Surah An-Nasr : Ayat 2
وَرَأَيْتَ ٱلنَّاسَ يَدْخُلُونَ فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفْوَاجًا

"dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,"

Tafsir Ringkas Kemenag
Dan engkau lihat manusia dari seluruh penjuru jazirah arab berbondong-bondong masuk agama Allah, yakni agama islam, setelah sebelumnya mereka masuk islam secara perorangan, 3. Maka sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas karunia-Nya yang agung itu, bertasbihlah dan sucikanlah tuhanmu dari sifat-sifat yang tak layak bagi-Nya, dan sertailah tasbihmu itu dengan memuji tuhan-Mu yang telah menyokongmu dalam menaklukkan mekah, dan mohonlah ampunan kepada-Nya untukmu dan umatmu. Sungguh, dia maha penerima tobat hamba-hamba-Nya yang bertasbih dan beristigfar. Membaca tasbih, tahmid, dan istighfar adalah cara yang mulia ketika seseorang meraih kesuksesan karena pada hakikatnya Allah-lah yang memberi kesuksesan itu kepadanya, bukan dengan berpesta dan berfoya-foya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-3 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Umar memasukkan aku ke dalam kelompok orang-orang tua yang ikut Perang Badar. Maka seseorang dari mereka merasa kurang enak dengan keberadaanku bersama mereka, jadi dia berkata, "Mengapa orang ini dimasukkan ke dalam golongan kita, padahal kita mempunyai anak-anak seperti dia" Maka Umar berkata, "Sesungguhnya dia termasuk seseorang yang telah kalian ketahui" Pada suatu hari Umar memanggil mereka, dan dia memasukkan dia ke dalam golongan mereka. Dan aku mengerti bahwa dia tidak memanggilku dan menggabungkan diriku bersama mereka di hari itu melainkan dengan tujuan hendak memperlihatkan kepada mereka. Lalu Umar berkata, "Bagaimanakah pendapat kalian tentang makna firman Allah SWT: (Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan (1)) Maka sebagian dari mereka menjawab.”Ayat ini memerintahkan kepada kita untuk memuji Allah dan memohon ampunan kepadaNya, apabila Dia menolong kita dan memberikan kemenangan kepada kita" Dan sebagian dari mereka hanya diam, tidak mengatakan apa pun. Maka Umar berkata kepadaku,"Apakah demikian menurutmu, wahai Ibnu Abbas?" Aku menjawab, "Tidak" Umar berkata, "Bagaimanakah menurutmu?" Maka aku menjawab,”Itu merupakan pertanda dekatnya ajal Rasulullah SAW yang diberitahukan kepada beliau. Allah SWT berfirman: (Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan (1)) Maka itulah tanda dekatnya ajalmu (maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepadaNya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat (3)) Umar bin Khattab berkata, "Aku tidak mengetahui apapun dari itu selain dari yang kamu ucapkan" Diriwayatkan dari Masruq, dia berkata bahwa ‘Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW di akhir usia beliau memperbanyak bacaan: “Subhanallah wa bihamdihi astaghfirullah wa atubu ilaih” (Maha Suci Allah dan dengan memuji kepadaNya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya) Dan beliau SAW bersabda: “Sesungguhnya Tuhanku telah memberitahuku bahwa aku akan melihat suatu tanda di kalangan umatku, dan Dia memerintahkan kepadaku apabila aku telah melihatnya untuk bertasbih, bertahmid, dan beristighfar kepadaNya, sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat. Dan sesungguhnya aku telah melihatnya,, (Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan (1) dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong (2) maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat (3)) Yang dimaksud dengan “al-fath” di sini adalah kemenangan atas Makkah, menurut kesepakatan semuanya, karena sesungguhnya kabilah-kabilah Arab pada mulanya menggantungkan keislaman mereka dengan kemenangan atas Makkah. Mereka berkata, "Jika dia mendapatkan kemenangan atas kaumnya, maka dia adalah seorang nabi" Dan ketika Allah SWT memenangkannya atas Makkah, maka mereka masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong. Belum berlalu masa dua tahun, seluruh sampai penduduk Jazirah Arab beriman, dan tidak ada suatu kabilah Arab pun melainkan mereka menampakkan keislamannya.
