamu wahai Rasul atas kabar kufur dank eras kepalanya mereka kaum penentang, dan apa yang mereka terima dari adzab dan hukuman ?. Mereka adalah Fir’aun dan Tsamud, yang pertama ditimpakan adzab dan siksaan. Dengan itu pula kafir Mekkah yang terus menerus berdusta maka, siksaan atasnya. Dan ketika engkau (Muhammad ﷺ) datang, mereka (orang kafir) tidak menganggap kekafirannya sebelumnya. Kemudian Allah jelaskan bahwa Allah mencakup mereka dengan ilmu-Nya dan ke Maha Kuasaan-Nya. Dan mereka (orang-orang kafir) terkepung, tidak luput dari Allah dan tidak pula membuat-Nya lemah.