Surah Al-Lahab : Ayat 2
مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ

"Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan."

Tafsir Ringkas Kemenag
Ketika azab Allah menimpanya maka tidaklah berguna baginya hartanya yang dia kumpulkan dan banggakan, dan tidak pula bermanfaat apa yang dia usahakan seperti jabatan dan keturunan untuk menyelamatkan dirinya dari azab itu. Hanya iman dan amal saleh yang dapat menyelamatkan seseorang dari murka Allah. 3. Sebagai balasan atas kekejiannya kepada nabi Muhammad dan dosa-dosanya yang lain, kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak dan membakar seluruh tubuhnya secara terus-menerus. Dia tidak akan pernah mati di dalamnya dan tidak pula akan keluar darinya.
Tafsir Ibnu Katsir
Ayat 1-5 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW keluar menuju ke lembah Batha, lalu menaiki bukit dan berseru,"Awas ada musuh di pagi hari!" Maka orang-orang Quraisy berkumpul kepadanya dan beliau bersabda: "Bagaimanakah pendapat kalian jika aku sampaikan berita kepada kalian bahwa musuh akan datang menyerang kalian di pagi atau petang hari, apakah kalian akan percaya kepadaku?” Mereka menjawab, "Ya” Nabi SAW bersabda, "Maka sesungguhnya aku memperingatkan kepada kalian akan datangnya azab yang keras” Maka Abu Lahab berkata, "Celakalah kamu ini, apakah karena ini kamu mengumpulkan kami?" Maka Allah SWT menurunkan firmanNya: (Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa (1)) sampai akhir surat Pendapat pertama adalah kutukan terhadapnya, sedangkan yang kedua menunjukkan pemberitahuan tentangnya. Abu Lahab adalah salah seorang paman Rasulullah SAW, namanya adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthalib, dan gelarnya adalah Abu Utbah. Sesungguhnya dia dijuluki Abu Lahab hanya karena wajahnya yang cerah. Dia adalah orang yang banyak menyakiti Rasulullah SAW, sangat membenci, meremehkan, dan memojokkan beliau dan agama beliau. Firman Allah SWT (Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa (1)) yaitu merugi, kecewa, dan sia-sialah amal perbuatan dan usahanya (dan sesungguhnya dia akan binasa) yaitu sesungguhnya dia celaka dan telah nyata merugi dan binasa. Firman Allah: (Tidaklah berfaedah kepadanya harta benda dan apa yang ia usahakan (2)) Ibnu Abbas dan lainnya berkata tentang firmanNya: (dan apa yang ia usahakan) yaitu, anaknya. Diriwayatkan hal yang semisal dari Aisyah, Mujahid, ‘Atha’, Al-Hasan, dan Ibnu Sirin. Firman Allah: (Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (3)) yaitu neraka yang apinya bergejolak, menyala dahsyat, dan sangat membakar (Dan (begitu pula) istrinya pembawa kayu bakar (4)) Istrinya dari kalangan pemimpin wanita Quraisy yaitu Ummu Jamil. Nama aslinya adalah Arwah binti Harb bin Umayyah, saudara perempuan Abu Sufyan. Dia membantu suaminya dalam kekafiran dan keingkaran. Oleh karena itu pada hari kiamat dia menjadi pembantu yang mengazabnya di neraka Jahanam. Oleh karena itu Allah berfirman: (pembawa kayu bakar (4) yang di lehernya ada tali dari sabut (5)) yaitu memanggul kayu bakar, lalu melemparkannya kepada suaminya untuk menambah api yang membakarnya. Istrinya diciptakan untuk itu dan disediakan untuk membantu mengazabnya. (Yang di lehernya ada tali dari sabut (5)) Mujahid dan Urwah berkata bahwa maknanya adalah berupa api neraka. Diriwayatkan dari Mujahid, Qatadah, dan As-Suddi tentang firmanNya: (pembawa kayu bakar) yaitu istrinya gemar berjalan menghamburkan hasutan. Pendapat yang benar adalah yang pertama; hanya Allah yang lebih Mengetahui.
Tafsir As-Sa'di
2. “Tidaklah berfaidah kepadanya harta bendanya” yang dimilikinya sehingga ia bisa berlaku semena-mena dan tidak pula berguna baginya, “dan apa yang ia usahakan” tidak akan bisa menangkal azab Allah sedikit pun bila datang menimpa.
Tafsir Al-Wajiz
2. Apa yang dia kumpulkan berupa harta, tidak akan berguna, tidak akan bermanfaat dan tidak akan mencegahnya dari siksa Allah. Apa yang dia usahakan berupa perbuatan buruk untuk memerangi Nabi SAW itu gagal.
Tafsir Al-Muyassar
Harta dan anaknya tidak berguna baginya,keduanya tidak bisa melindunginya dari azab Allah sedikit pun bila ia turun kepadanya.
Tafsir Al-Madinah
2. Hartanya tidak berguna dan tidak dapat menolongnya dari azab Allah, begitu pula dengan kedudukan dan keturunannya tidak bermanfaat baginya.
Tafsir Al-Mukhtashar
2. Apa faedah harta dan anaknya baginya? Keduanya tidak bisa mencegah siksa dari dirinya dan tidak pula keduanya mampu mendatangkan rahmat terhadapnya.
Tafsir Zubdatut
2. ‏ (Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan) Yakni harta yang dia kumpulkan dan keuntungan usahanya serta kedudukannya tidak dapat menjauhkannya dari kebinaasan dan azab Allah yang menimpanya.
Tafsir Li Yaddabbaru
Ayat ini turun ketika Abu Lahab menyangka ia akan menebus siksaan Allah dengan harta dan anaknya, sebagaimana yang juga diakatakan oleh anak pamannya : { } " “Pasti aku akan diberi harta dan anak" [ Maryam : 77 ] , maka dikatakanlah kepadanya : { } "dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakan itu, dan ia akan datang kepada Kami dengan seorang diri" [ Maryam : 80 ] , Mahasuci Allah, lihatlah bagaimana hati-hati musuh Rasul yang serempak berbangga dengan harta dan anak-anak mereka.
Tafsir Ash-Shaghir
{Tidaklah berguna baginya} tidak bisa menjaganya dari kerugian {hartanya dan apa yang dia usahakan} yang dia hasilkan
Tafsir Hidayatul
Yaitu anaknya.
Tafsir An-Nafahat
Surat Al-Lahab ayat 2: 1-2. Surat ini dimulai dengan celaan terhadap Abu Lahab, Allah berkata : Sungguh celaka kedua tangan orang yang celaka itu (yaitu Abu Lahab). Sia-sia dan merugi karena sebab memusuhi Nabi ﷺ. Dan sebagian celaannya kepada Nabi, ia (Abu Lahab) mengikuti Rasul ﷺ yang menuju ke Mina untuk berdakwah kepada orang-orang yang berhaji, kemudia Abu Lahab berkata : Jangan kalian percaya kepadanya, sesungguhnya ia adalah anak kami dan masih ingusan. Kemudian Allah mengabarkan bahwa harta yang dikumpulkan Abu Lahab dari hasil perdagangannya tidaklah memiliki manfaat, begitu juga dengan anaknya yang ia banggakan, tidak akan menolongnya dari adzab Allah.