Tafsir As-Sa'di
1-3. Dalam surat yang mulia ini terdapat berita gembira dan sekaligus perintah untuk RasulNya pada saat berita gembira itu terwujud, serta terdapat sebuah isyarat dan peringatan akan beberapa hal yang disebabkan olehnya. Berita gembira yang dimaksud adalah berita gembira pertolongan Allah untuk RasulNya, penaklukkan Makkah dan masuknya orang-orang “ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong,” karena kebanyakan dari mereka menjadi pemeluk dan penolongnya setelah sebelumnya mereka memusuhinya. Berita gembira yang disampaikan ini benar-benar terjadi. Sedangkan perintah setelah terwujudnya kemenangan dan penaklukan adalah perintah Allah untuk RasulNya agar bersyukur kepada Allah atas hal itu serta memahasucikan dengan memujiNya dan memohon ampunan padaNya. Dan berkaitan dengan isyarat, terdapat dua isyarat dalam ayat ini: pertama, isyarat bahwa kemenangan akan terus berlangsung bagi Islam dan semakin bertambah manakala terwujud tasbih (memahasucikan) Allah dengan memujiNya dan memohon ampunan padaNya dari RasulNya, karena hal ini termasuk rasa syukur, sebagaimana firman Allah: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. ibrahim-ayat-7) Dan hal itu telah terwujud di masa Khulafa’ Rasyidin dan generasi setelahnya dari umat ini. Dan pertolongan Allah senantiasa berlangsung hingga Islam mencapai apa yang tidak bisa dicapai oleh agama-agama lain dan banyak orang yang masuk ke dalam Islam dalam jumlah yang belum pernah ada pada agama lain, hingga terjadilah pembangkangan terhadap perintah Allah dalam umat ini sehingga mereka tertimpa perpecahan, ceraiberainya urusan dan terjadilah apa yang terjadi. Meski demikian, umat dan agama ini tetap memiliki rahmat dan kelembutan Allah yang tidak pernah terlintas di benak atau berlalu dalam khayalan. Isyarat kedua adalah dekatnya ajal Rasulullah. Alasannya adalah karena usia beliau adalah usia mulia yang dengannya Allah bersumpah, dan Allah telah memberitahukan bahwa hal-hal utama itu ditutup dengan istighfar seperti shalat, haji, dan lainnya. Allah memerintahkan RasulNya untuk bertahmid dan beristighfar dalam kondisi itu sebagai sebuah isyarat bahwa ajal beliau sudah dekat. Hendaklah beliau mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Rabb beliau dan menutup usianya dengan sesuatu paling istimewa yang beliau miliki. Semoga shalawat dan salam terlimpahkan pada beliau. Rasulullah menafsirkan al-Quran dan mengucapkan tasbih dan istighfar dalam shalat. Dan beliau banyak memebacanya dalam ruku dan sujudnya : Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, pujian untuk-Mu, ampunilah aku
Tafsir Al-Wajiz
2. Kamu melihat manusia dari bangsa Arab dan bangsa lainnya masuk Islam secara berbondong-bondong, seperti penduduk Mekah, Thaif, Yaman, Bani Hawazin dan suku-suku Arab.
Tafsir Al-Muyassar
Dan kamu menyaksikan orang-orang dalam jumlah besar masuk islam secara berkelompok-kelompok.
Tafsir Al-Madinah
2. Dan setelah penakhlukkan besar ini banyak orang yang akan menyatakan masuk Islam secara berbondong-bondong, dan kamu akan menyaksikannya secara langsung.
Tafsir Al-Mukhtashar
2. Dan engkau melihat manusia masuk ke dalam agama Islam secara berbondong-bondong.
Tafsir Zubdatut
2. (dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong) Setelah Rasulullah berhasil menakhlukkan kota Makkah, orang-orang Arab berkata: “Apa yang menjadikan Muhammad dapat mengalahkan penduduk Baitul haram, padahal Allah telah menolong mereka dari pasukan gajah; sungguh dia berada di atas kebenaran, dan kalian tidak akan mampu melawannya.” Kemudian banyak sekali dari mereka yang masuk Islam, setelah sebelumnya mereka hanya masuk satu persatu atau dua orang dua orang, kemudian menjadi satu kabilah masuk Islam seluruhnya.
Tafsir Ash-Shaghir
{dan kamu melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah} berturut-turut
Tafsir Hidayatul
Setelah sebelumnya seorang demi seorang yang masuk Islam. Namun setelah penaklukkan Mekah, maka bangsa Arab dari berbagai penjuru banyak yang datang menemui Beliau menyatakan diri masuk Islam.
Tafsir An-Nafahat
Surat An-Nasr ayat 2: Kemudian engkau melihat banyak manusia masuk ke dalam islam secara berjamaah.