Surah Hud : Ayat 2
أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّا ٱللَّهَ ۚ إِنَّنِى لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ

"agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Allah menurunkan ayat-ayat Al-Qur'an yang sangat indah dan tersusun rapi serta mendetail kandungannya, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku, Muhammad, adalah pemberi peringatan adanya siksa bagi orang-orang yang ingkar dan pembawa berita gembira dari-Nya, yakni surga untukmu wahai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya hanya Allah yang berhak disembah dan hendaklah kamu memohon ampunan secara tulus kepada tuhanmu dan kemudian bertobatlah, yakni kembali kepada-Nya dengan menyesali kesalahankesalahan serta tidak mengulanginya lagi, niscaya dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu di dunia sampai waktu yang telah ditentukan, yakni datangnya ajal. Dan dia akan memberikan karunia-Nya, yakni pahala, kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling dari petunjuk Allah dan rasul-Nya, maka sungguh, aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar, yakni hari pembalasan kelak.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-4 Telah disebutkan pembahasan tentang huruf-huruf Hijaiyah di permulaan surah Al-Baqarah, dengan keterangan yang tidak perlu diulangi di sini. Hanya kepada Allah kami memohon taufik. Adapun firman Allah: (yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi) ayat itu tersusun lafaznya, maknanya detail. Jadi Al-Quran itu sempurna dari segi bentuk dan maknanya. Ini adalah makna yang diriwayatkan Mujahid dan Qatadah, dan dipilih Ibnu Jarir. Firman Allah: (dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui) yaitu dari sisi Allah Yang Maha Bijaksana dalam firman dan hukumNya, dan Maha Mengeahui akibat segala sesuatu (agar kalian tidak menyembah selain Allah) yaitu yang muhkam dan mufassal diturunkan agar menyembah hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, "Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah oleh kamu sekalian akan Aku" (25)) (Surah Al-Anbiya’) dan (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut”) (Surah An-Nahl: 36) Firman Allah SWT: (Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepada kalian dariNya) yaitu sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan kepada kalian tentang azab jika kalian menentangNya, dan pembawa berita gembira dengan pahala jika kalian taat kepadaNya. Firman Allah: (dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Tuhan kalian, dan bertobatlah kepada-Nya. (Jika kalian mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepada kalian sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya) yaitu aku memerintahkan kalian untuk memohon ampun dari dosa dan bertaubat dari dosa itu kepada Allah SWT di masa yang akan datang, dan kalian terus-menerus atas hal itu (niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepada kalian) yaitu di dunia (sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya) yaitu di akhirat. Pendapat ini dikatakan Qatadah, sebagaimana firmanNya: (Barang siapa yang mengerjakan amal saleh—baik laki-laki maupun perempuan— dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (97)) (Surah An-Nahl) Firman Allah: (Jika kalian berpaling, maka sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa siksa hari kiamat) ini adalah ancaman yang keras bagi orang yang berpaling dari perintah-perintah Allah SWT dan mendustakan para rasulNya. Sesungguhnya azab Allah pasti akan menimpanya pada hari kiamat (Kepada Allahlah kembali kalian) yaitu kalian dikembalikan pada hari kiamat (dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) yaitu Dia Maha Kuasa terhadap apa yang Dia kehendaki berupa berbuat baik kepada kekasih-kekasihNya dan membalas musuh-musuh­Nya, serta mengembalikan makhlukNya pada hari kiamat. Ini merupakan pe­ringatan, sebagaimana yang pertama yang merupakan anjuran
Tafsir As-Sa'di
2. Allah hanyalah menurunkan kitabNya agar kamu tidak menyembah kecuali Allah, maksudnya agar mengikhlaskan seluruh agama kepada Allah dan agar tidak seorang pun dari makhlukNya yang disekutukan denganNya. “Sesungguhnya aku (Muhammad) bagimu,” wahai manusia. “DariNya” , dari Allah Rabbmu “adalah pemberi peringatan”, bagi yang berani melakukan kemaksiatan dengan azab dunia dan akhirat. “Dan pembawa kabar gembira”, bagi orang-orang yang taat kepada Allah dengan pahala dunia dan akhirat.
