Surah Al-Humazah : Ayat 2
ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُۥ
"yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,"
Tafsir Ringkas Kemenag
Celakalah orang yang sifatnya demikian, yang selalu menyibukkan diri dan berorientasi pada mengumpulkan harta benda dan menghitung-hitungnya. Dia merasa nyaman untuk menumpuk dan menghitung harta untuk menjamin kehidupannya di masa datang, dan enggan me-nunai'kan hak Allah dalam hartanya itu. 3. Dia senang dan sibuk mengumpulkan harta karena mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkan hidupnya di dunia. Dia terbuai oleh hartanya dan lupa bahwa harta sebanyak apa pun tidak akan dapat digunakan untuk menolak datangnya sesuatu yang tidak diinginkannya, yaitu kematian.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-9 “Al-hammaz” dilakukan dengan ucapan dan “al-lammaz”dilakukan dengan perbuatan. yaitu mencela dan merendahkan orang lain. Penjelasan tentang hal itu telah disebutkan dalam firmanNya: (yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur hasutan (11)) (Surah Al-Qalam) Ibnu Abbas berkata bahwa (humazah lumazah) adalah orang yang suka mencela dan membuka aib. Ar-Rabi' bin Anas berkata bahwa “al-humazah” adalah orang yang mencela di depan, sedangkan “al-lumazah” adalah mencela dari belakang. Qatadah berkata bahwa itu adalah mencela orang lain dengan lisan dan matanya, dan suka mengumpat serta menjatuhkan orang lain. Mujahid berkata bahwa “Al-humazah” itu dilakukan tangan dan mata, sedangkan “Al-lumazah” itu dengan lisan. Demikian juga dikatakan Ibnu Zaid. Mujahid berkata bahwa ayat ini umum. Firman Allah: (yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya (2)) yaitu mengumpulkan sebagiannya atas sebagian lain dan menghitung jumlahnya, sebagaimana firmanNya: (Serta mengumpulkan (harta benda), lalu menyimpannya (18)) (Surah Al-Ma'arij) Pendapat itu dikatak Ibnu Jarir. Firman Allah: (dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya (3)) yaitu, mengira bahwa dengan mengumpulkan harta, maka itu akan membuatnya kekal di dunia ini, (Sekali-kali tidak!) yaitu perkaranya tidak seperti yang dia kira dan duga. Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Hutamah) yaitu, sungguh orang yang menghimpun dan menghitung-hitung harta akan dicampakkan ke dalam Hutamah. Itu adalah salah satu nama neraka, karena ia meremuk redamkan orang yang dimasukkan ke dalamnya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan tahukah kamu apa Hutamah itu? (5) (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan (6) yang (membakar) sampai ke hati (7)) Tsabit Al-Bannani berkata bahwa itu membakar mereka sampai ke hati, sedangkan mereka dalam keadaan hidup. Firman Allah: (Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka (8)) yaitu ditutup rapat, sebagaimana yang dijelaskan dalam tafsir surah Al-Balad. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ((sedangkan mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang (9)) yaitu pintu-pintu yang merupakan tiang–tiang panjang Abu Shalih berkata tentang firmanNya: ((sedangkan mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang (9)) yaitu belenggu-belenggu yang memanjang.
Tafsir As-Sa'di
2. Dan di antara sifat pengumpat dan pencela itu adalah tidak mempunyai obsesi lain selain mengumpulkan, menghitung, dan iri dengan harta, namun tidak memiliki keinginan untuk diinfakkan di jalan kebaikan, menyambung tali silaturahim, dan lainnya.
Tafsir Al-Wajiz
2. Dia adalah orang yang mengumpulkan harta benda terus-menerus dan senang menghitung-hitungnya. Hal inilah yang membuat mereka mencela orang lain dan merendahkan mereka.
Tafsir Al-Muyassar
Orang yang kesibukannya hanya mengumpulkan harta dan menghitungnya
Tafsir Al-Madinah
2. Orang yang selalu menghina ini suka mengumpulkan harta yang banyak, dan terus menghitung sumber penghasilannya, sehingga perhatian terbesarnya adalah memperbanyak hartanya.
Tafsir Al-Mukhtashar
2. Yang tujuannya hanya mengumpulkan harta dan menghitungnya, ia tidak mempunyai tujuan lagi selain itu.
Tafsir Zubdatut
2. (yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung) Ini adalah penjelasan tentang sebab perbuatannya suka menghina dan menggunjing; yaitu karena ia bangga terhadap harta yang dia kumpulkan, dan ia mengira bahwa itu karena kemuliaannya, oleh sebab itu ia meremehkan dan merendahkan orang lain.
Tafsir Ash-Shaghir
Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung} menghitung jumlahnya
Tafsir Hidayatul
Maksudnya mengumpulkan dan menghitung-hitung harta yang membuatnya menjadi kikir dan tidak mau menginfakkannya di jalan Allah.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Humazah ayat 2: Allah mengabarkan akan sifat orang celaka ini, bahwasanya ia adalah pengumpul harta yang banyak, perhitungan (dalam harta) dan sangat menjaganya, sombong terhadap dirinya sendiri, oleh sebab ini ia merendahkan manusia dan mencela mereka serta menghibahi mereka karena sebab ia memiliki banyak harta.