Surah Asy-Syu'ara : Ayat 199
فَقَرَأَهُۥ عَلَيْهِم مَّا كَانُوا۟ بِهِۦ مُؤْمِنِينَ
"lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya."
Tafsir Ringkas Kemenag
198-199. Ayat berikut menjelaskan keangkuhan orang musyrik untuk menerima Al-Qur'an. Dan seandainya Al-Qur'an itu kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan arab yang tidak bisa bercakap arab, lalu ia membacakannya kepada mereka, yakni orang-orang kafir itu, niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya. Ini menunjukkan keengganan mereka untuk menerima Al-Qur'an. Dari arah mana pun Al-Qur'an itu datang, mereka pasti tak akan beriman dengan berbagai alasan. 200. Demikianlah, sebagaimana kami memasukkan rasa dusta terhadap Al-Qur'an pada hati orang kafir, kami masukkan sifat dusta dan ingkar terhadap Al-Qur'an itu ke dalam hati orang- orang yang berdosa.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 196-199 Allah SWT berfirman bahwa sesungguhnya penyebutan Al-Qur'an ini dan perhatian mengenai keberadaannya yang benar-benar ada di dalam kitab kitab terdahulu yang dinukil dari para nabi mereka yang menyampaikan kabar gembira atas kedatangannya sejak zaman dahulu dan masa yang akan datang. Sebagaimana Allah mengambil janji dari mereka tentang hal itu, sehingga nabi terakhir dari kalangan mereka berdiri seraya berkhotbah kepada golongannya untuk menyampaikan kabar gembira atas kedatangan Ahmad (nabi Muhammad SAW): (Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat; dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)”) (Surah Ash-Shaff: 6) Kata “az-zubur” di sini adalah kitab-kitab, yang merupakan bentuk jamak dari zabur. Demikian juga kitab Zabur yang merupakan kitab nabi Dawud,. Allah SWT berfirman: (Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan (52)) (Surah Al-Qamar) yaitu tercatat di dalam lembaran-lembaran dipegang para malaikat. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi. mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya? (197)) yaitu, tidakkah cukup bagi mereka saksi yang benar atas hal itu melalui ulama Bani Israil yang menjumpai penyebutan Al- Qur'an di dalam kitab-kitab mereka yang biasa mereka pelajari. Makna yang dimaksud adalah ulama Bani Israil yang adil, yaitu mereka yang mengakui kebenaran sifat nabi Muhammad SAW, kerasulannya, dan umatnya di dalam apa yang ada pada mereka. Sebagaimana yang telah diberitahukan oleh sebagian orang dari mereka yang beriman ,seperti Abdullah bin Salam dan Salman Al-Farisi dari orang-orang yang dia jumpai dari mereka dan orang-orang yang sama dengan mereka. Allah SWT berfirman: ((Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka) (Surah Al-A'raf: 157) Kemudian Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kerasnya kekafiran dan keingkaran orang-orang Quraisy terhadap Al-Qur'an, bahwa seandainya Al-Qur'an ini diturunkan kepada seseorang non-Arab dari kalangan mereka yang tidak mengetahui bahasa Arab, lalu Al-Qur'an ini diturunkan kepadanya dengan bahasa yang jelas dan fasih, maka mereka tidak akan beriman kepadanya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan kalau Al-Qur’an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab (198) lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya (199)) Sebagaimana Allah memberitahukan tentang mereka di ayat lain: (Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya (14) tentulah mereka berkata, "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan” bahkan kami adalah kaum yang terkena sihir (Surah Al-Hijr).
Tafsir As-Sa'di
198-199 “dan kalau al-qur’an itu kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan arab,” yaitu orang-orang yang tidak mengerti bahasa orang-orang arab dan tidak bisa mengungkapkannya kepada orang-orang arab sebagaimana mestinya, “lalu dia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya.” Mereka akan mengatakan,”kami tidak mengerti apa yang dia katakan dan kami tidak mengetahui apa yang ia serukan!” maka hendaklah mereka memuji Rabb mereka karena membawakan al-qur’an kepada mereka melalui bahasa drai makhluk yang paling fasih dan paling mampu mengungkapkan maksud-maksud(nya) dengan ungkapan-ungkapan yang sangat jelas, dan orang yang paling tulus. Maka hendaklah mereka segera membenarkannya dan menerimanya dengan patuh dan berserah diri.
Tafsir Al-Wajiz
199. Lalu sekalipun ia membacakan Alquran kepada mereka orang-orang kafir; maka niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya yaitu dengan membangkang dan menyombongkan diri. Maka dengan diturunkan dengan bahasa Arab terdapat dua mukjizat, yaitu mukjizat dalam batasan hanya Dzat Allah Yang Tahu, dan mukjizat bahwa Alquran bisa dibaca orang non Arab.
Tafsir Al-Muyassar
198-201. Sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebagian orang yang tidak berkomunikasi dengan bahasa Arab, lalu membacakannya kepada orang-orang kafir dari suku Quraisy dengan bahasa Arab yang benar, mereka pasti akan mengingkarinya juga dan mencari-cari alasan atas penentangan mereka itu. Demikianlah, Kami masukkan di hati orang-orang yang durhaka penentangan mereka terhadap al-Qur’an, sehingga menjadi tertanam kuat di hati mereka. Itu disebabkan oleh tindakan zhalim mereka dan kedurhakaan mereka. Maka tidak ada jalan sama sekali (bagi mereka) untuk berubah dari kondisi mereka tersebut dalam mengingkari al-Qur’an, sehingga mereka menyaksikan langsung siksaan dahsyat yang diancamkan kepada mereka.
Tafsir Al-Mukhtashar
199. lalu ia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya karena mereka akan menyatakan, "Kami sama sekali tidak memahaminya." Oleh karena itu hendaknya mereka bersyukur kepada Allah yang menurunkannya dengan bahasa mereka.
Tafsir Zubdatut
199. (lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir)) Dengan bacaan yang benar. (niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya) Padahal bacaan al-Qur’an oleh orang yang tidak dapat berbahasa Arab merupakan suatu mukjizat al-Qur’an.
Tafsir Ash-Shaghir
{Lalu dia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya
Tafsir Hidayatul
Surat Asy-Syu’ara ayat 199: Mereka akan berkata, “Kami tidak paham ucapannya dan kami tidak mengerti seruannya,” oleh karena itu, hendaknya mereka memuji Tuhan mereka, karena kitab yang diturunkan-Nya datang kepada mereka melalui lisan manusia yang paling fasih dan paling sanggup mengungkapkan maksud dengan perkataan yang jelas, serta manusia yang paling tulus kepada mereka, yaitu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka juga hendaknya bersegera membenarkan dan menerimanya, namun ternyata mereka malah mendustakannya padahal tidak ada lagi syubhat, sehingga yang demikian sebagai kekafiran dan sikap membangkang semata serta sebagai perkara yang diwarisi oleh umat-umat terdahulu yang mendustakan.