Tafsir Al-Wajiz
2 Dan isi dan hukum-hukum dalam ayat-ayatnya adalah perintah untuk menyembah hanya kepada Allah dan tiada sekutu bagiNya serta tidak menyembah kepada selainNya. Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus oleh Allah kepada kalian sebagai pemberi peringatan dengan azab dan neraka bagi yang kafir dan pembawa kabar gembira dengan pahala dan surga bagi yang taat,
Tafsir Al-Muyassar
Dan diturunkannya al-qur’an dan adanya penjelasan hukum-hukum, perincian dan dijaganya , bertujuan supaya kalian tidak beribadah kecuali kepada Allah semata, tiada sekutu bagiNYa. Sesungguhnya aku bagi kalian (wahai sekalian manusia), hanyalah seorang pemberi peringatan dari Allah yang memperingatkan kalian dari siksaanNYa, dan pemberi kabar gembira yang memberikan kabar gembira dengan pahalaNYa.
Tafsir Al-Madinah
2. Allah memerintahkan umat Nabi Muhammad untuk mengesakan-Nya dalam ibadah, karena hanya Dia yang berhak disembah. Rasulullah berkata kepada mereka: “Sungguh aku diutus Allah sebagai pemberi peringatan bagi orang-orang yang bermaksiat dengan kemurkaan dan azab-Nya, dan sebagai pemberi kabar gembira bagi orang-orang yang taat dengan karunia dan keridhaan-Nya.”
Tafsir Al-Mukhtashar
2. Ayat-ayat yang diturunkan kepada Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berisi larangan menyembah tuhan lain di samping Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-) memperingatkan kalian -wahai manusia- akan adanya azab Allah ika kalian ingkar dan durhaka kepada-Nya. Dan aku memberikan kabar gembira kepada kalian akan adanya ganjaran dari Allah jika kalian beriman kepada-Nya dan menjalankan syari'at-Nya.
Tafsir Zubdatut
2. (agar kamu tidak menyembah selain Allah) Yakni ayat-ayat yang disusun dan dijelaskan oleh Allah dalam al-Qur’an ini isi kandungannya adalah perintah untuk beribadah kepada Allah semata, tanpa menyekutukan dengan selain Dia. (Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan kepadamu daripada-Nya) Yakni aku memperingatkan kalian dari azab Allah yang diturunkan bagi orang yang bermaksiat. (dan pembawa khabar gembira) Aku memberi kalian kabar gembira berupa surga dan keridhaan Allah bagi orang yang mentaati-Nya dan beramal shaleh.
Tafsir Ash-Shaghir
“Janganlah kalian menyembah kecuali kepada Allah. Sesungguhnya aku bagi kalian adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira
Tafsir Aisarut
Makna kata : ( ) Mataa’an hasanan : Kehidupan yang bahagia dan rizki yang luas. ( ) Ilaa ajalim musamman : Sampai ajalnya, kematian. ( ) Wa yu’ti kulla dzii fadhlin : membalas setiap amal yang saleh dengan ganjaran yang mulia. ( ) ‘Adzaba yaumin kabiir : Yaitu azab hari kiamat. Makna Ayat : Firman-Nya ( ) Allah menurunkan kitab, menyempurnakan ayatnya serta menjelaskan hukum dan petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya, agar mereka tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah semata, karena tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia. Serta ibadah tidak akan bermanfaat, kecuali peribadatan yang dipersembahkan kepada-Nya. Firman-Nya ( ) Ini adalah perkataan rasul-Nya sebagai pemberi kabar seraya berkata: “Wahai sekalian manusia! Sungguh aku adalah pemberi peringatan atas adanya azab yang pedih dari Rabb kalian yang Maha Bijaksana seandainya kalian tidak bertaubat kepada-Nya serta beriman dan mentauhidkan-Nya. () Aku memberikan kabar gembira bagi orang yang beriman serta mentauhidkan-Nya dan beramal saleh dengan surga di akhirat kelak.
Tafsir Hidayatul
Surat Hud ayat 2: Yakni Allah menurunkan kitab itu untuk mengembalikan manusia kepada fitrahnya, yaitu menyembah hanya kepada Allah dan sebagai pedoman bagi mereka dalam meniti hidup di dunia yang fana ini. Dengan azab jika kamu kafir. Dengan pahala jika kamu beriman.