Surah Al-A'la : Ayat 19
صُحُفِ إِبْرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ

"(yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa"

Tafsir Ringkas Kemenag
18-19. Dasar-dasar ajaran agama samawi adalah sama, yaitu mereka yang beriman, beramal saleh, ingat kepada Allah, membersihkan diri dari dosa, dan memilih kehidupan akhirat akan berbahagia. Sebaliknya, mereka yang memilih jalan kekafiran dan hidup berlumur dosa akan celaka. Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, yang diturunkan sebelum Al-Qur'an, yaitu kitab-kitab ibrahim dan musa. Kedua nabi ini sangat disegani oleh para pengikut agama samawi. Nabi ibrahim menerima sepuluh suhuf, sedangkan nabi musa menerima taurat. 1. Hari kiamat adalah rahasia besar. Wahai nabi, sudahkah sampai kepadamu berita tentang hari kiamat yang penuh kengerian itu'.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 14-19 Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) (14)) yaitu menyucikan dirinya dari akhlak-akhlak yang rendah dan mengikuti apa yang diturunkan Allah SWT kepada RasulNya SAW (dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat (15)) yaitu mendirikan shalat tepat pada waktunya karena mengharapkan ridha Allah dan taat kepada perintahNya serta menunaikan syariatNya. Qatadah berkata tentang ayat ini: (Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) (14) dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat (15)) yaitu mengeluarkan zakat untuk hartanya dan membuat ridha Penciptanya. Kemudian Allah SWT berfirman: (Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia (16)) yaitu kalian mendahulukannya daripada perkara akhirat, dan kalian menonjolkannya karena di dalamnya terdapat kemanfaatan dan kebaikan dalam penghidupan kalian (Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal (17)) yaitu pahala Allah di negeri akhirat lebih baik dan lebih kekal daripada dunia, karena sesungguhnya dunia itu pasti lenyap dan fana, sedangkan kehidupan akhirat itu mulia dan kekal. Maka bagaimana orang yang berakal bisa lebih memilih hal yang fana atas hal yang kekal, dan lebih mementingkan hal yang cepat lenyapnya serta berpaling dari memperhatikan negeri yang kekal? Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan firmanNya, (Inna haza) itu ditujukan kepada firmanNya: (Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) (14) dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat (15) Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia (16) Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal (17)) Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya ini) yaitu yang terkandung dari ayat itu. (benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu (18) (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa (19)) Apa yang dipilih Ibnu Jarir ini baik dan kuat. Telah diriwayatkan juga hal yang serupa dari Qatadah dan Ibnu Zaid.
Tafsir As-Sa'di
Ayat 18-19 “Sesungguhnya ini,” yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal indah dan berita-berita bagus “benar-benar terdapat dalm kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa,” keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad . Semua perintah-perintah diatas terdapat dalam seluruh syariat karen berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah tersebut merupakan maslahat diseluruh waktu dan tempat.
Tafsir Al-Wajiz
19. Yaitu 10 shuhuf Ibrahim, dan 10 shuhuf Musa, selain Taurat.
Tafsir Al-Muyassar
18-19. Sesungguhnya apa yang dikabarkan kepada kalian dalam surat ini termasuk apa yang maknanya terpatri pada shuhuf shuhuf yang diturunkan sebelum al-qur’an, Yaitu shuhuf Ibrahim dan Musa.
Tafsir Al-Mukhtashar
19. Yaitu kitab-kitab yang diturunkan kepada Ibrahim dan Musa -'alaihimassalām-.
Tafsir Zubdatut
19. ((yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa) Yakni seluruh kitab Allah menyebutkan bahwa akhirat lebih baik dan lebih kekal dari dunia.
Tafsir Ash-Shaghir
{(yaitu) lembaran-lembaran Ibrahim dan Musa}
Tafsir Hidayatul
Dengan demikian, perintah-perintah ini ada dalam setiap syariat karena bermaslahat di dunia dan akhirat, di setiap waktu dan setiap tempat.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-A’la ayat 19: 18-19. Allah tutup surat ini dengan nasihat-nasihat yang memiliki keutamaan yang tinggi yang tersebut dalam surat ini, yang juga telah disebutkan dalam lembaran-lembaran yang telah lalu, yang telah diturunkan kepada Ibrahim dan Musa, yang syariat menganjurkannya karena kesempurnaan (isinya) dan maslahat bagi seorang hamba di dunia maupun di akhirat.