Surah Al-Fil : Ayat 2
أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِى تَضْلِيلٍ
"Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?"
Tafsir Ringkas Kemenag
Bukankah dia telah menjadikan tipu daya dan usaha mereka menghancurkan kakbah itu sia-sia, meski mereka datang dengan pasukan yang kuat dan persenjataan yang lengkap'3-4. Allah mempunyai cara untuk menggagalkan tipu daya mereka, dan dia mengirimkan kepada mereka salah satu makhluk-Nya yang dijadikan bala tentara untuk menghancurkan mereka, yaitu burung yang berbondong-bondong dan tidak terhitung banyaknya. Allah mengirim burung-burung yang melempari mereka dengan batu yang berasal dari tanah liat yang terbakar.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Ini merupakan nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada kaum Quraisy, karena Allah telah menyelamatkan mereka dari tentara bergajah, yang telah bertekad merobohkan Ka'bah dan menghapus bekasnya sehingga tidak ada lagi. Maka Allah memusnahkan mereka, menjadikan mereka kalah, menyia-nyiakan usaha mereka, dan meniadakan hasil kerja mereka, serta mengusir mereka dengan cara yang buruk dan mengecewakan. Mereka adalah kaum Nasrani, dan agama mereka saat itu lebih mirip keadaannya dengan apa yang dilakukan orang-orang Quraisy, yaitu menyembah berhala. Tetapi ini sebagai pendahuluan bagi pengutusan Rasulullah SAW, karena sesungguhnya di tahun itu Nabi Muhammad SAW berdasarkan pendapat yang terkenal dilahirkan. Dan seakan-akan takdir telah menetapkan bahwa (wahai orang-orang Quraisy) Kami menolong kalian bukan karena kalian lebih baik daripada orang-orang Habsyah, tetapi karena memelihara Baitul 'Atiq yang akan Kami muliakan, agungkan, dan hormati dengan diutusnya seorang nabi yang ummi, yaitu nabi Muhammad SAW penutup para nabi. Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud tentang firmanNya: (burung yang berbondong-bondong) yaitu, yang bergelombang-gelombang. Ibnu Abbas berkata bahwa makna yang dimaksud adalah sebagian darinya mengiringi sebagian lainnya. Diriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, (dengan batu dari tanah liat yang dibakar) dia berkata yaitu tanah liat yang menjadi batu yang keras dan kokoh. Firman Allah: (Lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat) (5)) yaitu rumput kering Makna yang dimaksud adalah bahwa Allah SWT membinasakan, dan menghancurkan mereka serta membalas tipu muslihat mereka dan membuat mereka marah sehingga tidak ada suatu kebaikan pun yang mereka dapatkan, dan sebagian besar dari mereka binasa, serta tidak ada yang pulang melainkan dalam keadaan terluka, sebagaimana yang dialami raja mereka, Abrahah. Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda di hari penaklukkan Makkah,”Sesungguhnya Allah telah menahan pasukan bergajah dari Makkah, dan menguasakannya kepada RasulNya dan orang-orang mukmin, dan sesungguhnya kini telah kembali kesuciannya pada hari ini juga, sebagaimana kesuciannya kemarin. Ingatlah, hendaklah orang yang hadir menyampaikannya kepada orang yang tidak hadir”
Tafsir As-Sa'di
1-5. Maksudnya, apakah kau tidak melihat Kuasa dan keagungan Allah, serta rahmatNya pada hamba-hambaNYa? Dan bukti-bukti atas keesaanNya dan kebenaran RasulNya, Muhammad, adalah apa yang dilakukan Allah terhadap para tentara bergajah yang berniat jahat terhadap Baitullah (Ka’bah) dan ingin menghancurkannya. Mereka mempersiapkan tentara untuk tujuan itu dan menyertakan gajah untuk menghancurkan Ka’bah. Mereka datang dengan rombongan yang tidak ada tandingannya bagi bangsa Arab kala itu, dari kalangan Habasyah dan Yaman. Ketika mereka sampai di dekat Makkah –kala itu bangsa Arab tidak memiliki pertahanan- para penduduk Makkah keluar meninggalkan Makkah karena takut terhadap mereka. Kemudian Allah mengirim burung yang berbondong-bondong pada mereka dengan membawa bebatuan membara yang berasal dari tanah yang terbakar. Burung-burung itu melemparkan bebatuan itu pada mereka. Bebatuan itu mengincar mereka, baik yang jauh maupun yang dekat hingga mereka semua binasa dan mereka pun seperti dedaunan yang dimakan ulat. Allah menjaga dari keburukan mereka dan membalas tipudaya mereka dalam pasukan mereka, Kisah mereka masyhur, dan itulah tahun saat dilahirkannya Rasulullah. Dan hal itu menjadi salah satu penguat dakwah dan sebagai bukti risalah beliau. Segala puji syukur hanya bagi Allah semata.
Tafsir Al-Wajiz
1-2. Bukankah kamu mengetahui wahai Nabi bagaimana Tuhanmu memperlakukan pasukan gajah yang besar itu, yaitu kaum Nasrani dari Habsyah yang sedang memimpin negeri Yaman. Mereka datang dengan dipimpin oleh Abrahah untuk menghancurkan Ka’bah yang mulia itu. Agar bangsa Arab beralih untuk mengagungkan gereja yang mereka bangun di Sana (Ibukota Negeri Yaman). Peristiwa itu terjadi 40 tahun sebelum Nabi SAW diutus. Istifham pada kalimat itu sebagai pemberitahuan. Bukankah Allah membuat tindakan buruk mereka dan pemikiran mereka yang busuk untuk menghancurkan Ka’bah itu sia-sia. Kata Adh-Dhalal asalnya bermakna menjadikan suatu perbuatan menjadi sia-sia.
Tafsir Al-Muyassar
Bukankah tuhanmu telah menggagalkan rencana buruk mereka sehingga renacana mereka gagal dan sia-sia
Tafsir Al-Madinah
2. Bukankah Allah menjadikan makar dan keburukan yang mereka rencanakan menjadi kerugian dan kegagalan bagi mereka.
Tafsir Al-Mukhtashar
2. Allah telah menjadikan rencana jahat mereka untuk menghancurkan ka'bah gagal sehingga mereka tidak berhasil mencapai tujuan mereka yaitu memalingkan manusia dari ka'bah, mereka gagal total.
Tafsir Zubdatut
2. (Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?) Yakni bukankah Allah telah menjadikan tipu daya dan usaha mereka untuk menghancurkan Ka’bah sebagai kesesatan mereka yang menjerumuskan mereka ke dalam kebinasaan.
Tafsir Ash-Shaghir
{Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka} tipu daya dan usaha mereka untuk meruntuhkan Ka'bah {itu sia-sia} hilang dan sia-sia
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Fil ayat 2: 2-4. Mereka ini menginginkan untuk merobohkan Ka’bah wahai Nabi Allah, Bukankah Allah membuat mereka binasa dan menjadikan tipu daya mereka serta usaha mereka dalam menghancurkan Ka’bah sia-sia dan kerugian (bagi mereka) ? Dimana Allah telah mengutus burung-burung yang mendatangi (pasukan Abraham) secara bergerombol antara satu sama lainnya menjatuhkan adzab yang masing-masing burung membawa tiga buah batu, setiap satu burung melemparkannya dan bagi setiap pasukan dijatuhkan satu batu. Dan masing-masing batunya telah tertulis masing-masing nama yang akan dibinasakan. Dikatakan juga tertulis (bagaimana/cara) di adzabnya.